VIRUS ZIKA DAN PENGENDALIAN Aedes sp

VIRUS ZIKA DAN PENGENDALIAN Aedes sp

I. MENGENAL VIRUS ZIKA

Virus zika adalah flavivirus yang dibawa oleh vektor nyamuk Aedes sp, pertama kali teridentifikasi di Uganda pada monyet, kemudian teridentifikasi pada manusia pada tahun 1952 di Uganda dan Tanzania

virus zika dan pengendalian vektornya
virus zika dan pengendalian vektornya (www.kemkes.go.id)

 

Bagaimana cara penularan virus Zika?

Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor penyakit Zika adalah nyamuk Aedes, dapat dalam jenis Aedes aegypti untuk daerah tropis, Aedes africanus di Afrika, dan juga Aedes albopictus, pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.

Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?

Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki resiko untuk terinfeksi termasuk ibu hamil.

Apa saja gejala infeksi virus Zika?

1 diantara 5 orang yang terinfeksi virus zika menunjukkan gejala. Adapun gejala infeksi virus zika diantaranya demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan  tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.

Apakah ada komplikasi yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika?

Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.

Apa jenis pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil?

Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.

Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk virus Zika?

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada.

Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?

Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Istirahat cukup
  • Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
  • Minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
  • Jangan mengkonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya.
  • Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

 

Bagaimana cara pencegahan penularan virus Zika?

Pencegahan penularan virus ini dapat dilakukan dengan:

  • Menghindari kontak dengan nyamuk
  • Melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll).
  • Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
  • Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
  • Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.

Negara mana sajakah yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?

Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela.

Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?

Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre

Apakah ada hubungan antara infeksi virus Zika dengan kejadian mikrosefalus kongenital?

Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat

Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit virus Zika?

Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?

Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

 

READ
Ketertarikan Serangga Terhadap Cahaya

II. Pengendalian Vektor (nyamuk Aedes sp)

  1. Inspeksi

Inspeksi adalah pemeriksaan yang kita lakukan di seluruh area, untuk mendapatkan informasi penting seputar hama serta faktor pendukung keberadaannya, agar pengendalian yang dilakukan, efektif dan efisien.

  • Jenis nyamuk yang ada
  • Lokasi penyebaran dan sumbernya.
  • Faktor pendukung keberadaan nyamuk
  • Area yang membutuhkan pengendalian, terutama dengan bahan kimia

Selama melakukan inspeksi, beberapa hal utama yang harus diperhatikan adalah :

  • Temukan genangan air terbuka dan tempat-tempat yang diduga menjadi tempat beristirahat nyamuk dewasa.
  • Pastikan keberadaan telur, larva dan atau pupa pada genangan air tersebut.
  • Pastikan keberadaan nyamuk dewasa pada tanaman, kain yang digantung dan pada area-area gelap lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan menyibak gantungan pakaian atau memberikan gangguan pada area yang dicurigai. Nyamuk dewasa yang berada di area tersebut akan terbang akibat gangguan yang diberikan.
  • Catat semua lokasi dimana sumber-sumber atau sarang nyamuk ditemukan pada denah.
  1. Identifikasi

          Melakukan identifikasi terhadap: 

           a. Jenis nyamuk

           b.  Sarang (breeding site), akses, faktor pendukung keberadaan (genangan                    air,  wadah-wadah bekas yang  dapat menampung air, dsb)

3. Metode Pengendalian      

a.Pengendalian nonkimia                                                                                 1. 3M Plus, Menutup tempat penampungan air, Menguras tempat                           penampungan air dan Mengubur semua wadah bekas yang dapat                       menampung air ketika hujan turun, ditambah penggunaan larvasida.            2.Pemasangan kain kasa (screen) pada jalur ventilasi udara, hal ini dilakukan      untuk mencegah nyamuk masuk dari area luar ke dalam, sangat penting          untuk menentukan diameter screen yang digunakan, biasanya dikenal              dengan istilah mesh (jumlah lubang dalam inchi persegi) yang tidak dapat        dilalui oleh nyamuk.                                                                                                  3. Menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk atau bersifat repellent                (mengusir) Tanaman-tenaman tersebut diantaranya adalah Zodia,                      Kecombrang, Selasih, Geranium, Serai wangi, Akar wangi, Lavender,                Rosemary, Citrosa mosquito, Suren dan Tai ayam.                  

4. Tidak membiarkan pakaian kotor menggantung. Aroma keringat yang               menempel pada pakaian kotor dapat menarik nyamuk betina untuk masuk       ke dalam kamar, kenapa? Keringat kita ketahui mengandung cukup CO2,         menurut penelitian, nyamuk tertarik dengan aroma CO  Pakaian kotor atau     yang sudah digunakan sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik dan     segera dicuci.                                                                                                            

5. Penggunaan perangkap nyamuk. Beberapa jenis perangkap nyamuk yang         ada yaitu perangkap nyamuk dewasa dan perangkap telur (Ovitrap).  Selain     pengendalian, kedua alat ini berfungsi sebagai alat monitoring keberadaan       nyamuk di suatu area.  Untuk ovitrap perlu perhatian lebih, karena jika             tidak segera rutin dicek, maka dapat menyediakan tempat                                     perkembangbiakan bagi nyamuk.                                                                                                     

6. Penggunaan raket listrik, khusus yang memiliki anak kecil apalagi bayi,            sebaiknya penggunaannya harus hati-hati dikarenakan jika raketnya                  mengenai bayi atau tidak sengaja tersentuh akan sangat sangat                            berbahaya.                                                                                   

b.Pengendalian kimiawi                                                                                   

1. Penggunaan Larvasida.

   Delapan puluh persen (80%) populasi nyamuk ada pada pradewasanya,            mencakup stadia  telur, larva dan    pupa, larvasida memutus perkembangan    larva ke stadia berikutnya, sehingga nyamuk pradewasa mati sebelum               dewasa.  Tindakan pemberian larvasida dilakukan apabila genangan air yang   ada tidak dapat dihilangkan atau ditutup seperti tempat penampungan air       limbah atau rawa-rawa.

      2. Residual treatment.

   Residual, berasal dari kata residu (yang dapat diartikan sebagai zat kimia        yang tertinggal), yang namanya   pestisida hampir dipastikan memiliki              residu, hanya saja, lama waktu paruh atau tertinggal pada suatu bahan atau    permukaan dapat berbeda-beda, untuk melihat stabilitas bahan kimianya        biasanya tersedia data berupa MSDS (material safety data sheet).  Residual      treatment berarti kita menggunakan pestisida dengan tingkat residu yang        lumayan dapat bertahan lama, residual treatment  dilakukan  dengan cara        mengaplikasikan bahan kimia yang bersifat residual pada permukaan yang      terbukti menjadi tempat istirahat nyamuk dewasa (imago)  seperti pada            rerumputan, pada sela-sela gorden, pada rimbunan tanaman, permukaan        dinding yang gelap, di bawah permukaan meja, di bawah kursi dll.

      3. Space treatment,

    Space treatment adalah treatment yang dilakukan pada suatu ruangan atau     tempat tertentu, space (ruangan/tempat).  Formulasi pestisida yang                   digunakan biasanya seperti pengembunan atau yang lebih dikenal dengan       ULV (ultra low volume). Selain menggunakan alat khusus yang dinamakan     electric cold fogger (ULV), space treatment juga dapat dilakukan dengan           menggunakan pestisida berformulasi aerosol. Produk-produk dengan               formulasi aerosol biasanya dikemas dalam kaleng dan banyak dijual di toko      atau pasaran.

          Sebelum melakukan space treatment sebaiknya  memperhatikan hal-hal                 berikut :

  •  Space treatment dilakukan ketika populasi nyamuk tinggi
  • Nyamuk sedang aktif terbang (sesuai dengan waktu aktif nyamuk dewasa).
  • Di area dalam ruangan, jika diluar ruangan maka kecepatan angin tidak boleh melebihi 16 km/jam dan atau tidak hujan.
  • Area yang akan di treatment harus bebas dari aktivitas.

      Fakta di balik Hot Fogger (Thermal Fogging)

Thermal fogging atau yang lebih populer dikenal dengan pengasapan, merupakan treatment dimana formulasi yang dihasilkan berupa asap, asap ini tentu saja mengandung pestisida. Sasaran dari treatment ini adalah nyamuk dewasa, pestisida yang terkandung dalam asap inilah yang diharapkan kontak ke tubuh nyamuk kemudian membunuhnya, namun tentu saja,banyak faktor yang sangat menentukan keefektifannya diantaranya: waktu treatment, suhu udara, hembusan angin dsb, dan ingat 80% populasi nyamuk ada pada fase pradewasa loh…sobat!

 

READ
SEMUT TUKANG KAYU (CARPENTER ANT)

      4. Monitoring

  Monitoring adalah tindakan yang dilakukan secara sistematis dan terus             menerus untuk mengetahui populasi hama yang ada serta untuk mengetahui   apakah treatment yang dilakukan efektif atau tidaknya?

 Kelebihan serangga terbang seperti nyamuk adalah memiliki kemampuan    daya jelajah yang luas, karena itu kemungkinan terjadinya reinfestasi hama  (nyamuk datang lagi) sangat tinggi.  Untuk membantu proses monitoring         dapat dibantu dengan menggunakan alat, diantaranya adalah:

  1. Ovitrap atau perangkap telur.

Merupakan wadah yang berisi air dan diberi padle kayu yang sudah diberi kain kasa (kain kasa berfungsi sebagai tempat meletakkan telur, sehingga tertempel di kain tersebut) 

Penempatan ovitrap perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Diletakkan di area yang gelap dan lembab
  • Jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan
  • Menggunakan air yang berasal dari lingkungan sekitar                                                                                                                                                                                   2. Mosquito Light Trap atau Insect Fly Catcher (IFC)

Insect fly catcher secara umum berfungsi untuk menangkap nyamuk yang terlanjur sudah masuk ke dalam ruangan.  Penggunaan lampu ini  sebaiknya memperhatikan hal-hal mendasar sebagai berikut :

  • Diletakkan pada posisi yang tidak terlihat langsung dari area luar.
  • Tidak diletakkan searah dengan pintu
  • Diletakkan pada ruangan yang tidak berpendingin ruangan.

Pemilihan tempat yang tepat, sangat menentukan efektifitas penggunaan IFC ini.

 

READ
Inspeksi Serangan Rayap Tanah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!