Tikus

Tikus

I. Bioekologi Tikus

Tikus (miki) tergolong ke dalam vertebrata hama dan masuk ke dalam ordo rodentia, vertebrata hama adalah hama yang memiliki tulang belakang, ciri khas vertebarta adalah memiliki perkembangan otak yang bagus sehingga hewan ini cerdik dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya, dan kata rodent memiliki arti “mengerat atau to gnaw

Ada tiga spesies  yang umum dan dikenal sebagai commensal rodents dan menjadi perhatian utama dalam pest management, spesies-spesies tersebut diantaranya:

  1. Mencit rumah ( Mus musculus)
  2. The Norway Rat (Rattus novergicus)
  3. The Roof Rat (Rattus rattus)

Commensal rodents dapat diartikan sebagai “sharing one’s table” (berbagi satu meja) hal ini dikarenakan hewan ini telah lama “berbagi” makanan dan tempat yang dimiliki manusia selama bertahun-tahun.

II. Morfologi Tikus

a). Tikus Got/Norway rats (Rattus norvegicus)

                                                                     

Tikus got (Rattus novergicus)
Tikus got (Rattus novergicus)

Norway rats dikenal sebagai tikus terbesar, terkuat dan agresif dan lebih tahan pada iklim yang dingin. Memiliki badan besar

dengan berat 200–500 gr. Hidung agak tumpul.  Bulu agak kasar.  Warna coklat kehitam-hitaman.  Telinga dan mata lebih kecil.  Panjang ekor lebih pendek dari panjang badan dan kepala.  Panjang keseluruhan 40 cm dengan panjang ekor 19 cm serta dropping/feces besar dan tumpul dengan panjang 0.75 cm.

b). Tikus Atap/Roof Rat (Rattus rattus)

Roof rat dikenal sebagai tikus kapal atau tikus abu-abu. Tidak menyukai produk dari hewan, lebih menyukai biji-bijian dan sayur-sayuran. Pada populasi tinggi, roof rat tidak hanya dapat bersarang di plafon tapi dapat juga bersarang di tanah/lantai. Ukuran badan lebih kecil dari tikus got dengan berat rata-rata 150–250 gram.  Tubuh berbentuk silinder.  Warna abu–abu agak kehitam-hitaman.  Mata dan telinga panjang dan besar.  Panjang ekor lebih panjang dari panjang badan dan kepala.  Panjang keseluruhan 38 cm dengan panjang ekor 22–25 cm serta hidung agak runcing.

c).Tikus rumah/House Mouse (Mus musculus)

House mouse disamping menyukai sereal, juga menyukai biji rumput, serangga dan makanan apapun yang ditemui, memiliki warna tubuh coklat keabu-abuan. Panjang tubuh dan ekor dapat mencapai 9 cm.  Ekor lebih panjang dari tubuh.  Berat badan 50–100 gr.  Daun telinga lebar.  Berbulu halus.

READ
KEMAMPUAN REPRODUKSI TIKUS TINGGI

III. Sifat tikus secara umum:

  1. Suka mengerat, hal ini dikarenakan giginya senantiasa memanjang, sehingga untuk mencegah gigi yang terus memanjang hewan ini mengerat benda-benda padat di sekitarnya. Gigi tikus terus tumbuh rata-rata 12.5 cm per cm per tahun.  Mampu menggigit dengan kecepatan 6 gigitan per detik dengan beban yang ditimbulkan mencapai 500 kg per cm2 sehingga cukup untuk menembus lempengan logam.

          Giginya mempunyai tingkat kekerasan yang tinggi, yakni 5 skala Moh’s (tembaga:3.0,                          besi:4.0) sedangkan  benda terkeras adalah intan, dengan 10 skala Moh’s.

  1. Curiga/takut terhadap hal-hal baru (neophobia), kecuali mencit yang memiliki sifat inquisitive, sifat mencit yang ingin tahu dengan benda yang baru (penasaran).
  2. Memiliki indera pendengaran, penciuman, perasa yang baik, kecuali indera penglihatan yang kurang baik terutama pada jarak 9-1.2 meter atau 3 sampai 4 kaki.
  3. Sangat hati-hati terhadap apa yang akan dimakan, biasanya jika ada makanan, akan memakan sedikit demi sedikit terlebih dahulu

Tabel 1. Karakteristik tiga jenis tikus

Karakteristik Tikus got Tikus atap Tikus rumah
Kebiasaan makan Pemalu (reaksi

terhadap benda baru);

Pemakan stabil

Pemalu (reaksi terhadap benda baru);

Pemakan stabil

Serba ingin tahu, nibbler

 

Makanan Omnivora, selalu memilih daging

(22-30 g/hari)

Omnivora, terutama buah,

kacang, biji-bijian, sayuran (15-30 g/hari)

Omnivora, memilih sereal, biji-bijian

( 3 g/hari)

Minum 15-30 ml/hari 15-30 ml/hari 3-9 ml/hari, dapat bertahan hidup tanpa air bebas (maksudnya air dapat diperoleh dari makanan yang dimakan, seperti buah, dsb)
Sarang Biasanya menggali Dinding, para, pohon, tanaman merambat, kadang menggali Pada struktur, produk tersimpan, menggali
Radius mengembara 30-50 meter 30-50 meter 3-10 meter
Usia ketika kawin (bln) 2-3 2-3 1.5-2
Lama kehamilan (hari) 22 22 19
Jumlah anak/

kelahiran

8-12 4-8 4-7
Frek melahirkan/thn 4-7 4-6 8
Jumlah yg disapih

/induk/thn

20 20 30-35
Lama hidup dewasa  

1 tahun

 

1 tahun  

1 tahun

 

IV. Struktur Sarang Tikus

Tikus membangun sarang untuk membuat lingkungan yang nyaman, untuk membesarkan anaknya, beristirahat dan menghindari pemangsa, di dalam bangunan, membuat lubang di celah dinding, peralatan rumah tangga atau furniture, cenderung mendekatkan diri ke sumber panas sehingga tubuhnya dapat menyimpan panas yang cukup, juga biasa menyimpan makanan di sarangnya untuk kebutuhan beberapa minggu.

Yang bersarang di tanah, kedalaman  sarang biasanya, kurang dari 18 inch (45 cm) dengan panjang sarang ±91 cm.

V. Kerugian Yang Ditimbulkan

Kerugian secara ekonomi

Menyerang bahan makanan di ladang, anggrek, fasilitas peternakan, selama pemprosesan makanan, penyimpanan dan transportasi, dan ketika produk-produk berada di supermarket, restoran dan rumah.  Kerugian lainnya selain makanan dimakan oleh tikus adalah mereka merusak dengan mengkontaminasi makanan yang ada dengan urine, feses, rambutnya dan kulit.

Di dalam bangunan, tikus merusak pintu, lantai, langit-langit dan dinding sebagai akibat aktivitas mengerat dan melubangi.  Tikus juga sering merusak fasilitas dengan mengerat pipa dan kabel elektrik, yang mengakibatkan ledakan, kebakaran, kerusakan peralatan serta konsleting.   Kerugian akibat binatang ini di era high-tech seperti ini sangatlah tinggi, dimana menyebabkan sistem komputer terhenti akibat gigitan atau keratannya pada kabel, bersarang atau mengeluarkan kotoran di dalam komputer dan peralatan yang sangat sensitif lainnya.

Kerugian secara kesehatan

Hama ini bertanggung jawab terhadap atau mengakibatkan penyebaran berbagai macam penyakit kepada manusia serta hewan, terutama di masa lampau dimana sanitasi tidak sebagus sekarang.  Sekarang ini karena pengaruh dari faktor sanitasi yang bagus, efektifitas obat-obatan, dan program pengendalian serangga dan tikus, pest control.  Tantangan penyakit yang dibawa oleh hama ini tidak sebanyak dulu, dan pada faktanya keberadaan beberapa penyakit yang dibawa hama ini seringkali tidak menjadi faktor utama yang mendorong orang untuk melakukan program pengendalian.  Namun karena kebiasaan dan perilakunya (mengembara dan tinggal dalam drainase, tempat sampah dsb), tetap ada kasus dimana ditemukan penyakit pada manusia atau hewan dimana tikus berperan sebagai vektornya, dan selalu akan ada potensi yang konstan,  timbulnya penyakit yang dibawa oleh tikus di kota, dimana tikus tinggal atau berada, tidak peduli seberapa kecil peluang penyebaran penyakit-penyakit tersebut, potensi ini harus selalu diwaspadai.

Berikut ini beberapa penyakit yang ditransmisi oleh si miki:

Plague adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri (bacillus) jenis Yersinia pestis dimana menular dari tikus ke manusia melalui kutu tikus oriental rat flea (baca fli) (Xenopsylla cheopi).  Plague disebut juga black death.  Orang yang menyentuh tikus mati ada dalam resiko dimana sylvatic plague berada, sampai saat ini, masalah kesehatan serius terjadi ketika insfeksi plague terjadi pada paru-paru dimana terjadi pneumonic plaque.  Penyakit ini sangat menular, dapat menular dari orang ke orang melalui sputum atau droplet yang berasal dari batuk penderita.

Murine typhus adalah penyakit yang disebabkan organisme ricketsial (tipe bakteri) yang ditransmisi dari tikus yang terinsfeksi oleh oriental rat flea. Organisme rickettsial masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan fleas atau ketika feces tikus yang terinsfeksi flea mengenai kulit.

Rickettsial pox, juga disebabkan oleh rickettsial, yang ditransmisikan oleh tungau (mite) yang berasal dari tikus yang terinsfeksi kepada manusia, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini sama dengan gejala karena penyakit cacar ayam (bintil merah pada kulit, demam, dan sakit kepala).

Salmonellosis (acute food poisoning) disebabkan oleh bakteri yang dapat berkembang dalam selokan, fasilitas peternakan, septic tanks, cesspools, tumpukan sampah, dan keadaan lingkung    an yang tidak bersih lainnya, karena miki sering berada di area-area ini kemudian mendatangi rumah atau fasilitas-fasilitas komersial, mereka membawa potensi penyebaran bakteri, dikarenakan bakteri  berkembang di saluran usus tikus, dan kemudian menyebar melalui makanan yang terkontaminasi oleh feses tikus.

Rat-bite fever adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptobacillis moniliformis dimana bakteri ini dapat hidup pada saliva tikus (rats and mice).  Demam ini memiliki gejala seperti flu namun dalam beberapa hari dapat menjadi fatal, dalam banyak kasus, miki menggigit bayi yang tidur, anak-anak, lansia yang lemah terbaring.

Penyakit weils atau leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh spirochete bacterium dari genus Leptospira. Bakteri ini biasanya ditransmisikan oleh tikus ke anjing, babi atau ternak.  Binatang-binatang ini, dapat juga mentransmisi langsung bakteri tersebut.

Merusak estetika/reputasi. Keberadaan miki pada suatu tempat dapat menimbulkan kesan daerah tersebut jorok, kotor dan tidak sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

PMT Newsletter

Berlangganan informasi maknyus dari kami!

Powered by Kirim.Email