TERMITISIDA CAIR

TERMITISIDA CAIR

Termitisida cair dan Sifatnya

Secara umum termitisida (pestisida yang digunakan untuk mengendalikan rayap, termite=rayap; cide=membunuh) berdasarkan sifatnya, dibagi menjadi dua: pertama adalah repellent (menolak), kedua adalah nonrepellent. Contoh termitisida cair repellent: sipermethrin;

Contoh termitisida cair nonrepellent: imidacloprid, fipronil

Bagaimana cara kerja termitisida cair repellent?

  • Ketika rayap menggali terowongan kemudian mendekati zona treatment repellent, rayap-rayap tersebut akan terganggu/terpengaruh  oleh termisida tingkat rendah dalam tanah tersebut  (nontoksik). Sebanyak 1 ppm (se per sejuta bagian)  bahan aktif mungkin sudah cukup menyebabkan efek gangguan ini.
  • Karena gangguan/agitasi ini akan dirasa tidak nyaman oleh rayap, rayap akan mundur  dari zona treatment dan terus menggali terowongan ke arah tanah di luar zona tersebut.

Pada zona treatment yang menggunakan termitisida cair repellent, rayap aktif  yang berada dalam bangunan tidak akan kembali ke sarang mereka di tanah,  Saat mereka mencoba kembali ke tanah, mereka akan tertolak oleh  termisidanya dan tetap bertahan di lokasi.  Rayap yang terjebak dalam bangunan setelah aplikasi treatment tanah dengan termitisida Repellent, akan mati dalam waktu antara 1-3 bulan saat simpanan kelembaban berkurang atau habis.

aplikasi termitisida
aplikasi termitisida,\                                        image credit:termitespecialist.com

Kekurangan treatment dengan termitisida cair repellent

Rayap subterranean sangat mungkin mengikuti garis luar (Boundary) dari zona treatment  termisida repellent, hingga akhirnya bisa menemukan celah yang memungkinkan mereka memasuki bangunan terkait.

Bagaimana cara kerja termitisida cair nonrepellent?

  • Saat rayap menggali terowongan mendekati zona treatment nonrepellent , perilaku rayap tidak akan terpengaruh dan tidak berubah, rayap tidak dapat mendeteksi bahan aktifnya.
  • Mereka akan terus menggali terowongan ke zona treatment.
  • Mereka akan terpajan pada bahan aktif termitisidanya, dan mati dalam beberapa hari.
  • Sebelum seekor rayap mati, dia mungkin akan menyebarkan dosis bahan aktif yang mematikan pada sejumlah rekan satu sarangnya melalui kontak fisik dan/atau Trophalaksis (transfer makanan antarrayap)

Pada zona treatment yang  menggunakan termitisida nonrepellent, rayap yang menyentuh atau terkena termitisida nonrepellent  dalam bangunan terinfestasi akan terus kembali ke sarang mereka di tanah,  Rayap-rayap ini tidak mendeteksi  keberadaan bahan aktif, oleh karena itu akan berperilaku normal seperti biasanya.

 

READ
Inspeksi Serangan Rayap Tanah

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!