TEKNIK APLIKASI PEST CONTROL

TEKNIK APLIKASI PEST CONTROL

Beberapa teknik aplikasi pest control

Dalam melakukan pengendalian hama, pest control professional tentunya perlu memahami teknik aplikasi pest control apa saja yang harus diterapkan, Pengendalian hama yang efektif tentunya sangat bergantung pada pemilihan teknik aplikasi yang dilakukan.  berikut ini akan kami jelaskan beberapa teknik aplikasi pest control

Pengendalian hama yang efektif tergantung pada teknik aplikasinya. Berikut ini 6 teknik aplikasi yang perlu dipahami:

  1. Spot Treatment
  2. Crack and Crevice treatment
  3. Void Treatment
  4. General treatment
  5. Space treatment
  6. Vacuuming                                                                                                                                                                                                                                                                  Spot Treatment
  1. Spot treatment merupakan aplikasi insektisida dimana area yang ditreatment tidak lebih dari 300 cm2 atau 20% dari seluruh area yang ditreatment.
  2. Spot treatment berguna apabila kita akan melakukan treatment di sudut–sudut ruangan, untuk mengendalikan laba–laba atau untuk treatment pada area sekitar pintu dan jendela.                                                                                                   
    spot treatment
    spot treatment (courtesy: jae.co.nz)

         

     Crack and Crevice Treatment

  1. Crack and crevice treatment merupakan treatment dengan mengaplikasikan langsung insektisida dalam jumlah kecil ke dalam celah dan retakan tempat persembunyian hama.
  2. Crack and crevice treatment, dapat menggunakan aerosol, insektisida berbentuk tepung atau cair.
  3. Hindari penggunaan pestisida yang berlebihan sebab akan mengakibatkan:
  • Insektisida akan menyebar dan mengotori area yang sebelumnya sudah dibersihkan.
  • Hama tidak mau masuk celah tersebut sehingga tidak terjadi kontak dengan insektisida dan hama tidak mati. Dengan demikian permasalahan hama terus terjadi.
  • Insektisida yang terbuang berarti biaya tambahan kantor cabang anda yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
  1. Crack and crevice treatment dapat langsung mengenai tempat hidup hama, dan sangat kecil kemungkinan akan tersentuh oleh hewan peliharaan ataupun manusia.

Void Treatment (treatment pada rongga tertutup/tertutup permanen)

  1. Void treatment biasanya menggunakan pestisida berformulasi tepung pada rongga
  2. Rongga yang dimaksud dapat berupa rongga dinding dan ruang di belakang mesin cuci piring, atau rongga dimana terdapat pipa air (dengan kondisi lembab, biasanya disukai sebagai tempat hidup kecoa)
  3. Treatment ini dilakukan dengan mengaplikasikan bahan insektisida yang akan menyebar sehingga menutupi seluruh area dalam rongga tempat hidup hama. Insektisida dengan jenis formulasi tepung masih menjadi pilihan yang paling baik.
General treatment

General treatment, merupakan treatment yang dilakukan pada permukaan yang luas atau sekeliling perimeter bangunan

  1. Mencakup aplikasi insektisida pada suatu area yang lebih luas.
  2. Contoh general treatment: aplikasi pada seluruh karpet untuk mengendalikan kutu atau aplikasi pestisida pada suatu permukaan lantai dengan cara spraying.
Space Treatment

Space treatment adalah treatment yang dilakukan dalam suatu ruangan

  1. Space treatment biasanya menggunakan alat khusus yang menghasilkan butiran semprot yang sangat halus (ultra low volume) secara langsung ke udara. Butiran-butiran semprot tersebut berada sesaat di udara dan akan mematikan serangga terbang (seperti:nyamuk).
  2. Treatment ini umumnya menggunakan insektisida nonresidual seperti pyrethrin.
  3. Nama lain dari space treatment yaitu ULV (Ultra Low Volume) treatment, yang diartikan sebagai sejumlah kecil insektisida yang terurai menjadi butiran-butiran kecil yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan area yang luas.
Vacuuming
  1. Vacuuming sangat baik dilakukan terutama dalam melakukan pengendalian kecoa, termasuk dapat mengambil kantung telur kecoa (ooteca) sangat resisten terhadap pestisida.
  2. Dengan vacuuming, pengendalian langsung populasi kecoa akan lebih cepat dan hasilnya segera terlihat.
  3. Vacuuming akan lebih efektif jika terlebih dahulu dilakukan flushing (memancing kecoa keluar dari celahan yang dalam) dapat menggunakan aliran udara panas (hair dryer) atau aerosol, selain itu metode ini akan sangat baik jika dikombinasikan dengan metode pengumpanan (baiting), karena vacuuming tidak “mengkontaminasi” sarang kecoa. Umpan tetap dapat ditempatkan di sarang kecoa tanpa khawatir adanya efek penolakan (repellency) yang terjadi apabila menggunakan insektisida.
  4. Badan, kotoran (feses) dan telur kecoa dapat dihisap demikian juga allergen (bahan penyebab alergi), sangat direkomendasikan vacuum cleaner yang digunakan dilengkapi dengan filter. Menggunakan vacuum tanpa filter beresiko, karena allergen yang berasal dari kecoa akan terbawa melalui udara masuk ke dalam ruangan.

READ
DISINFEKSI DENGAN DISINFEKTAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!