10 Point Dalam Survey Pengendalian Burung

10 Point Dalam Survey Pengendalian Burung

Poin-poin yang Perlu Diperhatikan Dalam Survey Pengendalian Burung

Pekerjaan pengendalian burung, baik perumahan atau komersial, harus dimulai dengan survei lokasi. Sebuah survei memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi burung hama, menentukan jumlah populasi burung yang menghuni lokasi atau  burung yang mengunjungi area tersebut, pola aktivitas burung, ukuran batas lokasi yang terkena dampak, faktor-faktor yang menarik burung ke lokasi dan pertimbangan khusus di tempat tersebut.

Perusahaan Anda tidak dapat menentukan harga bird job secara akurat tanpa mengetahui informasi tersebut dan Anda tidak dapat menentukan metode kontrol yang sesuai tanpa survei lokasi.

Survei pra-kerja Anda akan  menentukan bahwa tidak ada masalah hama burung, atau burung tersebut mungkin sudah berpindah saat Anda tiba di sana. Jika Anda ingin mengetahui ada tidaknya masalah burung atau tidak? Anda harus mengunjungi tempat tersebut selama beberapa hari untuk menentukan dengan tepat apa yang sedang terjadi di area tersebut dan cara terbaik untuk mengatasi kondisi dan aktivitas normal. Melihat lokasi pada waktu yang berbeda dalam satu hari dan pada hari yang berbeda akan memberi Anda berbagai informasi. Jika cuaca buruk, perpanjang waktu survei Anda.

Buat catatan tentang apa yang Anda amati di setiap kunjungan lokasi. Jika perusahaan Anda tidak memiliki formulir survei pengendalian burung, bawalah salinan artikel ini bersama Anda dan kumpulkan informasi di setiap kategori di bawah, catat hari dan waktunya. Pastikan Anda memiliki teropong yang bagus, peta atau mapping lokasi, dan buku tentang spesies/ID burung atau aplikasi identifikasi burung. Berikut adalah detail untuk suveinya:

10 poin survei bird control:

  1. Apa jenis atau spesies burung yang dimaksud? Beberapa burung dilindungi undang-undang. Bahkan jika pekerjaan pengendalian burung yang Anda lakukan  adalah satu burung bersarang di  rumah, Anda harus tahu jawaban dari pertanyaan terpenting ini. Setelah Anda mengetahui ID burung tersebut, Anda dapat menentukan status regulasinya dan dapat meneliti kebiasaannya untuk informasi lebih lanjut.
survei pengendalian burung
                                 survei pengendalian burung (picture credit:goldmanimages|istock)
  1. Apakah ada burung jenis lain selain spesies burung hama yang juga berada atau menggunakan lokasi tersebut? Jika ya, kapan? Kehadiran burung non-target, dan terkadang hewan lain, akan memengaruhi jenis kontrol yang Anda pilih, terutama jika metode yang Anda gunakan adalah pengumpanan (baiting). Beberapa burung non-target akan memakan jagung dan umpan burung dari biji-bijian campuran. Ketahui peraturan setempat atau lokal mengenai kontrol atau perlindungan semua burung yang mengunjungi lokasi.
  2. Berapa ukuran lokasi yang diinfestasi burung atau terpengaruh? Berapa banyak populasi burungnya? Misalnya, apakah masalahnya terbatas pada satu atap gedung atau ada beberapa bangunan yang terlibat? Pekerjaan pengendalian burung yang besar mungkin berarti berurusan dengan beberapa pemilik bangunan atau otoritas lokal.
  3. Apa yang menarik burung ke lokasi tersebut?                                                                                Apakah ada banyak makanan dan air yang tersedia, atau apakah burung tertarik ke area tersebut untuk bertengger seperti pada pagar pelindung atau atap? Terkadang mengubah atau menghilangkan ketertarikan mungkin satu-satunya metode yang dibutuhkan.
  4. Apakah burung yang menghuni area tersebut atau burung migran? Terkadang burung hanya lewat, berhenti selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan. Burung yang bermigrasi mungkin dilindungi. Survei selama beberapa hari dan berbicara dengan orang-orang di area tersebut dapat membantu menentukan berapa lama burung telah ada. Ini mungkin masalah musiman dan sementara yang teratasi dengan sendirinya.
  5. Di mana burung bersarang, makan, bertengger dan bermalas-malasan? Ini mungkin pertanyaan paling penting yang dapat Anda jawab karena akan memberi tahu Anda di mana harus memusatkan tindakan pengendalian, terutama jika pengumpanan(baiting) atau jebakan (trapping). Merpati cenderung menggunakan lokasi yang berbeda untuk aktivitas yang berbeda dan lebih mudah keluar dari tempat bermalas-malasan paruh waktu daripada keluar dari tempat terlindung terlindung yang digunakan untuk bersarang.
  6. Jam berapa burung tiba di lokasi dan meninggalkan lokasi? Jika Anda menggunakan taktik menakut-nakuti atau teknik penyebaran lainnya, Anda mungkin ingin mengatur waktunya untuk kedatangan burung
  7. Jika Anda menghendaki burung meninggalkan lokasi, kemana mereka akan pergi? Ini menjadi penting dari sudut pandang hubungan masyarakat jika burung pindah begitu saja.
  8. Apakah lokasi yang terinfestasi burung merupakan tempat yang tepat untuk teknik eksklusi burung atau modifikasi habitat? Apakah Anda dapat memblokir burung dari tempat bertengger atau bersarang dengan perubahan struktural, jaring, sistem kejutan, kawat atau bird spike?
  9. Apakah metode pengendalian burung Anda mengakibatkan masalah hubungan masyarakat untuk pelanggan Anda atau dengan komunitas terdekat? Jika lokasi berada di komunitas apartemen yang padat atau area pusat kota, bahkan kontrol non-kimiawi dapat mengakibatkan pengaduan dari orang-orang yang merasa unggas tersebut diganggu.

Saat melakukan survey pengendalian burung di lokasi yang padat penduduk, tetap berhati-hati dan low-profile, coba kunjungi lokasi di luar jam kerja, dan sadari bahwa metode pengendalian tertentu, seperti menembak atau suara yang menakutkan, mungkin tidak cocok. Edukasi pelanggan Anda dan tetangga nya terkait tentang situasinya, apa yang rencana yang akan Anda lakukan dan apa yang dapat mereka harapkan.

READ
PENGENDALIAN KELELAWAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!