Sitophilus sp (kumbang bubuk beras)

Sitophilus sp (kumbang bubuk beras)

Spesies Sitophilus spp

Sitophilus spp atau yang lebih dikenal dengan kutu beras (sebenarnya golongan kumbang) Di Indonesia kumbang ini terdiri dari dua jenis yaitu 1).Sitophilus oryzae yang lebih dikenal dengan nama bubuk beras atau rice weevil dan 2). Sitophilus zeamais yang disebut dengan kumbang bubuk jagung atau maize weevil.

Morfologi Sitophilus spp 

Kedua jenis Sitophilus spp termasuk ke dalam famili Curculionidae.  Kedua jenis kumbang dewasa ini secara fisik sangat mirip sekali dengan dan dapat dikenali dengan dari bentuk kepalanya yang berbentuk moncong.  Pada ujung moncong terdapat mandibula yang kuat, yang berguna untuk melubangi kulit biji-bijian ketika makan dan ketika hendak meletakkan telur.

Tubuh Sitophilus berwarna coklat sampai coklat gelap, berukuran 2,5-3 mm, tergantung besar kecilnya butiran komoditi yang diserangnya. Bagian depan kepala membentuk tonjolan sampai melewati kedua pasang mata dan berbentuk seperti moncong (snout).  Pada bagian alat mulut terdapat mandibulata yang kuat yang berfungsi sebagai gigi.  Antena berbentuk siku dan seperti gada, terdiri dari 7-9 ruas.  Pada elitera (sayap depan) terdapat 4 noktah yang agak besar berwarna merah kecoklat-coklatan.  Elitera dengan sempurna menutupi seluruh bagian abdomen.  Tarsi kaki depan, tengah dan belakang berjumlah 4 ruas.

Larva Sitophilus berwarna putih dan berkerut-kerut, tubuhnya tidak  berkaki seperti lundi.  Stadium larva terdiri atas 4 instatr dan berkembang di dalam biji.

Pupa  Sitophilus berwarna kekuningan yang akan berubah menjadi coklat dengan bertambahnya umur pupa.  Pupa Sitophilus berada di dalam butiran komoditi.

Telur diletakkan pada lubang yang dibuat oleh imago betina pada permukaan biji dekat titik tumbuh dari biji.  Telur ditutup oleh cairan slime yang dihasilkan oleh serangga betina.

Siklus hidup Sitophilus spp

kumbang bubuk beras Sitophilus oryzae
kumbang bubuk beras Sitophilus oryzae (image credit:wikipedia)

Siklus hidup kumbang ini selama 30-45 hari pada kondisi optimum (suhu 28 dan kelembaban nisbi 70).  Seekor betina mampu meletakkan telur sebanyak 300-575 butir.  Lamanya stadia telur antara 5-8 hari.  Lamanya stadia larva antara 20-27 hari, lamanya stadia pupa antara 5-10 hari.  Kemampuan hidup imago Sitophilus spp selama 4-5 bulan.

Jenis kerugian yang ditimbulkan.  Kumbang bubuk merupakan hama primer (dapat menyerang bahan tanpa ada pertolongan hama lain).  Butir-butir komoditi yang diserang hama ini berlubang-lubang sehingga menyebabkan berkurangnya bobot komoditi secara drastis dan menurunkan kandungan gizi komoditi.

Di pabrik pangan kumbang bubuk merupakan hama utama pada komoditi jagung di tempat penyimpanan.  Butir-butir komoditi yang diserang hama ini berlubang-lubang dan beratnya menjadi turun secara drastis.  Akibat lain dari serangan kumbang bubuk ini menyebabka kenaikan suhu komoditi sehingga merangsang pertumbuhan cendawan untuk berkembang.  Akibat dua serangan dari kumbang dan cendawan komoditi jagung menjadi rusak sama sekali.

Tingkat intensitas serangan hama dan nilai kerugian.  Tingkat serangan kumbang ini akan sangat signifikan (kerusakan di atas 40%) setelah bulan ke-5 sejak dimulainya serangan, apabila tindakan pengendalian sama sekali tidak dilakukan.

Preferensi makanan Sitophilus spp

Kumbang bubuk ini merupakan hama utama pada komoditi beras, jagung, cantel dan gabah.

Ekologi hama Sitophilus spp

Kumbang Sitophilus spp, dapat berkembang biak dengan baik pada kondisi optimum (temperatur=28C dan kelembaban relatif 70%).  Pada kondisi seperti di atas kumbang bubuk ini dapat berkembang dengan baik pada biji-bijian yang bersih sekalipun bila kadar airnya >14%.  Pada temperatur 15,5C imago betina masih bisa meletakkan telur serta stadia larva dan pupa masih berkembang dengan sempurna meskipun memerlukan waktu yang lebih lama.  Pada suhu ±7C masih bisa bertahan hidup selama beberapa minggu walaupun dalam keadaan dorman.

 

READ
PENGENDALIAN HAMA GUDANG

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!