SINTETIK PIRETROID

SINTETIK PIRETROID

Pengertian Sintetik Piretroid

sintetik piretroid
                              sintetik piretroid

Sintetik Piretroid (golongan bahan kimia) merupakan tiruan dari bahan aktif insektisida botanik piretrum yaitu sinerin I yang berasal dari bunga Chrysanthemum cinerariaefolium Piretroid merupakan kelompok insektisida organik sintetik konvensional yang paling baru, digunakan secara luas sejak tahun 1970-an dan saat ini perkembangannya sangat cepat.  Keunggulan piretroid sintetik (PS) karena memiliki pengaruh “knock down” atau menjatuhkan serangga dengan cepat, tingkat toksisitas rendah bagi manusia.

Kelompok ini merupakan tiruan dari bahan aktif insektisida botanik piretrum yaitu sinerin I yang berasal dari bunga Chrysanthemum cinerariaefolium.  Sebagai insektisida botanik piretrum memiliki keunggulan yaitu daya “knock down” yang tinggi tetapi sayangnya di lingkungan bahan alami ini tidak bertahan lama karena mudah terurai oleh sinar ultraviolet.  Kecuali itu penggunaan di lapangan kurang praktis dan mahal karena piretrum harus lebih dahulu diekstraksikan dari bunga Chrysantenum.  Dari rangkaian penelitian kimiawi dengan melakukan sintesis terhadap susunan kimiawi piretrum dapat diperoleh bahan kimiawi yang memiliki sifat insektisidal mirip dengan piretrum dan bahan tersebut mempunyai kemampuan untuk bertahan lebih lama di lingkungan serta dapat diproduksikan di pabrik.  Jenis insektisida buatan yang mirip piretrum diberi nama piretrin yang kemudian menjadi modal dasar bagi  pengembangan SP lainnya.

Generasi Sintetik Piretroid

Sintetik Piretroid seringkali dikelompokkan menurut generasi perkembangannya di laboratorium.  Biasanya generasi yang lanjut merupakan perbaikan sifat  generasi sebelumnya.  Sasaran perkembangan sintetik piretroid kecuali sifat-sifat yang disebutkan di atas juga mencari dosis aplikasi yang sekecil mungkin dengan kemampuan mematikan serangga hama setinggi mungkin sehingga diperoleh efisiensi ekonomik yang tinggi.  Sampai saat ini sudah dikenal 4 generasi sintetik piretroid.  Salah satu anggota generasi pertama adalah alletrin, generasi kedua adalah resmetrin.

Yang paling banyak digunakan sekarang adalah generasi sintetik piretroid yang ketiga dan keempat.

Generasi ketiga antara lain fenvalerat dan permentrin.  Sekarang banyak digunakan untuk pengendalian hama-hama kapas, kedelai dan sayuran.  Untuk memperoleh efektivitas yang sama dosis aplikasi insektisida sintetik piretroid generasi baru lebih kecil bila dibandingkan organo klorin (OK) organofosfat (OP) .  Generasi keempat lebih hemat lagi dibandingkan dengan generasi ketiga.  Yang termasuk generasi keempat yang saat ini juga ada yang sudah diijinkan di Indonesia antara lain sipermetrin, flusitrinit, fluvalinat, deltametrin.

Sintetik Piretroid vs Strain Hama

Meskipun daya mematikan golongan ini sangat tinggi dan sangat sedikit menghadapi permasalahan lingkungan.  Namun menghadapi permasalahan utama yaitu percepatan perkembangan strain hama baru yang tahan terhadap insektisida sintetik piretroid.  Menurut pengalaman petani sayuran di Jawa insektisida golongan ini hanya dapat efektif selama 2 musim, setelah itu serangga hama selalu menjadi tahan.

pencarian terkait pest management:

READ
Apa itu LD50?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!