SIKLUS HIDUP RAYAP

SIKLUS HIDUP RAYAP

Proses siklus hidup rayap

Pada siklus hidup rayap, satu koloni rayap terbentuk dari sepasang laron (alates) betina dan jantan yang terbang secara berkelompok dari sarangnya (swarming), kemudian saling mencari pasangan.  Masing-masing pasangan laron tersebut kemudian beriringan menuju tempat yang dipilih untuk kawin dan membuat sarang.  Laron betina kemudian berperan sebagai ratu primer (primary queen), sedangkan laron jantan sebagai raja.  Telur yang dihasilkan dari perkawinan ratu dan raja tersebut akan menetas dalam rentang waktu yang bervariasi tergantung pada jenisnya.  Telur rayap C.curvignathus menetas setelah 8-11 hari, namun beberapa jenis rayap lain memiliki kisaran masa penetasan telur antara 20-70 hari.  Nimfa muda akan berkembang menjadi kasta pekerja, kasta prajurit, atau laron.  Itulah awal pembentukan koloni rayap.  Secara lengkap, siklus hidup rayap

Koloni rayap dapat juga terbentuk dari sebagian atau sekelompok anggota koloni yang memisahkan diri (migrasi) dari koloni utama.  Selanjutnya, koloni baru tersebut akan membentuk kasta reproduktif sekunder (neoten).  Koloni rayap tanah C. Curvignathus sangat mudah terbentuk melalui proses migrasi.  Sementara itu jenis rayap tingkat tinggi khususnya kelompok Macrotermitinae sangat sukar membentuk koloni baru melalui proses migrasi koloni.  Umumnya koloni baru hanya terbentuk melalui perkawinan sepasang laron.

Pembentukan koloni juga dapat terjadi secara isolasi, yaitu pembentukan koloni karena adanya sebagian anggota koloni yang terisolasi dari koloni utama akibat tersumbatnya atau tersekatnya liang-liang kembara atau ruang-ruang dalam sarang rayap.  Sebagian anggota koloni terisolasi tersebut kemudian membentuk kasta reproduktif sekunder yang pada saatnya akan melanjutkan reproduksi dan membentuk koloni baru.

Pembentukan kasta pada siklus hidup rayap

Bagaimana pembentukan kasta pada koloni rayap terjadi? Pertanyaan ini telah mengundang banyak peneliti seperti Grassi dan Sandias (1893), E.M. Miller (1969), Charles Noirot (1969), Luscher (1969), dan peneliti lainnya untuk melakukan penelitian intensif.  Penelitian modern pertama dilakukan oleh Batista Grassi, pada rayap tingkat rendah Kalotermes flavicollis.  Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa rayap K. Flavicollis yang dipisahkan dari koloninya mampu bertahan hidup dan membentuk koloni baru.  Selanjutnya Grassi dan Sandias pada tahun 1896 menemukan bahwa koloni rayap yang kehilangan kasta reprodukti primer akan membentuk neoten (kasta reproduktif sekunder) dalam waktu empat sampai tujuh hari.  Sebaliknya, koloni rayap yang masih memiliki kasta reproduktif primer tidak dapat membentuk koloni.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, muncul satu teori yang disebut Teori Ekstrensik.  Teori ini menyatakan bahwa semua individu rayap memiliki potensi untuk berkembang menjadi kasta prajurit, kasta pekerja dan kasta reproduktif dan pembentukannya dipengaruhi oleh faktor nutrisi dan faktor lingkungan.  Di pihak lain, Imms (1919) menyebutkan adanya faktor intrinsik yang mengendalikan pembentukan kasta di dalam koloni rayap Achortermopsis.

Pada tahun 1922. Thompson meneliti pembentukan kasta pada koloni rayap Zootermopsis.  Pada rayap tersebut dijumpai dua bentuk telur dan larva yang diduga berhubungan dengan pembagian kasta. Larva yang memiliki kepala berukuran kecil, serta otak dan gonad berukuran besar akan berkembang menjadi kasta reproduktif.  Sebaliknya, larva yang memiliki ukuran otak dan gonad yang kecil akan berkembang menjadi kasta pekerja atau kasta prajurit.  Akan tetapi, penelitian Health (1927) pada rayap yang sama tidak menemukan perbedaan bentuk telur seperti yang dilaporkan oleh Thompson.  Demikian juga pada berbagai jenis rayap tingkat rendah lain, tidak ditemukan adanya perbedaan bentuk telur tersebut.

Perkembangan penelitian selanjutnya, menyimpulkan bahwa kasta reproduktif primer memproduksi suatu bahan kimia yang spesifik yang dapat menghambat perkembangan nimfa betina menjadi neoten ( Pickens, 1932).  Hal ini diperkuat dengan penemuan Castle (1934) yang menunjukkan bukti adanya penghambatan oleh suatu bahan kimia yang disebut feromon.  Feromon penghambat munculnya kasta reproduktif suplementer ini dikeluarkan oleh kasta reproduktif primer, yang selanjutnya disebut feromon dasar (primer pheromone) atau feromon ratu (queen pheromone).  Feromon dasar menyebabkan terhambatnya pertumbuhan atau pembentukan neoten yang berfungsi menghambat diferensiasi kelamin.  Segera setelah kasta reproduktif primer mati, feromon ini hilang sehingga terbentuk neoten sebagai pengganti kasta reproduktif primer, tetapi kemudian neoten-neoten yang telah terbentuk kembali mengeluarkan feromon yang sama sehingga pembentukan neoten yang lebih banyak dapat dihambat.  Feromnon dasar juga berperan dalam pembentukan kasta pekerja dan kasta prajurit.

Disampinh feromon terdapat juga beberapa hormon, yaitu:hormon ecdyson dan hormon juvenil yang mempengaruhi pembentukan kasta pada rayap tingkat rendah.  Ketika hormon ecdyson diberikan pada nimfa instar kedua maka akan terbentuk beberapa seri hormon yang dapat membantu nimfa untuk berkembang menjadi kasta reproduktif.  Sebaliknya pemberian hormon juvenil akan menghambat perkembangan nimfa atau pseudoworker menjadi kasta reproduktif (Luscher 1960).

Pada rayap tingkat tinggi, famili Termitidae mekanisme  pembentukan kasta belum diketahui secara lengkap seperti pada rayap tingkat rendah.  Pembagian kasta pada rayap tingkat tinggi menunjukkan perkembangan yang lebih komplek.  Pemisahan individu menjadi pekerja, prajurit atau neoten dan imago pada rayap tingkat tinggi sudah dapat dilihat perkembangan perubahan morfologinya sejak instar pertama.  Hal ini memunculkan dugaan bahwa sejak awal individu-individu tersebut sudah mewarisi karakter genetik yang berbeda.  Di samping itu, feromon dasar ternyata tidak selalu dijumpai pada semua rayap tingkat tinggi.

pencarian terkait pest management:

READ
Biologi rayap dan perilakunya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!