Home » RAYAP » RAYAP KAYU KERING DAN PENGENDALIANNYA

Biologi dan Perilaku Rayap kayu kering

Rayap kayu kering mempunyai nilai “propagule pressure” yang tinggi yaitu kemampuan spesies untuk terintroduksi ke area non-native diantaranya mudah beradaptasi, perilaku biologi bersarang serta plastisitas kasta.

Rayap kayu kering biasa menyerang kayu-kayu yang kering, kayu yang tidak lapuk, termasuk kayu struktur bangunan, perabot rumah tangga, dan tempat penyimpanan kayu. Rayap kayu kering tidak memerlukan kelembaban yang tinggi dan dapat bertoleransi pada kondisi yang kering dalam waktu yang cukup lama. Mereka tinggal di atas tanah dan sarangnya tidak berhubungan dengan tanah. Keberadaannya dapat segera diketahui dari feses pelet, yang merupakan kotoran hasil pencernaan. Feses pelet adalah butiran-butiran halus dengan panjang +0.70 mm, dengan permukaan bersisi 6 buah yang rata dan ujungnya bulat.

serangan rayap kayu kering

Serangan rayap kayu kering

Siklus Hidup Rayap Kayu Kering

Meskipun jumlah anggota koloni rayap kayu kering tak sebesar koloni rayap tanah, namun ia dapat menyebabkan kerusakan yang serius terhadap kayu struktur maupun furniture yang mudah dipindahkan seperti mebel. Koloni rayap kayu kering bersarang di dalam kayu yang diserang dan tak berpindah sarang sampai kayu tersebut mengalami kerusakan parah. Infestasi rayap kayu kering sulit terdeteksi, dikarenakan sarang tak terlihat dari luar. Ketika infestasi diketahui melalui feses pelet, bisa dikatakan saat itu sudah terlambat, karena koloni sudah terbentuk cukup lama dan ekstensi serangan sudah melebar. Rayap kayu kering memiliki kemampuan mendeteksi struktur fisik kayu (Himmia dkk, 2016). Ketika membangun sarang, mereka memilih bagian kayu dengan tingkat kekerasan yang lebih rendah, serta menghindari patahan dan ekspose sisi terluar kayu.

siklus hidup rayap kayu kering

Gambar 2. Siklus hidup rayap kayu kering

Rayap kayu kering memiliki siklus hidup yang sangat berbeda dengan rayap tanah (Gambar 2). Kasta pekerja dalam koloni rayap tanah bersifat terminal, tak lagi tumbuh (molting) menjadi kasta yang lain. Koloni rayap kayu kering tak memiliki kasta pekerja sebagaimana yang terdapat di rayap tanah. Para ilmuwan memberikan beberapa istilah seperti “pekerja palsu (false worker)” atau pseudergate, yang merujuk pada instar akhir dari larva (Himmib dkk., 2016). Pseudergate bukanlah kasta terminal, namun dia memiliki kemampuan tumbuh menjadi berbagai kasta lain, seperti kasta prajurit atau nimfa yang kemudian tumbuh lebih lanjut menjadi kasta reproduktif (laron).

rayap kayu kering insitermes minor dan pseudergate

Gambar 3. Rayap kayu kering insitermes minor dan pseudergate

Ukuran Raja dan Ratu pada rayap kayu kering lebih kecil dibanding rayap tanah. Ratu rayap kayu kering juga mengalami perbesaran abdomen, namun masih mampu berpindah tempat secara bebas bersama koloni dan mencari makan sendiri (Gambar 3). Ketika reproduktif primer (Ratu atau Raja) absen, anggota koloni akan menggantikannya. Pseudergate maupun nimfa mampu tumbuh menjadi reproduktif pengganti, yang disebut Neotenik. Neotenik yang tumbuh dari pseudergate tak memiliki sayap di badannya. Identitas kelamin neotenik bisa diidentifikasi dengan melihat jumlah ruas abnomen di perut, serta atribut-atribut seksual yang melekat. Plastisitas tumbuh yang dimiliki pseudergate inilah yang membuat koloni rayap kayu kering mampu bertahan hidup, meskipun dalam  jumlah sedikit dan tiadanya kasta reproduktif. Oleh karena itu, jenis rayap ini termasuk hama permukiman yang paling invasif dan mudah tersebar.

Proses terbentuknya koloni rayap kayu kering

Gambar 4. Proses terbentuknya koloni rayap kayu kering

 

Gambar 4 Proses terbentuknya koloni rayap kayu kering. (a) Laron yang terbang keluar sarang untuk mencari pasangan. (b) Laron yang mendapatkan pasangan akan mematahkan sayapnya dan memilih lokasi sarang. (c) Proses penggalian lubang masuk sarang. (d) Sarang yang telah selesai sempurna, ditutup dengan semen feses.

Proses Terbentuknya koloni Nimfa dapat tumbuh menjadi laron yang berwarna coklat gelap dan memiliki sayap. Ketika musim terbang kelompok tiba, laron akan terbang keluar dari sarang untuk mencari pasangan. Laron jantan dan betina yang sudah mendapat pasangan, masuk ke dalam kayu untuk membuat sarang baru. Mereka masuk melalui celah atau retakan pada kayu, kemudian menutupnya dengan semen feses yang berwarna coklat yang berukuran diameter kurang lebih 3mm. Di sebelah penutup tadi mereka menggali ruangan yang akan digunakan sebagai ruangan ratu untuk melahirkan telur (Gambar 4).  Rayap muda (nimfa) yang lahir dari telur tersebut menjadi kasta pekerja untuk memulai kehidupan koloni baru. Kasta prajurit dan kasta reproduktif juga akan dibentuk dari rayap muda tersebut. Koloni rayap kayu kering berkembang sangat lambat dan maksimum anggota koloni berjumlah sangat sedikit. Jumlah anggota koloni yang berumur 4 tahunan berkisar kurang dari 1000 ekor, sedangkan koloni yang sudah tua berumur 10-15 tahunan anggotanya kira-kira berjumlah 3000 ekor. Jumlah tersebut sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah anggota koloni rayap tanah yang jutaan ekor.

Gambar 5. Jenis rayap kayu kering di indonesia

Gambar 5 Jenis rayap kayu kering yang ada di Indonesia. (a) Cryptotermes cynocephalus dan (b) Cryptotermes dudleyi (Sumber gambar: Walker, K. (2006), PaDIL). Keduanya bisa dibedakan dari bentuk labrum dan mandibel. Jumlah anggota koloni rayap kayu kering relatif kecil dan pertumbuhan koloninya sangat lambat dibandingkan dengan rayap tanah. Sehingga, kerusakan terhadap struktur kayu bangunan pun relatif lambat, jika dibandingkan dengan kerusakan yang diakibatkan oleh rayap tanah. Namun demikian, infestasi rayap kayu kering yang bersifat laten dan kasat mata bisa sangat berbahaya, terutama jika infestasi terjadi pada bagian struktur utama bangunan kayu. Saat gempa bumi maupun angin kencang, bangunan akan rawan rubuh dan membahayakan penghuninya.

Inspeksi dan Identifikasi Serangan Rayap Kayu Kering

 1. Inspeksi serangan secara visual

Serangan kayu kering ini tidak mudah dideteksi sebab hidupnya terisolir di dalam kayu yang berfungsi sebagai sarangnya.  Salah satu dari tanda-tanda khusus serangan rayap kayu kering yang mudah dikenali yaitu dengan mengidentifikasi feses pelet (Gambar 6a). Ekskremen-ekskremen tersebut merupakan kotoran-kotoran rayap kayu kering yang dibuang keluar sarangnya. Identifkasi visual juga bisa dilakukan dengan bantuan senter/lampu LED dengan tingkat visibilitas tinggi. Sering terlihat secara kasat mata bahwa kayu terlihat masih utuh dan mulus, namun apabila kita tekan/ketuk permukaannya maka kayu akan pecah sebab telah keropos di dalamnya.

2. Inspeksi serangan menggunakan alat pendeteksi

Inspeksi serangan kayu kering dalam struktur bangunan yang besar seringkali tak bisa dilakukan secara visual. Ada kalanya obyek inspeksi jauh dari jangkauan ataupun tak ditemukan feses pelet.  Penggunaan alat inspeksi khusus tentunya diperlukan dalam keaadaan tersebut. Beberapa alat pendeteksi serangan rayap kayu kering yang saat ini ada di pasaran adalah pendeteksi gelombang mikro dan pendeteksi gelombang panas. Aktifitas makan dan pergerakan koloni rayap di dalam kayu dapat ditangkap oleh sensor gelombang yang dimiliki alat-alat tersebut.

Walaupun menyerang komponen-komponen kayu pada bangunan, namun uniknya, rayap kayu kering tidak menyerang barang berlignoselulosa lainnya seperti arsip-arsip, buku, lukisan dan lain-lain. Kerusakan yang ditimbulkan oleh rayap kayu kering berbeda dengan rayap tanah. Rayap kayu kering memotong melintang arah serat kayu kemudian membuat ruangan besar dalam kayu yang akan dihubungkan dengan lorong-lorong kecil. Ruangan besar dan lorong-lorong kecil dijaga kebersihannya, sedangkan kotoran dan sisa-sisa makan kayu dikumpulkan dalam ruangan yang tidak terpakai atau dikeluarkan melalui lubang kecil di permukaan kayu (kickout holes). Kotoran yang dikeluarkan oleh rayap kayu kering juga sangat mudah dibedakan dengan kotoran yang dikeluarkan oleh serangga pembor lainnya seperti kumbang. Kotoran atau feses pelet yang dikeluarkan berbentuk sisi permukaan konkaf enam sisi dan sangat keras (Gambar 6) sedangkan serangga pembuat lobang (borer) berupa serbuk halus seperti tepung.

Pengendalian Rayap Kayu Kering

Cara pengendalian serangan rayap kayu kering yaitu dengan fumigasi dan perlakuan kayu. Perlakuan kayu hanya dilakukan apabila serangan belum serius sehingga hanya dilakukan perlakuan didaerah yang terserang saja. Akan tetapi apabila serangan rayap kayu kering sudah menjalar ke seluruh bagian struktur kayu maka lebih baik dilakukan fumigasi

1.Pengendalian dengan fumigasi

Fumigasi dilakukan biasanya dengan menggunakan bahan kimia gas sulfuryl fluoride, Phosfin atau methyl bromide. Bangunan yang akan difumigasi ditutup rapat dengan penutup khusus untuk fumigasi kemudian gas dimasukkan kedalamnya. Penggunaan vikane mempunyai keuntungan dapat cepat secara uniform pada temperatur ruangan ke dalam tempat rayap kayu kering berada. Proses fumigasi harus dilakukan oleh seorang yang sudah profesional yang telah mendapatkan pelatihan dalam bidang penggunaan gas.

2.Pengendalian dengan perlakuan panas atau dingin

Perlakuan ini sama dengan perlakuan fumigasi yaitu bangunan atau ruangan yang terbatas dan memerlukan peralatan yang khusus. Kedua perlakuan tersebut jarang digunakan di Indonesia. Perlakuan extra panas menggunakan propane heater atau perlakuan dingin menggunakan nitrogen cair memerlukan teknik khusus, karena menggunakan udara yang bersuhu sekitar 145 – 160 0C dan dipompakan ke dalam ruangan dengan menggunakan selang fleksibel untuk beberapa jam. Karena menggunakan udara panas, barang-barang yang sensitif terhadap panas harus disingkirkan atau dibungkus dengan bahan anti panas. Untuk perlakuan dingin, biasanya dilakukan terhadap dinding atau partisi dengan mengalirkan nitrogen cair hingga temperatur terendah yang mematikan tercapai.

Gambar 8. Pengendalian rayap kayu kering dengan perlakuan titik tertentu (spot treatment) menggunakan bahan kimia berbentuk aerosol.

3. Pengendalian dengan perlakuan titik tertentu (spot treatment)

Titik lokasi kayu yang teridentifikasi serangan dibor selebar 1 cm sampai mencapai lorong-lorong rayap. Selanjutnya, bahan kimia dalam bentuk larutan, aerosol atau serbuk (dust) dimasukkan melalui lubang tersebut dengan menggunakan tekanan. Serbuk diinjeksikan ke dalam lorong rayap dalam jumlah yang cukup sedikit karena apabila dalam jumlah banyak akan menutupi ruangan rayap sehingga areal tersebut terisolasi. Apabila daerah yang terinfestasi terbatas, maka penggunaan aerosol formulasi serbuk lebih banyak disarankan. Perlakuan tersebut harus cukup hati-hati apabila zat yang digunakan mengandung pelarut minyak yang mudah terbakar.  Oleh karena itu, sebaiknya digunakan zat kimia yang pelarutnya menggunakan pelarut air. Setelah proses injeksi selesai, lubang tersebut segera ditutup kembali dengan menggunakan paku kayu.  Termitisida yang cocok untuk pengendalian rayap kayu kering adalah jenis termitisida yang non-repelen seperti jenis nikotinoid, pirol atau asam borat.

4. Dusting.

Perlakuan ini sangat prospektif untuk mengendalikan rayap kayu kering karena mudah dilakukan langsung ke sasaran. Caranya bias dengan menyemprotkan ke lubang galeri atau dengan memberikan perangkap seperti metoda umpan kemudian badang rayap disemprot lalu dilepas kembali ditempat yang sama.

5. Pemasangan umpan (baiting).

Sistem pemasangan umpan merupakan cara baru dalam metoda pengendalian rayap tanah, namun untuk rayap kayu kering belum ada metoda yang cocok dilakukan dalam rayap kayu kering dan masih dalam tahap wacana para peneliti.  Kumbang Perusak Kayu Rayap merupakan serangga penting yang paling banyak menyebabkan kerusakan kayu dan menyebabkan kerugian ekonomi yang serius. Akan tetapi, beberapa jenis serangga lain juga dapat menimbulkan permasalahan pada kayu. Identifikasi serangga perusak kayu menjadi sulit apabila serangga dewasa jarang ditemukan pada kayu yang terserang. Diagnosa serangan didasarkan pada aktivitas larva dan bukti lain yang ditinggalkan. Penampakan atau tekstur kayu ataupun bubuk kayu hasil serangan serangga perusak (frass)dapat digunakan untuk mengindentifikasi jenis serangga perusak kayu. Gambar 9 berikut menampilkan contoh kayu yang diserang oleh serangan serangga perusak kayu.

Gambar 9. Serangan bubuk kayu kering, diidentifikasi dari serbuk halus (powder) kayu di seputar lubang serangan (Sumber gambar: T&C Pest Solutions Inc.).

Pengenalan atau identifikasi jenis organisme perusak kayu merupakan tahapan yang sangat penting dalam manajemen pengendalian serangga perusak. Di sini akan dipaparkan jenis-jenis serangga perusak kayu yang menyebabkan kerusakan yang signifikan.

Sulaeman Yusuf, S. Khoirul Himmi, dan Titik Kartika (disampaikan pada Pest Academy 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name
Email
Website


        
          
error: Content is protected !!