PHEROMONE TRAPS SERANGGA HAMA GUDANG

PHEROMONE TRAPS SERANGGA HAMA GUDANG

Pheromone traps serangga hama gudang

Pheromone traps serangga hama gudang, digunakan sebagai alat monitoring.  Apa yang dimaksud dengan pheromone serangga?_  _> ini merupakan salah satu “bahasa” serangga.  Banyak serangga berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan substansi kimia yang dinamakan “pheromones” sedangkan manusia pada umumnya berkomunikasi terutama dengan bahasa. Dalam pengertian ini, pheromones serangga dapat dianggap sebagai bahasa serangga.  Untuk memahami bahasa serangga , kita harus menerjemahkan pheromones ke dalam bahasa manusia.

Pheromones dan monitoring serangga

Dalam rangka mencoba memahami pheromone sebagai bahasa, kita dapat menggunakan pheromone  untuk mendapatkan informasi tentang spesies serangga.  Jika pheromones bermakna “Datanglah kesini ( Come here!!!)>  Ini dapat digunakan untuk memanggil bersama-sama banyak individu.  Sticky trap pada perangkat pheromones dapat menangkap sejumlah hama, Jumlah hama yang tertangkap dapat menyediakan informasi lebih mengenai spesies hama bersangkutan.

Pheromones untuk memanggil hama-hama secara bersama-sama: Kemarilah!

Banyak pheromone serangga telah diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam sejumlah kelompok, atas dasar fungsinya sebagai bahasa.Dalam banyak kasus, sex pheromone  dan aggregation pheromone yang bermakna “kemarilah” . Akhirnya, dua pheromones ini cocok digunakan pada pheromones trap

Pheromone sex dan Pheromone agregasi

Baik pheromone sex maupun pheromone agregasi bekerja sebagai “bahasa” untuk memanggil inidividu-individu secara bersama-sama.  Bagaimanapun penggunaan sex pheromone sebagai bahasa, secara substansi berbeda dari pheromone agregasi.  Serangga hama gudang menggunakan pheromone sex dengan aktivitas yang tinggi terhadap pheromones tersebut dibandingkan dengan pheromones aggregasi . Perbedaannya terutama didasarkan pada biologi dan perilaku serangga-serangga tersebut.  Sebagai contoh, kumbang tembakau dewasa jantan/Lasioderma sp  tidak memakan apapun dalam kondisi penyimpanan, sehingga umur mereka/longevity lebih dari dua minggu.  Selama waktu ini, serangga aktif terbang untuk mencari serangga betina dan tertarik secara kuat pada sex pheromones dalam rangka kawin dengan serangga betina, selama waktu terbatas yang ada.  Berbeda dengan adult red flour beetles/Tribolium castaneum yang tetap tinggal pada habitat yang sama seperti pada saat fase larva, memakan makanan yang cukup dan hidup relatif lama, lebih dari dua ratus hari.  Aggregasi dalam habitat, serangga jantan dewasa dapat menemukan serangga betina dewasa secara mudah dan kawin dengan mudah. Aggregation pheromone bekerja dalam habitat sehingga keefektifannya sebagai attraktan tidak tinggi.

Aktivitas attraktan pada pheromone

Ketika banyak individu tertangkap oleh pheromone, dapatkah kita katakan pheromones tersebut mempunyai aktivitas attraktan yang tinggi? Banyak serangga dapat tertangkap oleh pheromone yang ditempatkan dekat kepadanya, sekalipun pheromone  tersebut mempunyai aktivitas yang rendah.  Ketika pheromone traps dapat menangkap serangga yang berasal dari area yang jauh dimana  pheromone traps  tersebut ditempatkan, ini menegaskan bahwa pheromone  tersebut memiliki aktivitas aktraktan yang tinggi, oleh karena itu aktivitas aktraktan bukanlah berapa jumlah yang tertangkap melainkan jarak efektif darimana hama dapat tertarik.

Monitoring dengan menggunakan pheromone sex dan pheromone agregasi

Banyak sex pheromone yang mempunyai aktivitas attraktan yang tinggi sehingga memiliki jarak efektif yang jauh dan atau lebar pada suatu area.  Sedangkan aggregation pheromone mempunyai jarak efektif yang pendek dan atau area efektif yang terbatas.  Jika kita menggunakan dua jenis pheromones ini sebagai attraktan pada pheromones trap kita harus mengembangkan penggunaan yang berbeda berdasarkan perbedaan tingkat aktivitas attraktan dari masing-masing pheromone.

Pheromone Trap Kumbang Tembakau
   Pheromone Trap Kumbang Tembakau

Monitoring yang efektif dengan menggunakan trap pheromone agregasi

Pheromones trap biasanya dimonitor untuk memperkirakan jumlah individu, atau untuk menentukan sumber infestasi untuk seluruh wilayah. Aggregation pheromone mempunyai aktivitas atraktan yang rendah dibandingkan dengan sex pheromone, oleh karena itu, ketika aggregation pheromone traps digunakan untuk pemantauan, teknik khusus diperlukan untuk mencapai akurasi pemantauan yang sama dengan yang dicapai oleh sex pheromones traps

Meningkatkan jumlah perangkap yang ditempatkan di area

Sebuah pheromones trap adalah mirip dengan sebuah “radar”. Jika setiap “radar” memiliki area pencarian yang terbatas, dibutuhkan banyak radar untuk mencari seluruh area dimana serangga berada. Hal ini karena ketika jumlah radar tidak cukup pada suatu area, banyak serangga melewati area tidak terdeteksi radar.

Monitoring yang efektif dengan menggunakan aggregation pheromones trap

Pheromones traps biasanya dimonitor untuk memperkirakan jumlah individu, atau untuk menentukan sumber infestasi untuk seluruh wilayah. Aggregation pheromone mempunyai aktivitas atraktan yang rendah dibandingkan dengan sex pheromone, oleh karena itu, ketika aggregation pheromone traps digunakan untuk pemantauan, teknik khusus diperlukan untuk mencapai akurasi pemantauan yang sama dengan yang dicapai oleh sex pheromones traps

1. Meningkatkan jumlah perangkap yang ditempatkan di area

Sebuah pheromones traps adalah mirip dengan sebuah “radar”. Jika setiap “radar” memiliki area pencarian yang terbatas, dibutuhkan banyak radar untuk mencari seluruh area dimana serangga berada. Hal ini karena ketika jumlah radar tidak cukup pada suatu area, banyak serangga melewati area tidak terdeteksi radar.

2.Memperkuat aggregation pheromones traps

Aktivitas attraktan yang terbatas pada sebuah aggregation pheromones traps berarti bahwa suara serangga yang menggunakan “bahasa” ini mencapai area yang terbatas.  Pada situasi yang sama, manusia dapat menggunakan “loudspeaker” untuk memperluas jangkauan suaranya ke semua area. Jenis substansi apa yang bekerja layaknya seperti “loudspeaker”? Attraktant makanan menjanjikan sebagai kandidat “loudspeaker” karena serangga cenderung tertarik pada makanan.  Kemudian aggregation pheromone sering digunakan bersama attraktan makanan pada pheromone traps

 

READ
Sitophilus sp (kumbang bubuk beras)

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!