PEST CONTROL DALAM FOOD SAFETY MANAGEMENT SYSTEM

PEST CONTROL DALAM FOOD SAFETY MANAGEMENT SYSTEM

Pest Control Sebagai Prasyarat Dasar (PRPS)

Pest control terdapat dalam GMP dan PRP sebagai landasan dari Food Safety Management System

Good Manufacturing Practice (GMP)  : adalah pedoman atau prosedur yang menjelaskan bagaimana memproduksi makanan agar aman, bermutu dan layak dikonsumsi.

GMP di Indonesia diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 75/M-IND/PER/7/2010 tentang Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB)

segitiga food safety
segitiga food safety

CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik)

  1. Lokasi
  2. Bangunan
  3. Fasilitas Sanitasi
  4. Mesin dan Peralatan
  5. Bahan
  6. Pengawasan Proses
  7. Produk Akhir
  8. Laboratorium
  9. Karyawan
  10. Pengemas
  11. Label dan keterangan produk
  12. Penyimpanan
  13. Pemeliharaan dan Program Sanitasi
  14. Pengangkutan
  15. Dokumentasi dan pencatatan
  16. Pelatihan
  17. Penarikan Produk
  18. Pelaksanaan Pedoman

PERSYARATAN PEST CONTROL DALAM CPPOB

  1. Pemeliharaan dan Program Sanitasi
  2. Pemeliharaan dan program sanitasi terhadap fasilitas produksi (bangunan, mesin/peralatan, pengendalian hama, penanganan limbah dan lainnya) dilakukan secara berkala untuk menjamin terhindarnya kontaminasi silang terhadap pangan yang diolah.
  3. Program Pengendalian Hama

1)   Hama (binatang pengerat, serangga, unggas dan lainnya) merupakan penyebab utama menurunnya mutu dan keamanan pangan olahan. Praktek higiene yang baik harus diterapkan untuk mencegah masuknya hama ke dalam pabrik. Program pengendalian hama dilakukan untuk mengurangi

kemungkinan serangan hama melalui:

  1. a) Program sanitasi yang baik;
  2. b) Pengawasan terhadap bahan-bahan yang masuk ke dalam pabrik/tempat produksi; dan
  3. c) Memantau atau mengurangi penggunaan pestisida, insektisida dan rodentisida yang dapat mencemari produk.

2)   Untuk mencegah masuknya hama ke dalam pabrik/tempat produksi seharusnya dilakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

  1. a) Bangunan pabrik/tempat produksi dalam keadaan terawat dengan kondisi baik untuk mencegah masuknya hama;
  2. b) Lubang-lubang dan saluran yang memungkinkan masuknya hama dalam keadaan tertutup;
  3. c) Jendela, pintu dan ventilasi dilapisi dengan kasa dari kawat untuk menghindari masuknya hama;
  4. d) Hewan seperti anjing dan kucing tidak boleh berkeliaran di lingkungan dan didalam pabrik/tempat produksi.

3) Untuk mencegah timbulnya sarang hama di dalam pabrik/tempat produksi diperlukan tindakan sebagai berikut:

  1. a) Pangan olahan seharusnya disimpan dan disusun dengan baik,tidak langsung bersentuhan dengan lantai dan jauh dari dinding serta langit-langit;
  2. b) Ruangan di dalam maupun di luar pabrik/tempat produksi seharusnya dalam keadaan bersih;
  3. c) Tempat sampah harus dalam keadaan tertutup dan dibuat dari bahan yang tahan hama; dan
  4. d) Pabrik/tempat produksi dan lingkungannya seharusnya diperiksa dan dipantau dari kemungkinan timbulnya sarang hama.

4) Sarang hama seharusnya segera dimusnahkan.

5) Pembasmian hama dengan bahan kimia, bahan biologi atau secara fisik seharusnya dilakukan tanpa mempengaruhi mutu dan keamanan produk.

CPPOB terkait Pest Control

  1. Adanya program Sanitasi secara Reguler
  2. Inspeksi incoming material
  3. Pembatasan penggunaan chemical/pestisida
  4. Inspeksi pest access
  5. Program eksklusi/penutupan akses pest
  1. Standar penyimpanan material
  2. Waste management

ISO/TS 22002-1 PRP in Food Manufacturing (2009)

ISO/TS 22002-1 merupakan dokumen yang sifatnya teknis (spesifik) dan berisikan      persyaratan-persyaratan dasar untuk mencapai keamanan pangan

ISO/TS 22002-1 merupakan dokumen teknis yang wajib diimplementasikan oleh industry sebagai syarat untuk sertifikasi FSSC 22000

15.000 perusahaan makanan di dunia menggunakan sertifikat FSSC 22000 untuk Food Safety sistem mereka

Unsur ISO/TS 22002-1 PRP in Food Manufacturing (2009)
  1. Construction and Layout of Building
  2. Layout of premises
  3. Utilities
  4. Waste Disposal
  5. Equipment suitability, cleaning and maintenance
  6. Management of Purchased material
  7. Measures for prevention of Cross Contamination
  8. Cleaning and Sanitizing
  9. Pest Control
  10. Personnel Hygiene
  11. Rework
  12. Product Recall
  13. Warehousing
  14. Product Information
  15. Food Defence
Persyaratan Pest Control di ISO/TS 22002-1

Persyaratan Umum

Hygiene, cleaning, incoming materials inspection and monitoring procedures shall be implemented to avoid creating an environment conducive to pest activity.

The establishment shall have a nominated person to manage pest control activities and/or deal with appointed expert contractors.

Pest management programmes shall be documented and shall identify target pests, and address plans,methods, schedules, control procedures and, where necessary, training requirements.

Programmes shall include a list of chemicals which are approved for use in specified areas of the establishment.

Akses Pest

Buildings shall be maintained in good repair. Holes, drains and other potential pest access points shall be sealed.

External doors, windows or ventilation openings shall be designed to minimize the potential for entry of pests.

Infestasi Pest

Storage practices shall be designed to minimize the availability of food and water to pests

Material found to be infested shall be handled in such a way as to prevent contamination of other materials, products or the establishment.

Potential pest harbourage (e.g. burrows, undergrowth, stored items) shall be removed.

Where outside space is used for storage, stored items shall be protected from weather or pest damage (e.g. bird droppings).

Monitoring

Pest-monitoring programmes shall include the placing of detectors and traps in key locations to identify pest activity.

A map of detectors and traps shall be maintained.

Detectors and traps shall be designed and located so as to prevent potential contamination of materials, products or facilities.

Detectors and traps shall be of robust, tamper-resistant construction. They shall be appropriate for the target pest.

The detectors and traps shall be inspected at a frequency intended to identify new pest activity.

The results of inspections shall be analysed to identify trends.

Pembasmian Hama

Eradication measures shall be put in place immediately after evidence of infestation is reported.

Pesticide use and application shall be restricted to trained operatives and shall be controlled to avoid product safety hazards.

Records of pesticide use shall be maintained to show the type, quantity and concentrations used; where, when and how applied, and the target pest.

Ringkasan Persyaran Pest Control ISO/TS 22002-1

  • Inspeksi material
  • PIC Pest control (customer)
  • IPM plan (target pest, metode pest control, prosedur dan rencana training)
  • Daftar aproved chemical (jenis, permit dan area penggunaan)
  • Inspeksi potensi akses pest/building integrity
  • Potensi sumber makanan untuk pest
  • Prosedur penanganan produk terkontaminasi pest
  • Pest bait mapping dan jadwal inspeksi
  • Trend data pest sighting dan analisa root cause+ saran
  • Data penggunaan pestisida dan permitnya

 

READ
APA YANG DIMAKSUD DENGAN HACCP?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!