Pest Control atau Pest Management

Apa perbedaan antara pest control dan  pest management?

Beberapa tahun yang lalu , istilah Integrated Pest Management (IPM) berawal dari istilah Integrated Pest Control (IPC). Kata “control” mengacu kepada upaya untuk membunuh hama (terutama menggunakan pestisida sintetik), hal tersebut tidak mempertimbangkan pencegahan permasalahan hama. Pest control berarti menyelesaikan suatu masalah setelah pertistiwa terjadi (metode kuratif), biasanya tidak memiliki efek jangka panjang; permasalahan hama akan terjadi lagi suatu saat nanti.

Lama kelamaan, kata  “control” berubah menjadi “management”. Tujuan pest “management” program adalah untuk mencegah hama dari merusak tanaman. Pengendalian hama tidak berarti pemberantasan hama melainkan mencegah jumlah hama dari membangun sampai pada titik di mana mereka menjadi masalah.

Dalam IPM, keputusan pest management selalu didasarkan atas kebutuhan dan efektifitas daripada schedule. Elemen penting dari IPM adalah merencanakan ke depan, melakukan monitoring, antisipasi serta mempersiapkan sebelum masalah hama terjadi.

Sangat penting untuk menyadari bahwa IPM tidak hanya berarti mengelola (manage) hama (pests), akan tetapi lebih kepada mengelola keseluruhan sistem agro-ekosistem yang ada dengan cara yang seimbang untuk memelihara keragaman hayati yang ada di lahan.

Apa itu IPM?

Integrated Pest Management (IPM)  adalah pendekatan yang efektif dan ramah lingkungan untuk mengelola hama yang mengandalkan kombinasi praktik pengendalian. IPM programs menggunakan informasi yang aktual, komprehensif terkait siklus hidup hama dan interaksinya terhadap lingkungan. Informasi ini dikombinasikan dengan metode pengendalian yang dipilih, digunakan dalam program pengelolaan hama yang  efektif, efisien dan aman baik terhadap manusia maupun lingkungan.

Pendekatan IPM dapat dipraktikan baik pada ekosistem pertanian dan nonpertanian, seperti rumah, taman, dan permukiman.  PHT memanfaatkan semua pilihan pengelolaan hama yang tepat yang tersedia termasuk penggunaan  pestisida secara bijaksana. Berbeda dengan pada sistem pertanian organik, produksi makanan organik menerapkan banyak konsep yang sama dengan PHT namun tidak menggunakan pestisida sintetis melainkan pestisida nabati.

Bagaimana program IPM berjalan?

IPM bukan satu langkah tunggal pengelolaan hama, lebih dari itu merupakan sebuah rangkaian meliputi evaluasi, keputusan dan tindakan pengendalian (control). Dalam melaksanakan IPM perlu memperhatikan empat langkah berikut:

  • Menentukan Ambang Batas Tindakan (Action Thresholds)

Sebelum mengambil tindakan/control, IPM terlebih dahulu menentukan ambang batas tindakan (Action tresholds), satu titik dimana populasi hama atau kondisi lingkungan mengindikasikan tindakan pest control perlu diambil. Dalam ekosistem pertanian terutama, keberadaan seekor serangga bukan berarti tindakan pengendalian harus dilakukan.  Tingkat dimana populasi hama melebihi ambang batas ekonomi, sangat penting untuk diambil keputusan agar dilakukan upaya tindakan pengendalian.

  • Monitoring dan Identifikasi hama

Tidak semua serangga, dan organisme hidup lainnya memerlukan kontrol. Banyak organisme tidak berbahaya, dan ada pula yang bermanfaat. Program PHT bekerja untuk memantau hama dan mengidentifikasi mereka secara akurat, sehingga keputusan pengendalian yang tepat dapat dilakukan bersamaan dengan ambang tindakan. Pemantauan dan identifikasi ini menghilangkan kemungkinan pestisida digunakan secara tidak bijaksana atau tidak tepat sasaran.

  • Pencegahan

 IPM programs diterapkan  untuk mengelola tanaman, halaman, atau area dalam yang bertujuan mencegah hama agar tidak menjadi ancaman. Pada tanaman pertanian, misalnya langkah pencegahan dapat berupa penerapan pengendalian secara kultur teknis, seperti rotasi tanaman, penggunaan varietas tahan, menanam tanaman bebas hama. Pada permukiman, langkah pencegahan dapat berupa: interception (mencegah agar hama tidak terbawa oleh material yang masuk), eksklusi (penutupan akses hama, yang dapat berupa celahan, lubang dsb), harborage removal (penghilangan potensi sarang) dll. Metode control seperti ini dapat menjadi sangat efektif dan efisien secara biaya serta minim bahkan tidak ada resiko terhadap manusia atau lingkungan.

  • Control

Ketika monitoring, identifikasi, dan ambang batas tindakan mengindikasikan tindakan pest control diperlukan, dan  metode preventif belum dapat dilakukan dalam waktu yang mendesak, IPM programs kemudian mengevaluasi tindakan control seperti apakah yang tepat baik dilihat dari sisi efektifitas maupun resiko yang rendah. Tindakan pengendalian hama (pest control) yang efektif dan rendah resiko lah yang pertama kali dipilih, mencakup chemical dengan target yang tinggi (highly targeted chemicals), seperti pheromones untuk mengganggu perilaku kawin hama atau mechanical control, seperti perangkap (trapping). Jika kemudian langkah monitoring, identifikasi dan ambang batas tindakan yang dilakukan mengindikasikan bahwa tindakan control rendah resiko tersebut tidak berjalan sesuai yang diharapkan (tidak efektif), maka metode pest control tambahan harus dilakukan, seperti penggunaan pestisida (spraying) tertarget dimana penggunaan pestisida dengan kisaran inang yang luas menjadi pilihan terakhir.

 

READ
KALIBRASI ALAT SEMPROT

 

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!