PENGGUNAAN IKAN PEMAKAN JENTIK NYAMUK

PENGGUNAAN IKAN PEMAKAN JENTIK NYAMUK

Ikan Pemakan Jentik Nyamuk (Larvivorous Fish)

Ikan pemakan jentik nyamuk, telah banyak digunakan di bidang kesehatan masyarakat, sejak tahun 1903. Salah satu yang paling sukses dan agen kontrol biologis yang banyak digunakan untuk melawan jentik nyamuk adalah ikan air tawar atas atau ikan nyamuk/ikan cere Gambusia affinis. Ikan selain Gambusia yang telah mendapat perhatian paling banyak sebagai agen pengontrol nyamuk adalah Poecilia reticulata, atau yang lebih dikenal sebagai ikan guppy.

Kita ambil contoh negara Amerika Serikat misalnya, disana Semua negara bagian disarankan untuk meningkatkan penggunaan ikan sebagai metode pengendalian biologis di daerah pedesaan. Berikut ini Panduan penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk sebagai pengendalian vektor.

Keunggulan Penggunaan Ikan Pemakan Larva Nyamuk (Larvivorous Fish)

  • Ikan-ikan ini terus-menerus berkembang-biak di alam  dan terus menerus mengurangi larvi nyamuk dalam waktu yang cukup
  • Biaya dalam penggunaan ikan pemakan jentik nyamuk relatif lebih rendah dibandingkan dengan pengendalian
  • Penggunaan ikan adalah metode pengendalian yang ramah lingkungan.
  • Ikan pemakan larva nyamuk (larvivorous fish) seperti Gambusia dan Poecilia lebih memilih perairan dangkal di mana larva nyamuk juga berkembang biak.

Karakteristik Ikan Pemakan Jentik Nyamuk (Larvivorous Fish)

  • Ikan harus berukuran kecil untuk bertahan hidup di perairan dangkal.
  • Ikan mencari makanan di sekitar permukaan air dan bersifat karni
  • Harus mampu bertahan hidup bila tidak ada jentik nyamuk.
  • Harus mudah dikembangbiakan/rearing. ?
  • Harus mampu bertahan dari berbagai suhu dan intensitas cahaya.
  • Harus tangguh dan mampu bertahan selama pengiriman/ transportasi dan saat waktu
  • Tidak menjadi sumber makanan predator (pemakan ikan).
  • Memiliki preferensi lebih tinggi terhadap jentik nyamuk dibandingkan jenis  makanan lain yang tersedia di permukaan air.

Species Ikan Pemakan Jentik Nyamuk

  1. Ikan Cere/Gambezi  (Gambusia affinis)
ikan pemakan larva nyamuk ikan cere
ikan pemakan larva nyamuk ikan cere

Gambusia affinis telah digunakan di India sejak 1928. Ini adalah spesies eksotis dan telah tersebar di seluruh bagian dunia  yang lebih hangat. Di Indonesia Gambusia affinis dikenal dengan nama ikan gepi (Betawi), bungkreung (Sunda), cetol atau cithul (Jawa) dan lain-lain.

Habitat Ikan Cere (Gambusia affinis)

Cere/Gambezi adalah ikan yang sangat kuat dan dapat  beradaptasi dengan berbagai keadaan suhu serta  kandungan bahan kimia dan organik dari air tetapi tidak mentolerir polusi organik yang sangat tinggi. Suhu optimal untuk reproduksi berkisar antara 240C ke 340C tetapi ikan dapat bertahan hidup pada suhu titik beku. PH air yang paling sesuai adalah antara 6,5 dan 9,9. Area dimana Gambusia hidup dan tinggal sangat cocok untuk jentik nyamuk. Ia hidup dan berkembang biak di kolam yang d dangkal dan memiliki vegetasi untuk berlindung.

Ukuran Tubuh  dan Lama Hidup Ikan Cere

Ukuran maksimum yang dicapai oleh ikan jantan adalah 4,5 cm. dan betina 5,2 cm hingga 6,8 cm. Lama hidup kira-kira >4 tahun.

Reproduksi Ikan Cere (Gambusia affinis)

Betina mencapai kematangan seksual (mature) dalam waktu sekitar 3 hingga 6 bulan. Setiap ovarium mengandung sekitar 120 telur. Induk ikan mengeluarkan sekitar 25-30 ekor anak ikan dalam sekali pengeluaran. Ikan betina muda mengalami dua kehamilan per musim sedangkan ikan betina menghasilkan enam generasi per musim. Musim berlangsung sekitar 30 hari.

Seekor ikan betina menghasilkan antara 900 sampai 1200 keturunan selama rentang hidupnya.

Musim Kawin Ikan Cere (Gambusia affinis)

Gambusia berkembang biak sepanjang tahun mencapai kematangan seksual, terutama dalam kondisi tropis. Di iklim yang relatif lebih dingin seperti yang ditemukan di periode pembiakan India utara dan barat laut berlangsung dari Mei hingga September dan di iklim yang lebih hangat di India selatan dari April hingga November.

Efektifitas penggunaan Gambusia adalah karena karakter berikut:

  • Seekor ikan dewasa memakan sekitar 100 hingga 300 jentik nyamuk per hari.
  • Gambusia mencari makanan di sekitar permukaan air, maka sangat cocok untuk mengendalikan jentik nyamuk.
  • Ini sering ditemukan pada kolam atau pada air tanah lainya, kecuali pada area di mana terdapat  vegetasi padat di pinggiran badan air.
  • Ini kecil dan jarang dimakan (menjadi konsumsi predator).
  • Tahan terhadap
  • Dapat menahan transportasi dan tidak memerlukan peralatan khusus atau kontainer.
  • Ikan bertahan di tempat/area baru (badan air) dimana ikan ini dipindahkan, dan berkembang biak dengan mudah. Setelah ditempatkan/dilepaskan ikan dapat menyesuaikan diri, dapat bertahan hidup dalam jumlah yang baik selama bertahun-tahun dan tidak membutuhkan pemeliharaan yang konstan.
  1. Ikan Guppy (Poecilia reticulata)
ikan pemakan jentik nyamuk ikan guppy
ikan pemakan jentik nyamuk ikan guppy

Seperti Gambusia, Ikan Guppy juga merupakan ikan eksotis yang ditemukan di India pada tahun 1910. Mudah dipelihara, mampu bereproduksi dengan cepat dan produktif. Sekarang tersebar luas di seluruh belahan dunia dan merupakan salahsatu ikan pemakan larva yang penting.

Habitat Ikan Guppy

ikan yang sangat kuat dan bertahan di semua jenis badan air. Dapat bertahan pada polusi tinggi bahan organik. Kisaran suhu yang cocok untuk pemuliaan adalah dari 240C hingga 340C.

Ia dapat bertahan hidup di air dengan pH mulai dari 6,5 hingga 9,0. Namun, ikan tidak dapat bertahan hidup di air dingin (sering di bawah 100C)

Ukuran Tubuh Ikan dan Lama Hidup

Panjang jantan adalah 3 cm, sedangkan betina memiliki panjang hingga 6 cm. The Guppy hidup untuk lebih dari 4 tahun tahun.

Reproduksi Ikan Guppy

Guppy membutuhkan waktu sekitar 90 hari untuk mencapai kematangan seksual. Setiap ovarium mengandung 100 hingga 160 butir telur. Ikan betina melahirkan anak sebanyaki 5 sampai 7 dalam satu waktu. Sekitar 50 hingga 200 anakan  dilahirkan setiap empat minggu.

Musim Berkembangbiak Ikan Guppy

Ikan berkembang biak sepanjang tahun pada interval sekitar empat minggu setelah matang secara seksual. Namun musim kawin akan bergantung pada kondisi iklim. Dalam iklim yang lebih hangat mungkin berkembang biak dari April sampai November.

Efektifitas Larvivorous Ikan Guppy

Efisiensi larvivorous Poecilia adalah karena karakter berikut:

  • Seekor ikan memakan sekitar 80 hingga 100 jentik nyamuk dalam 24 jam.
  • Ikan pemakan di permukaan air.
  • Menegosiasikan margin kolam lebih mudah.
  • Ini sangat karnivora dan kanibal, ikan yang tua akan memakan ikan muda, oleh karena itu, diperlukan gulma dalam jumlah yang cukup agar anak ikan dapat bersembunyi dan bertahan hidup.
  • Pemindahan dan penanganan mudah dan ikan dapat dengan mudah menyesuaikan.
  • Tidak memerlukan peralatan khusus untuk transportasi.
  • Bertahan dan bereproduksi saat diperkenalkan ke badan air/habitat Setelah mapan, itu dapat ditemukan di habitat bahkan setelah bertahun-tahun.

3.Ikan Kepala Timah/Whitespot (Aplocheilus panchax

ikan kepala timah pemakan jentik nyamuk
ikan kepala timah pemakan jentik nyamuk

Ikan kepala timah/ (Aplocheilus panchax) atau dalam bahasa daerah disebut: wader peto (Jawa), sisik malik (Sunda), pantau (Minang). Ikan pemakan jentik nyamuk ini (ikan kepala timah) adalah sejenis ikan kecil penghuni perairan tawar, anggota family Aplocheilidae. Ikan ini ditemukan menyebar luas di Asia bagian selatan mulai dari Pakistan hingga Indonesia, ikan ini dikenal dalam bahasa Inggris sebagai Blue panchax atau Whitespot, merujuk pada bintik putih di atas kepalanya yang serupa tetesan timah.

Ikan yang bertubuh kecil, panjang tubuh hingga 55 mm atau lebih. Kepala memipih datar di bagian depan, tegak di bagian belakangnya; sisi atasnya datar sebagaimana pula punggung bagian depan. dan sebuah bintik hitam terdapat di sirip punggungnya.

Habitat dan Penyebaran Ikan Kepala Timah

Mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi, ikan kepala timah ditemukan hidup di berbagai perairan tawar hingga payau. Ikan ini biasanya menghuni air yang menggenang dan ternaungi. Ikan kepala timah juga memangsa aneka serangga dan tempayaknya; ikan ini sejak lama telah dikenal sebagai pemangsa jentik-jentik nyamuk. Ikan ini cukup efektif untuk menanggulangi jentik; dalam satu percobaan tercatat memangsa antara 53-65 ekor jentik Culex quinquefasciatus dalam waktu tiga jam pemberian pakan.

Ikan kepala timah menyebar luas mulai dari Pakistan, Nepal, India, Srilangka, Bangladesh, Burma, Kamboja, Vietnam,  Singapura dan Indonesia. Di Indonesia ikan ini tercatat dari Sumatera, Jawa (Tanjung Priok, Ciampea, Panjalu, Cilacap, Gombong, Jogja, Kebumen, Surabaya, Pasuruan, dll.), Kalimantan (Banjarmasin).

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!