PENGENDALIAN ULAR

PENGENDALIAN ULAR

Bioekologi dan Pengendalian Ular

Pengendalian ular yang baik perlu disertai pengetahuan mengenai bioekologi dan perilakunya.  Ular adalah reptilia tak berkaki yang bertubuh panjang. Ular memiliki sisik seperti kadal dan sama-sama digolongkan ke dalam reptil bersisik (Squamata). Perbedaannya adalah kadal pada umumnya berkaki, memiliki lubang telinga, dan kelopak mata yang dapat dibuka tutup, akan tetapi ular tidak memiliki telinga dan kelopak mata.

Ular merupakan hewan melata yang hidup untuk mencari makan, tempat tinggal dan air. Ular hidup di wilayah yang  menyediakan semua hal tersebut. Dalam mencari faktor kehidupan itu ular berjelajah di suatu wilayah dan terkadang menjelajah ke wilayah lain.  Tidak jarang ular  yang tersesat atau sedang mencari mangsa bertemu dengan manusia dan dianggap mengganggu. Karena itu dibutuhkan kemampuan untuk melakukan pengendalian ular.

Langkah Pengendalian Ular Pertama Kali adalah Melakukan Identifikasi 

  1. Berdasarkan kandungan bisa                                                                                                                    a) Berbisa (Tinggi, Sedang, Rendah)   b) Tidak berbisa
  1. Berdasarkan Habitat                                                                                                                                   a) Tanah                                    b) Air                          c) Pohon
  1. Berdasarkan Ukuran                                                                                                                                   a) Besar                                     b) Sedang                   c) Kecil

Ular berbisa

Ular berbisa terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

  1. Berbisa tinggi

    Spitting Cobra
                                  Spitting Cobra

Dikategorikan memiliki bisa tinggi yaitu ular yang dapat mengeluarkan racun mematikan bagi            manusia diantaranya kobra, king kobra, Weling,  Gibug.

 

  1. Berbisa sedang

Dikategorikan berbisa sedang karena ular ini memiliki bisa yan membahayakan namun tidak             mematikan  diantaranya Cincin mas, picung.

  1. Berbisa rendah

        Dikategorikan memiliki bisa rendah karena ular ini memiliki bisa yang  tidak berbahaya                       bagi manusia.

Ciri-ciri ular berbisa

  • Memiliki kantung bisa di kepalanya.
  • Memiliki taring bisa.
  • Warna mencolok.
  • Cenderung bertahan ketika terancam.

Tipe bisa ular

Bisa ular menurut jenis racunnya dibagi kedalam 8 kategori yaitu :

Neurotoxin : bisa beracun yang menyeabkan kerusakan dan kelumpuhan pada fungsi-fungsi syaraf.

Myotoxins :   racun yang meryusak kinerja otot.

Haemotoxins : menghancurkan sistem pembekuan darah (cogulen), rasa sangat nyeri dan sakit.

Haemorrhagins : merusak dan menghancurkan pembuluh- pembuluh darah, sehingga                                                          menyebabkan pendarahan luar dan dalam.

Haemolysins : merusak dan menghancurkan sel-sel darah. 

Nephrotoxins : merusak fungsi ginjal.

Cardiotoxins : merusak fungsi jantung

Necrotoxins : menyebabkan kematian jaringan.

Ular tidak berbisa

Ular tidak berbisa merupakan ular yang tidak dapat mengeluarkan bisa atau tidak memiliki kelenjar bisa di kepalanya. Pada jenis ini ular lebih mengandalkan otot untuk menyerang dan pada beberapa jenis ular memiliki gigi yang panjang, kuat dan banyak (2 baris gigi).

Sanca atau Python, merupakan yang terbaik pada kategori ular tidak berbisa, tubuhnya berkembang dengan baik sehingga memiliki otot yang kuat, 2 baris gigi, gigi yang panjang dan kuat, sistem gigi pengoyak, dan ukurannya yang tergolong raksasa membuatnya mudah menyerang mangsa. Meskipun kelompok ini tidak berbisa namun memiliki potensi untuk mengakibatkan kematian, antara lain akibat lilitan dan serangan pada daerah pembuluh nadi.

Ciri-ciri ular tidak berbisa

  • Tidak memiliki kantung bisa di kepalanya.
  • Tidak memiliki taring bisa.
  • Warna kurang mencolok.
  • Tidak tenang.
  • Cenderung lari atau menakutnakuti ketika terancam.
  • Mata cenderung bulat dan menonjol.

Cara mencari ular

Mempelajari kebiasaan ular

  • Kebanyakan ular keluar dimalam hari
  • Beberapa keluar di pagi hari sekitar 3-4 jam beredar
  • Senang dikala hujan gerimis
  • Secara rutin ular akan menjemur badannya di bawah terik matahari untuk menjaga suhu tubuh.
  • Melakukan kamulflase di lingkungan terdapat makanan.
  • Ular terbiasa apabila sudah makan tidur sampai perutnya kosong/makanan tercerna.  Selalu mencari tempat berlidung.

Membaca tanda adanya ular

  • Terdapat banyak makanan bagi ular
  • Apabila disuatu pohon, banyak burung kecil dan berbunyi mengikuti sesuatu tanda bahaya
  • Bau khas yang menusuk.
  • Suara kodok/katak yang digigit.

Melalui jejak ular

  • Ada bekas kelongsongan (kulit mati ular setelah pergantian kulit)
  • Bekas kotoran
  • Rerumputan yang rusak, dikala ular menerkam mangsa
  • Jejak ular di sekitar lubang di alam.

Cara melakukan penangkapan ular

a. Membaca karakteristik ular

  • Ular tidak menyerang manusia untuk dimakan.
  • Ular menyerang apabila merasa terganggu.
  • Ular akan menyerang apabila perut kosong atau merasa lapar.
  • Kabanyakan ular melakukan penyamaran / kamuflase dan menyerang yang datang.

b. Membaca karakteristik lingkungan

  • Ular di dataran rendah cendrung lebih agresif dibandingkan dengan ular dataran tinggi
  • Ular lumpur lebih banyak memilih lari daripada menyerang.
  • Ular pohon banyak bertahan bersiap diri
  • Ular laut sangat jarang menyerang manusia kecuali kalau benar terusik
  • Ular tidak suka belerang, minyak tanah, bensin, api dan bau yang menyengat.

Teknik penangkapan ular        

  1. Gunakan APD (alat pelindung diri)

         (Snake Tong, Snake Hook, Safety Glasses, Venom Defender Glove, Venom defender Guard)

  1. Posisikan diri pada daerah diluar jangkaun serangan ular yang dijumpai.
  2. Hindari serangan ular dengan mengawasi arah pandangannya dan tujuan serangan dari posisi kepala dan badan ular (tergantung jenis ular)
  3. Lakukan identifikasi ular dengan cepat, setidaknya diketahui tergolong pada tingkat bisa apa ular yang
  4. Menggunakan kain untuk mengalihkan perhatiannya atau untuk menutup matanya, jika tidak ada maka benda apapun dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian.
  5. Melakukan penangkapan dengan mengunci kepala sehingga tidak dapat menyerang, bisa dilakukan dengan cara menekan bagian leher, jika terlatih bisa dilakukan dengan tangan kosong namun usahakan dengan mata ular yang telah tertutup, jika tidak sebaiknya menggunakan alat bantu.
  6. Dalam penangkapan ular dengan menangkap ekor terlebih dahulu dapat dilakukan dengan syarat penggunaan sepatu tinggi, celana panjang tebal dan sarung tangan karet harus dipenuhi untuk menghindari kemungkinan serangan, dan hanya berlaku untuk ular dengan panjang kurang dari tinggi penangkap ular.   
  7. Untuk jenis ular raksasa seperti sanca dengan ukuran dewasa (panjang >3 meter) penggunaan alat kurang efektif karena perlawanan dengan otot-ototnya yang kuat, kecuali penggunaan laso namun akan melukai ularnya.
  8. Dalam penangkapan sanca kepala ular harus digenggam cukup kuat dan bagian tubuh direntangkan, jangan sampai membelit, dibutuhkan 2 orang pria dewasa untuk merenggangkan ular sanca dengan ukuran lebih dari 4 meter.

Menyimpan ular hasil tangkapan

Karantina ular hasil tangkapan

  • Karantina sangat penting dilakukan untuk menghindari kembalinya ular yang dijumpai.
  • Ular hasil tangkapan disimpan di suatu tempat yang aman.
  • Diusahakan dari kayu untuk menjaga suhu
  • Bisa digunakan karung yang terbuat dari kain dan dapat diikat rapat.
  • Ventilasi yang cukup jika digunakan kotak kayu.
  • Diuusahakan ular yang dikarantina secepat mungkin dilepaskan kembali ke habitatnya.
  • Perlu diperhatikan bahwa ular dapat melewati lubang kecil (seukuran kepala)

Pertolongan pertama akibat gigitan ular

Analisis gigitan ular

  • Analisis gigitan ular dilakukan untuk mengetahui jenis ular yang menyerang, sehingga bisa dilakukan penanganan yangtepat pasca serangan.
  • Ular berbisa meninggalkan bekas gigitan dengan 2 titik luka gigi taring yang sedikit lebih besar dibanding luka lainnya.
  • Gigitan ular tidak berbisa akan meninggalkan luka yang banyak.
  • Luka gigitan ular berbisa tinggi / mematikan akan terasa sangat sakit,, terasa menusuk terus menerus dan disertai memar.
  • Darah disekitar luka gigitan ular berbisa sedang dan tinggi akan berwarna kehitaman jika dikeluarkan.

Penanganan medis gigitan ular

  1. Penanganan medis dilakukan dengan memberikan anti racun pada korban serangan, baik pada luka atau dengan cara dikonsumsi. Pemberian serum dengan cara disuntikkan merupakan cara yang terbaik untuk mencegah akibat vatal dari serangan ular berbisa sedang dan tinggi.
  2. Untuk penanganan pertama dapat dilakukan beberapa hal berikut :
  • Mengikat bagian tubuh disekitar luka serangan untuk mencegah penyebaran bisa dan laju bisa ke bagian vital seperti jantung dan otak.
  • Memperbesar luka di sekitar titik serangan untuk mengeluarkan bisa dari tubuh.
  • Mengkonsumsi air terutama air kelapa untuk melakukan proses detoxifikasi bisa.

Penanganan psikis gigitan ular

  • Penanganan psikis sangat penting untuk dilakukan karena tidak sedikit serangan ular menyebabkan gangguan psikis sehingga melemahkan kondisi korban serangan untuk melawan bisa yang menyerang di dalam tubuh. Selain itu  terjadi babarapa serangan ular yang mengakibatkan  kecelakaan bukan karena serangannya, namun kesalahan tindakan yang dilakukan pasca serangan.

P3K

  • Daun biduri (Calotropis gigantean)
  • Getah blustru (Luffa cylindrical)
  • Daun picisan (Pyrrosia nummularifolia)
  • Air kelapa hijau muda (Cocos nucivera)
  • Air putih
  • Untuk biduri, blustru dan picisan, digunakan air perasannya dan ditempel pada luka atau bisa dengan mengkonsumsi ekstraknya setelah direbus.
  • Kelapa hijau muda digunakan dengan cara meminum airnya sampai perut terasa penuh.

Summary Pengendalian Ular

  • Pengendalian ular dapat dilakukan dengan mengetahui jenis ular yang akan dikendalikan. Bahaya dari ular dapat dihindari dengan prosedur yang tepat.

Referensi

  1. SISIK
  2. snakeprofessional.com

pencarian terkait pest management:

READ
PENCEGAHAN RABIES DARI GIGITAN ANJING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

PMT Newsletter

Berlangganan informasi maknyus dari kami!

Powered by Kirim.Email