PENGENDALIAN RAYAP

PENGENDALIAN RAYAP

Pengendalian Rayap dengan berbagai metode,

Beberapa metode pengendalian rayap tanah sbb :

Pengendalian rayap dengan menggunakan cara fisik

Dilakukan dengan membentuk barrier/penghalang di bawah lapisan tanah bangunan untuk mencegah penetrasi rayap ke dalam bangunan. Bahan yang digunakan sebagai barrier adalah pasir, perlit, granit dan mesh stainless steel dll. Metode pengendalian secara fisik belum populer dimata masyarakat Indonesia.

Pengendalian termite dengan cara hayati

Yaitu pengendalian dengan menggunakan musuh alami dari rayap misalnya nematoda, jamur dan bakteri untuk mengendalikan rayap. Misal para petani singkong menggunakan jamur Metarhizium anisoplinae, merupakan jamur patogen serangga, misalnya biasa digunakan petani dalam menanam singkong, singkong yang akan ditanam dicelupkan terlebih dahulu ke larutan yang mengandung jamur ini, sehingga singkong tidak habis dimakan rayap sebelum tumbuh.

Pengendalian rayap dengan cara kimia

Pengendalian dengan cara kimia biasa juga disebut pengendalian dengan memberikan perlakuan bahan kimia pada lapisan tanah. Prinsip dasar pengendalian ini adalah pembentukan barrier dari bahan kimia di lapisan tanah untuk mencegah penetrasi rayap ke bangunan.

Berdasarkan cara aplikasinya metode pengendalian dengan cara kimia dibedakan menjadi dua cara yaitu :

Pre Construction

Adalah metode pengendalian yang diarahkan kepada rumah/bangunan yang sedang dalam pembangunan atau belum jadi. Tahapannya meliputi :

  • Pemberian perlakuan pada lubang pondasi
  • Pemberian perlakuan pada lantai bangunan yang belum tertutup oleh beton.
  • Dosis aplikasi adalah 5 liter/m.
  • Konsentrasi larutan disesuaikan dengan jenis bahan kimia yang digunakan (lihat label)

Post Construction
Pengendalian yang diarahkan ke bangunan yang sudah jadi. Tahapannya adalah :
a. Pemberian perlakuan pada pondasi dengan cara :
o Melakukan pengeboran pada sisi kiri dan kanan pondasi dengan jarak antara lubang 30–40 cm.
o Jarak pengeboran dari dinding kurang lebih 15 cm.
o Kedalaman pengeboran adalah sampai mencapai tanah.
o Kedalam lubang yang telah tersedia, dinjeksikan larutan bahan kimia sebanyak 5 liter larutan per     linear meter atau 2 liter larutan bahan kimia per lubang. Konsentrasi larutan tergantung pada         jenis bahan kimia yang digunakan.
o Setelah proses injeksi, langsung dilakukan penutupan lubang injeksi dengan menggunakan             bahan yang warnanya sesuai dengan warna lantai.

b.Pemberian perlakuan pada komponen kayu pada bangunan dengan cara penyemprotan atau pelaburan pada permukaan komponen kayu. Bila dianggap perlu, lakukan pengeboran dan injeksi pada kayu yang telah terserang oleh rayap.

Pengendalian rayap dengan cara pengumpanan

Teknologi pengendalian dengan metode pengumpanan, menggunakan bahan kimia yang telah tercampur dengan bahan yang sangat disenangi oleh rayap kemudian dikemas sedemikian rupa. Umpan-umpan tersebut dipasang disekeliling bangunan maupun pada titik yang telah terinfestasi oleh rayap. Umpan-umpan telah terpasang akan termakan oleh rayap dan dengan adanya mekanisme tropalaxis (transfer makanan) pada rayap, umpan-umpan tersebut akan tersebar ke seluruh anggota koloni.

Contoh bahan kimia yang telah banyak digunakan di Indonesia adalah Hexaflumuron. Metode pengendalian dengan penggunaan umpan merupakan alternatif pengendalian yang mulai banyak digunakan. Disamping aplikasinya yang mudah, juga sangat ramah terhadap lingkungan karena mempunyai spektrum yang yang sangat sempit (spesifik untuk rayap). Disamping itu kemampuannya untuk mengeliminasi koloni sangat baik.

In Ground Station/Sentricon Station

  • Bentuknya seperti silinder berwarna hijau.
  • Di dalamnya terdapat bahan mengandung selulosa dan IGR (Insect Growth Regulator).
  • Fungsi bahan ini adalah untuk monitoring.
  • Di pasang di sekeliling area luar bangunan pada tanah di sekitar taman, pohon dll. Pada kondisi tertentu, pemasangan disekiling bangunan tidak memungkinkan sehingga kadang–kadang pemasangan hanya pada area tertentu saja.
pengendalian rayap dengan sistem monitoring
pengendalian rayap dengan sistem monitoring
  • Jarak pemasangan antar station adalah 3–5 meter atau situasional berdasarkan hasil inspeksi
  • IG station dapat pula dipasang pada taman yang terdapat di area dalam bangunan.
  • Jangan di pasang pada area yang telah diaplikasikan bahan kimia.
  • Hindari pemasangan pada area yang tergenang oleh air atau terkena oleh kucuran air hujan langsung dari atap.
  • Frekuensi monitoring disesuaikan dengan hasil inspeksi                                                 

Above Ground Station

umpan rayap above ground station
umpan rayap above ground station (image credit:13bugs.com.au/excel.html)

 

  • Berbentuk seperti kotak berwarna krem.
  • Berisi tissue yang mengandung hexaflumuron atau bistrifluron (mengandung IGR)
  • Dipasang pada struktur yang telah terinfestasi oleh rayap hidup (Coptotermes sp.)
  • Frekuensi monitoring adalah interval 1 atau 2 minggu setelah instalasi (tergantung jenis produk yang digunakan) sampai tahap eliminasi dan interval 2-3 bulan pada tahap pasca eliminasi sampai akhir tahun/kontrak.
  • Pada kondisi populasi rayap tinggi, frekuensi monitoring dapat dilakukan dengan interval 1 minggu sampai eliminasi.
READ
Sistem Kasta Pada Rayap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!