Pengendalian Laba-laba (Spider Control)

Pengendalian Laba-laba (Spider Control)

Pengendalian Laba-laba (Spider  Control) dengan mengurangi kondisi kondusif bagi laba-laba.

Pengendalian laba-laba (spider control) berhubungan dengan upaya untuk mengurangi faktor pendukung keberadaannya berupa kondisi yang kondusif bagi tempat resting dan perkembangbiakannya.  Diantara berbagai arthropoda (arthro=berbuku-buku; poda=kaki)  yang menginvasi rumah sebagai hama pengganggu adalah laba-laba.  Laba-laba adalah keluhan umum yang membutuhkan layanan pest control/spider control. Memerlukan upaya pencegahan yang baik agar laba-laba tetap berada di area luar yang merupakan habitat aslinya, dengan mengurangi faktor pendukung keberadaannya maka strategi pengendalian laba-laba yang dilakukan akan efektif.

Memahami bioekologi laba-laba sangat penting  untuk membantu proses  pengendalian, meskipun biologi dan kebiasaan spesifik setiap spesies berbeda, semua laba-laba bersifat predator dan biasanya memakan serangga kecil. Beberapa spesies  laba-laba dikategorikan sebagai spesies yang pasif , membangun jaring kemudian hanya menunggu mangsa yang terjerat dalam jaring yang lengket, sementara yang lain adalah laba-laba pemburu  yang diam-diam dan efisien  bergerak mencari mangsa.

Laba-laba sering dikelompokkan berdasarkan bagaimana  mereka mendapatkan  makanan. Ada spesies laba-laba kelompok  pembangun web (yaitu, funnel web, penenun bola (orb-weavers) or cellar spiders), pemburu pasif (yaitu, laba-laba kepiting (crab), coklat pertapa (brown recluse), laba-laba tarantula) dan pemburu aktif (yaitu, laba-laba melompat dan laba-laba serigala). Dengan pengecualian bahwa di sisi lain kebiasaan predator laba-laba ini dan sebagai musuh alami bagi serangga lainnya membuat laba-laba bermanfaat bagi pemilik rumah karena dapat  mengurangi jumlah serangga yang masuk ke area kita. Tanpa aktivitas predator laba-laba, kita akan dihadapkan dengan permasalahan serangga yang banyak.

Ada beberapa spesies laba-laba yang menyebabkan masalah kesehatan serius, yaitu brown recluse (Loxosceles reclusa), black widow (Latrodectus mactans) dan laba-laba rumah agresif (Tegenaria agrestis). Laba-laba ini, serta beberapa lainnya, menimbulkan masalah kesehatan yang serius jika menggigit.

Brown Recluse Spider
Brown Recluse Spider (image credit:alexanderwild.com)

Laba-laba tertarik ke rumah karena sumber makanan mereka: serangga. Pencarian mereka untuk mangsa sering membawa mereka ke struktur, baik di dalam ruangan atau perimeter struktural. Untuk bertahan hidup, laba-laba juga membutuhkan tempat berlindung dan rumah memberikan banyak peluang bagi laba-laba untuk mengatur tempat tinggal. Dalam beberapa iklim, kelembaban merupakan faktor penting yang mendorong laba-laba untuk tinggal di dalam atau di sekitar bangunan. Menghilangkan kondisi kondusif keberadaan laba-laba yaitu makanan, tempat tinggal dan air adalah bagian penting dari strategi pengendalian  laba-laba jangka panjang.  

Menghilangkan Faktor Pendukung/Kondisi Kondusif Keberadaan Laba-laba 

Berikut ini adalah daftar tips untuk mengurangi kondisi laba-laba yang kondusif, terutama makanan dan tempat tinggal.

  1. Pengelolaan cahaya luar ruangan. Pencahayaan luar ruangan biasanya ditujukan untuk tujuan keamanan, serangga yang masuk ke sebuah bangunan dipengaruhi oleh penggunaan jenis pencahayaan. Karena serangga cenderung beristirahat di permukaan yang dinyalakan atau berada dalam jarak tidak jauh dari sumber cahaya, laba-laba tertarik ke area ini untuk mencari mangsa (serangga).  Sumber cahaya yang memancarkan radiasi sinar ultraviolet dan blue light paling menarik bagi serangga terbang, sementara lampu dengan kekurangan ultraviolet dan kurang blue light  kurang menarik bagi serangga . Serangga melihat blacklight fluorescent, merkuri, dan metal halide sangat menarik . Serangga kesulitan melihat lampu pijar, sodium bertekanan tinggi, dan lampu  bug light incandescent (yellow).                                                                                                                                                                                      Penempatan lampu  yang tepat dapat  meminimalkan permukaan yang terang dekat dengan jendela dan pintu sehingga laba-laba dan serangga yang menjadi mangsanya tidak menuju ke pintu masuk struktural. Aplikasi spot treatment dapat dilakukan di permukaan dimana laba-laba resting di sekitar sumber cahaya dengan insektisida residual.     
  2. Menutup celahan atau akses. Laba-laba menemukan jalan masuk ke dalam struktur di sekitar pintu, jendela, pipa pemipaan, ventilasi. Jika memungkinkan, tutup akses masuk ini dengan mendempul, memperbaiki komponen ventilasi, mengganti weather-stripping.                                                                                                                                              
  3. Mengurangi tumpukan barang-barang. Laba-laba dan serangga makanannya berkembang karena adanya area yang dapat dijadikan sebagai tempat berlindung berupa tumpukan barang-barang atau kardus yang tidak terpakai pada garasi, gudang, loteng atau ruang binatu. Kumpulan kardus di loteng adalah tempat resting yang umum untuk brown recluse spider dan laba-laba lainnya. Pest Control Operator dapat menyarankan atau memberi rekomendasi pada pemilik rumah untuk merapikan barangnya agar tidak menjadi sarang laba-laba, termasuk merapikan barang-barang yang disimpan di rak dan lantai. Hal ini akan membuat teknisi pest control dapat dengan leluasa melakukan inspeksi area karena tidak terhalang barang-barang yang ada.                                                                                                                                                                                                                                                           
  4. Bersihkan sarang-sarang laba-laba (spider web). Membersihkan sarang laba-laba g dengan vacuum cleaner  dapat menjadi prosedur yang sangat efektif untuk mengatasi permasalahan  laba-laba. Tidak hanya menghilangkan spider web langkah ini juga mengambil secara langsung laba-laba yang ada. Penghilangan sarang laba-laba  adalah cara cepat untuk menunjukkan kepada pelanggan bahwa service Anda berdampak.                                       
  5. Melakukan monitoring dengan sticky traps. Penggunaan sticky traps untuk memantau dan mengendalikan laba-laba sangat membantu dalam pengendalian masalah laba-laba, khususnya laba-laba yang merupakan pemburu pasif, seperti brown recluse spider (pertapa coklat). Jika perangkap yang cukup ditempatkan di lokasi strategis, sebagian besar populasi laba-laba dapat terperangkap dan mengurangi populasi di area dimana alat monitoring ditempatkan. Hal  Ini dapat menjadi alat kontrol utama bagi para praktisi pest control di area yang sensitif atau area di mana insektisida tidak dapat digunakan.  Pada pelanggan, sticky traps berfungsi untuk memantau sebelum dan sesudah service yang dilakukan untuk mengetahui efektifitas pengendalian yang dilakukan.

PENGENDALIAN KIMIA. Untuk pengendalian laba-laba (spider control)  yang optimal, banyak pest control  menggunakan insektisida piretroid microencapsulated. Microcaps ini membungkus bahan aktif (AI), memungkinkan pelepasan AI dengan cara yang lambat dan terkontrol. Kapsul ini melekat dengan baik ke kaki dan jaring laba-laba, mencapai target hama. Mikrokaps juga dapat mempertahankan bentuknya lebih lama, memastikan bahwa chemical ini  mempertahankan efektivitas pada permukaan berpori lebih lama, bahkan ketika terpapar kondisi luar ruangan. Penelitian telah menunjukkan bahwa laba-laba cenderung lebih toleran/”kebal” terhadap insektisida dibandingkan dengan banyak arthropoda lainnya dan formulasi microcap lebih efektif daripada formulasi lain dari insektisida golongan  yang sama.

Untuk mendapatkan pengendalian yang efektif, gunakan insektisida piretroid mikroenkapsulasi  dengan aplikasi spot treatment, aplikasi crack and crevice, atau aplikasi perimeter bangunan/general treatment. Karena terbatasnya kontak antara laba-laba dan permukaan yang ditreatment bahan kimia maka teknik aplikasi dan dimana treatment dilakukan menjadi sangat penting. Aplikasi harus diarahkan terutama di area di mana laba-laba tinggal atau beristirahat, daripada area yang dilewatinya.

Langkah-langkah IPM untuk pengendalian  laba-laba (spider control)

  1. Inspeksi menyeluruh
  2. Identifikasi spesies
  3. Penggunaan metode non-kimia
  4. Penggunaan insektisida secara selektif
  5. Monitoring

Area Yang Harus diinspeksi Dalam Pengendalian Efektif Laba-Laba diantaranya…

  • Sudut jendela, lemari atau ruang di mana jaring laba-laba (spider websering ditemukan.
  • Ruang bawah tanah dan ruang merangkak yang belum selesai, di sudut, lantai / dinding tempat duduk atau area pelat / header sill.
  • Pintu garasi rolling door, yang menyisakan celah di atas pintu garasi.
  • Jaring laba-laba aktif atau di sekitar sarang di loteng. Treatment yang  dilakukan tidak dengan menyemprot ke bahan yang disimpan, melainkan treatment dilakukan pada Sebaliknya, treatment dilakukan pada lantailoteng atau komponen struktur di sekitar barang yang disimpan.
  • Titik masuk/akses di sekitar jendela, pintu dan penetrasi peralatan atau weep-holes.

KESIMPULAN.  Spesies laba-laba yang ada sangat banyak dan beragam sebagian besar menguntungkan sebagai musuh alami di ekosistem. Pengendalian laba-laba (Spider Control)  membutuhkan pemahaman tentang spesies laba-laba untuk merancang strategi pengendalian laba-labab yang paling tepat.

READ
Pillbug

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!