PENGENDALIAN KELELAWAR

PENGENDALIAN KELELAWAR

Bagaimana Pengendalian Kelelawar Yang Efektif dan Aman?

Pengendalian kelelawar merupakan pengendalian yang cukup sulit dilaksanakan sehubungan dengan tidak adanya pestisida khusus kelelawar pun perangkap yang tidak tersedia secara umum. Infestasi kelelawar sangat mengganggu bagi masyarakat umum, sedikit perusahaan pest control yang mau menangani hal ini. Jika pengendalian mengacu pada pengetahuan dan dikerjakan secara profesional, permasalahan kelelawar bisa dilakukan dengan cara yang efektif dan aman.

Biologi Kelelawar

Kelelawar adalah satu-satunya mamalia terbang. Mereka bukan tikus dengan sayap, seperti yang dipercaya sebagian besar masyarakat. Mamalia termasuk kedalam famili lain yaitu Chiroptera. Sebagian besar spesiesnya berbadan kecil dan berbobot kurang lebih satu ons dengan rentang sayap selebar 3-5 inci. Sedang spesies berukuran besar di Amerika Serikat bisa berbobot sampai 1 pon, dengan rentang sayap sampai 1 kaki (12 inci).

pengendalian kelelawar
                                                             pengendalian kelelawar (image credit:shutterstock)

Kelelawar berpenglihatan buruk. Ia menggunakan sistem sonar gema untuk menavigasi diri dan menemukan makanan. Sebagian besar spesies hewan ini adalah pemangsa serangga, sedang spesies lainnya memakan buah, dan beberapa spesies lainnya mengkonsumsi darah atau daging hewan lainnya.

Kelelawar adalah hewan malam yang biasanya bergantung atau hinggap dalam jumlah besar di satu tempat tertentu pada siang hari. Area hinggap alami hewan ini adalah tempat-tempat yang gelap dan terlindungi, seperti gua, celah besar atau pada pohon-pohon buah yang rimbun. Masalah terjadi jika kelelawar ini hinggap di loteng, menara lonceng, gudang atau struktur bangunan serupa lainnya.

Pentingnya Pengendalian Kelelawar

  • Kelelawar diketahui membawa bibit
  • Urine dan feses kelelawar (guano) menyebabkan masalah bau dan kontaminasi.
  • Kelelawar juga mungkin membawa beberapa jenis ektoparasit seperti kumbang kelelawar, kutu, tungau dan flea ke dalam bangunan.
  • Kelelawar mungkin menularkan beberapa penyakit, termasuk Histoplasmosis.
  • Sebagian besar orang takut jika kelelawar menggigit atau tersangkut di rambut mereka.

Teknik Pengendalian Kelelawar

Prinsip dasar eksklusi berkenaan dengan kelelawar sama seperti ekslusi untuk hama lain. Berikut beberapa teknik aplikasi yang dapat dilakukan agar pengendalian lebih optimal.

Metode penutupan (sealing)

  • Tentukan jalur masuk pada bangunan yang digunakan kelelawar tersebut dengan cara mengobservasi saat keberangkatan mereka (atau dipancing dengan pemberian cahaya). Dua orang atau lebih diperlukan untuk mengamati seluruh sisi bangunan yang terinfestasi. Kelelawar biasanya akan berangkat mencari makan setiap senja turun di sore hari.
  • Hari berikutnya, semua jalur keluar kecuali satu atau dua diantaranya bisa ditutup menggunakan, kain tebal, logam, dll.
  • Tutup lubang masuk sisanya, hari itu, setelah kelelawar berangkat.
  • Hari berikutnya, periksalah area bergantung kelelawar. Jika sejumlah besar kelelawar masih ada pada tempat semula, kemungkinan ada beberapa kelelawar yang sakit atau sedang membesarkan anaknya. Jika jumlah besar itu terus ada, kelelawar itu sudah menemukan lubang masuk lain dan penting bagi anda untuk mengulang seluruh proses kembali.
  • Setiap saat memasuki area yang ditinggali kelelawar, pakailah pakaian pelindung seperti coveralls, sarung tangan karet, kacamata pelindung dan respirator. Hal ini akan mengurangi resiko tertularnya penyakit yang disebabkan oleh jamur yang terkandung pada guano kelelawar.

Pemindahan sejumlah kecil kelelawar

Jika tersisa beberapa ekor kelelawar yang tetap menjadi masalah, atau tetap di lokasi setelah penutupan jalur, kelelawar tersebut bisa dikendalikan dengan salah satu metode berikut:

  • Lekatkan perangkap tikus dengan expanded trigger atau perangkap tikus lainnya menggunakan tiang sangga dengan panjang mencukupi yang secara langsung menjebak kelelawar-kelelawar tersebut saat bergantung dan tidur.
  • Gunakan pemadam api (fire extinguisher) untuk membekukan setiap kelelawar yang ada.

Pemindahan guano kelelawar

Sejumlah guano bisa bertumpuk di bawah tempat hingap kelelawar. Bau dari tumpukan ini berfungsi sebagai zat penarik (attractant) yang kuat untuk memancing kelelawar lain mendatangi lokasi terkait. Tumpukan ini juga merupakan sumber penyakit yang disebabkan oleh jamur.

  • Kenakan pakaian pelindung dan respirator saat bekerja dalam area ini.
  • Sedikit basahi guano untuk mengurangi kemungkinan penularan penyakit akibat penularan jamur melalui udara. Pindahkan sebanyak mungkin guano dan masukkan ke dalam kantung plastik yang tertutup rapat sebelum dibuang.

Teknik-teknik Pengendalian Tambahan

Flood lights

Flood light berintensitas tinggi bisa ditempatkan pada area terinfestasi untuk mencegah kelelawar hinggap. Sebagian besar kelelawar enggan hinggap di tempat berpenerangan baik dan akan pergi mencari lokasi lain. Prosedur ini mungkin akan memakan waktu satu atau dua minggu, dan mungkin ada beberapa ekor kelelawar yang tidak pergi sama sekali.

Para-kristal

Kristal para-Dichchlorobenzene dapat digunakan untuk pengendalian bau, bisa digunakan untuk menghilangkan bau kotoran kelelawar dan membuat lokasi itu tidak terlalu menarik bagi kelelawar lainnya.

Catatan : tempatkan kristal atau kamper tersebut agar bisa diambil kembali jika pelanggan justru tidak bisa mentoleransi bau kamper tersebut.

Tracking Powder

Rozol Tracking Powder memliki label khusus untuk pengendalian kelelawar di negara-negara bagian berikut: New Jersey, Maine, Ohio, dan Vermont. PCO yang beroperasi di negara bagian ini, pastikan untuk mendapatkan salinan label khusus tersebut dan mengikuti petunjuk tertera di dalamnya secara eksplisit. Namun dalam beberapa kasus, ada negara bagian yang meminta ijin tertulis untuk pemakaian yang sama.

Treatment untuk ektoparasit

Setiap ektoparasit yang berada di area hinggap kelelawar akan segera mencari inang baru (host) setelah kelelawarnya dikendalikan. Jenis yang paling umum adalah kumbang kelelawar (bat bugs) yang sangat mirip dengan kepinding (bed bugs), yang akan segera menyerang manusia jika tidak ada kelelawar lagi.

  • Gunakan bubuk insektisida residual untuk penggunaan dalam lokasi infestasi tersebut.
  • Lakukan space treatment dengan insektisida non-residual untuk mengendalikan ektoparasitnya.

Menangani kelelawar

Jika mungkin, kelelawar akan selalu menghindari manusia. Jika terprovokasi, mereka akan melindungi diri dan melancarkan gigitan yang menyakitkan dan cukup berbahaya. Jika seekor kelelawar bisa didekati dan tidak terbang, berwaspadalah, karena kelelawar itu bisa terluka atau sedang sakit. Hindari mengendalikan kelelawar hidup atau mati secara langsung, tapi jika perlu dilakukan, gunakan sarung tangan kulit atau berbahan karet keras.

Guano kelelawar

Kotoran kelelawar (guano) serupa dalam ukuran dan bentuk dengan kotoran tikus. Karena sebagian besar kelelawar memangsa serangga, maka kotorannya akan berkilat, karena banyaknya unsur serangga.

Pertimbangan-pertimbangan Lain

Spesies dilindungi

Di beberapa negara, ada beberapa spesies kelelawar dilindungi oleh hukum negara bagian atau hukum federal. Ijin tertulis khusus diperlukan sebelum berupaya melakukan pengendalian apapun atas spesies ini, karena bahkan mungkin tempat hinggapnya saja sudah dilindungi.

Sangat disarankan untuk menentukan spesies kelelawar penyebab masalah sebelum berupaya melakukan pengendalian. Hal ini akan mencegah masalah dengan pecinta lingkungan, berkenaan dengan keadaan spesies hewan tertentu yang sudah hampir punah.

                                               

READ
PENCEGAHAN RABIES DARI GIGITAN ANJING

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!