Pengendalian kecoa di restoran

Pengendalian kecoa di restoran

Pengendalian kecoa di restoran, sebuah pendekatan holistik

dapur di restoran
dapur di restoran (courtesy;pinterest)

Pengendalian kecoa di restoran, memerlukan sikap yang benar dengan mengasah ketrampilan inspeksi, menentukan pilihan treatment yang tepat, menghilangkan faktor pendukung keberadaan hama dapat menciptakan solusi berkelanjutan dalam pengendalian kecoa jerman di restoran.

Menargetkan Kecoa Jerman pada Pengendalian Kecoa Jerman di Restoran

Kecoa Jerman di restoran merupakan tantangan yang besar tidak hanya bagi pemilik restoran namun juga bagi para praktisi/operator pest control.

Pengendalian hama di food service facilities seperti restoran dapat dengan cepat menjadi friksi antara pemilik restoran dan pest control operator jika ekspektasi kedua belah pihak tidak dibicarakan dan tidak ada kesepaatan  bersama pada masa awal periode kontrak. Jika tidak kesepahaman bersama mengenai kewajiban yang harus dipenuhi kedua belah pihak, masalah kecil akan tereskalasi menjadi besar, sehingga pelanggan tidak puas dan kecewa. 

Dua puluh tahun yang lalu, ketika umpan gel kecoa pertama kali dibuat dan tersedia, eliminasi kecoa cukup mudah. Namun, bagaimanapun, makhluk tangguh ini (kecoa jerman) karena beberapa alasan tidak rentan terhadap teknik inspeksi dan treatment sederhana. Selain itu, lingkungan restoran memiliki sejumlah variabel yang membantu penyebaran dan distribusi kecoa.

Karyawan restoran, produk masuk, rongga, celah dan retakan, kelembaban, bahan organik yang menempel, tumpukan sampah atau limbah dan kurangnya penegasan pada pihak ketiga (supplier bahan makanan, dll)  atau bahkan pihak internal restoran sendiri, semua hal tersebut berkontribusi pada kurangnya pengawasan terhadap infestasi kecoa jerman dan hama-hama lainnya.

Infestasi kecoa jerman sekarang ini memerlukan teknik inspeksi dan pemilihan treatment yang lebih intensif untuk mengidentifikasi dan menghilangkan SEMUA lokasi yang berpotensi menjadi sarang kecoa jerman. Memiliki sikap yang benar, mengasah keterampilan inspeksi yang benar dan menentukan pemilihan treatment yang tepat dapat menciptakan solusi berkelanjutan dalam pengendalian kecoa Jerman di restoran.

SIKAP PEST MANAGEMENT OPERATOR DALAM PENGENDALIAN KECOA DI RESTORAN

Faktor pendukung paling penting dalam kegagalan pengendalian kecoa Jerman adalah sikap operator/teknisinya (pest management operator). Ketika kita mendekati sebuah akun untuk pertama kalinya kita mempunyai pilihan, kita dapat memilih untuk meletakkan tanggung jawab atas diri kita sendiri dan memecahkan masalah tidak peduli apa, atau kita dapat memilih untuk membatasi kemampuan diri kita dengan beberapa alasan umum.

Sanitasi dan masalah struktural yang buruk.

Menyalahkan pelanggan dalam case infestasi kecoa jerman terkait sanitasi dan masalah struktural yang buruk dapat merusak hubungan dengan pelanggan, mengerdilkan upaya pengendalian (baik secara alam bawah sadar atau alam sadar) dan mungkin mengakibatkan pelanggan lari dari kita (cancel)

Pest control operator mungkin menemukan akun dengan tingkat sanitasi dan struktural yang parah, atau kejadian dimana asal infestasi tidak persis diketahui atau tidak dapat diakses, bukan yang mudah, namun perlu tetap ada keinginan dan upaya untuk memecahkan masalah, menghilangkan infestasi kecoa jerman yang ada, dengan inspeksi yang detail serta pemilihan berbagai metode pengendalian yang tepat dan kompatibel.  Mengatasi sanitasi dan permasalhan struktural yang ada (selain treatment/tindakan pengendalian yang dilakukan) tentu dapat membantu efektifitas dan penanganan secara cepat infestasi kecoa jerman .

Langkah-langkah pengendalian kecoa  di restoran
  1. Melakukan inspeksi, sebelum melakukan inspeksi, komunikasi adalah hal yang sangat penting dilakukan sebelum kaki kita melangkah mengitari area pelanggan, pelanggan kita berada hampir 24 jam di areanya, tentu saja, jika ada aktivitas hama, sangat mudah bagi mereka untuk melihatnya, mungkin karyawan fasilitas melihat kecoa merayap, dari aman ke arah mana? Jika informasi semacam itu didapatkan oleh teknisi pest control, akan sangat menghemat waktu, karena teknisi dapat langsung menuju ke area yang terinfestasi. Inspeksi sangat penting untuk mengetahui hama apa saja yang ditemukan, dimana lokasi keberadaan kecoa serta seberapa besar tingkat populasi/infestasi kecoa.
  2. Area dalam meliputi:dapur, bar, saluran air, gudang atau tempat penyimpanan, wastafel, tempat pencucian piring, kompor dan dinding yang ada di belakangnya termasuk mesin penghisap asap dan udara panas di atas kompor, keranjang/pembungkus (packaging) bahan atau makanan, troli makanan (termasuk rodanya), area butcher dan mesinnya, loker karyawan, langit-langit (ceiling), karet perekat (gasket) refrigerator dan motornya, mesin kopi, mesin soft drink, mini bar, salad bar, mixer adonan, microwaves, mesin atau peralatan atau tempat lain (yang dimana ditemukan hama atau area  berpotensi aktivitas/infestasi), sofa dan kursi, meja dan laci, area plafon
  3. Area luar: Area perimeter bangunan, area saluran air, area tempat pembuangan/penyimpanan sampah sementara (dumpster).
  4. Lakukan identifikasi terhadap hama dan faktor pendukung pendukung keberadaan hama yang ada (supporting factor conditions), Seperti sumber makanan, sumber air, sarang hama serta aksesnya.
  5. Pemilihan metode pengendalian. Pengendalian kecoa di restoran dapat menggunakan baik metode kimia maupun nonkimia.
  • Metode kimia yang dipilih diupayakan diaplikasikan jauh dari area atau permukaan yang kontak dengan bahan makanan atau makanan, sehingga terhindar dari kontaminasi, tindakan yang dapat dilakukan diantaranya: gel baiting (pengumpanan kecoa), crack and crevice treatment (treatment pada celahan dan retakan);dimana kecoa umumnya bersarang pada celahan dan retakan, void treatment (treatment yang dilakukan pada rongga), dusting (menggunakan formulasi dust dengan alat hand duster).
  • Metode nonkimia: vacuuming (yang sebelum terlebih dahulu melakukan flushing (upaya mengeluarkan kecoa dari luar, dapat menggunakan aerosol, sintetik piretroid atau hembusan udara panas)
  1. Monitoring .

Jika kita hanya bergantung pada kunjungan treatment atau inspeksi visual sehari-hari, kita mungkin berpikir bahwa area tertentu tidak memiliki masalah dengan kecoa jerman,  padahal mungkin sebenarnya ada infestasi ringan kecoa, Karena kecoa banyak aktif di malam hari, alat monitoring serangga sangat membantu dalam mendeteksi keberadaan kecoa jerman.

Selain menentukan keberadaan kecoa di awal pelaksanaan service, dengan dibantu alat monitoring, akan membantu mengarahkan titik-titik mana yang menjadi sarang kecoa, menentukan umur infestasi, membuat treatment yang dilakukan efektif dan efisien (mengurangi penggunaan pestisida yang tidak penting) dan membantu menentukan keberhasilan (atau kegagalan) program  yang dilakukan. Penempatan yang tepat merupakan hal sangat penting dalam pemakaian alat monitoring. Tempatkan alat monitoring pada dinding, di dekat sudut rak, laci dan lantai. Hindari menempatkan alat monitoring di tempat terbuka, namun tempatkan di area tertutup dan terlindungi dimana area tersebut berpotensi aktivitas kecoa.

pencarian terkait pest management:

READ
BIOLOGI KECOA JERMAN (Blatella germanica)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!