Pengaruh Metil Bromida Terhadap Komoditas

Pengaruh Metil Bromida Terhadap Komoditas

Bagaimana Pengaruh Metil Bromida Terhadap komoditas yang difumigasi?

Sebelum membahas pengaruh metil bromida terhadap komoditas, fumigasi sebagai tindakan pengendalian terhadap OPT atau hama, menggunakan bahan kimia yang dinamakan fumigan, fumigan ini beragam jenisnya: ada metil bromida, fosfin atau sulfuril fluoride (SF). Metil Bromida sebagai fumigan memiliki beberapa keunggulan diantaranya: waktu pemaparan yang singkat (1×24 jam), namun metil bromida juga diketahui berpengaruh/berefek pada komoditas yang difumigasi.  Beberapa komoditas tidak cocok diberi perlakuan dengan metil bromida.

Apabila terdapat kekhawatiran bahwa komoditas akan mendapat pengaruh buruk dari metil bromida, pemilik komoditas dan perusahaan fumigasi harus meminta nasehat para ahli mengenai pengaruh tersebut atau mengadakan uji coba terlebih dahulu terhadap komoditas sebelum fumigasi dilakukan.

fumigasi metil bromida
fumigasi metil bromida (image credit:BARANTAN)

Pengaruh metil bromida terhadap komoditas berbeda-beda, tergantung dari jenis komoditas yang difumigasi, diantaranya :

1) Penurunan daya tumbuh.

Fumigasi metil bromida pada bibit tanaman dapat mengakibatkan penurunan daya tumbuh. Toleransi dari setiap bibit terhadap metil bromida berbeda satu dengan lainnya, tetapi banyak yang terpengaruh walaupun hanya dengan satu kali fumigasi pada dosis normal. Bila metil bromida harus digunakan untuk fumigasi bibit, gunakanlah dosis yang lebih rendah (misalnya 10 g/m3).

2) Pembentukan residu.

Metil bromida bereaksi dengan –OH. –S-, dan -NH dalam komoditas sehingga membentuk senyawa methylated dan inorganic bromida. Kadar yang berlebihan dari kedua senyawa ini tidak boleh terkandung pada bahan makanan. Fumigasi komoditas dengan dosis yang tinggi atau yang aerasinya kurang baik dapat mengakibatkan residu yang berlebihan dari kedua senyawa tersebut pada bahan makanan.

3) Pencemaran/noda (taint).

Fumigasi terhadap komoditas yang menyerap fumigan, misalnya terigu,

tepung kedelai atau kacang, terutama pada dosis yang tinggi, dapat

menghasilkan noda sulfur yang nyata kelihatan, terutama pada waktu produk tersebut diolah. Roti yang dibuat dari terigu yang telah difumigasi, dipotong dan dibungkus segera setelah dipanggang, mungkin akan mempunyai bau yang khusus. Bau ini timbul dari dimethil sulfida yang keluar akibat reaksi metil bromide dengan bahan-bahan yang mengandung sulfur. Reaksi serupa dapat menyebabkan kerusakan pada komoditas-komoditas lainnya seperti bulubuluan/ wol, kulit yang telah disamak, karet alam dan kertas kaca (cellophane).

4) Perubahan dalam mutu proses.

Fumigasi dengan metil bromida dapat merubah mutu dari komoditas yang difumigasi, terutama apabila digunakan dosis yang berlebihan, tetapi data mengenai hal ini hanya ada sedikit. Metil bromida dalam dosis yang tinggi dapat merubah mutu panggang dari terigu yang difumigasi. Tanaman hidup sangat mungkin akan rusak jika difumigasi pada suhu 30oC atau lebih. Bunga potong, buah segar, sayuran dan beberapa jenis benih juga sangat sensitif terhadap fumigasi dengan metil bromida. Biasanya komoditas tersebut juga akan rusak bila difumigasi dalam suhu dan dosis yang tinggi. Karena itu, disarankan untuk meminta pendapat dari para pakar atau melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum fumigasi dilaksanakan.

Untuk fumigasi buah segar dan sayuran, perusahaan fumigasi harus

menggunakan suhu daging buah untuk kalkulasi dosis, bukan suhu ruangan seperti pada fumigasi komoditas lainnya. Suhu daging buah harus dicantumkan dalam Sertifikat Fumigasi. Dalam melakukan pengukuran suhu daging buah, perusahaan fumigasi harus mengambil sampel dari paling tidak satu tempat di setiap bagian bawah, tengah dan atas partai komoditas. Alat pemeriksa suhu harus dimasukkan ke tengah sebuah buah yang terletak di bagian tengah karton bila memungkinkan.

Di bawah ini disajikan daftar beberapa komoditas yang dianggap bermasalah bila difumigasi dengan metil bromida. Daftar ini tidak lengkap dan dicantumkan di sini hanya sebagai tambahan informasi.

1.Pengaruh Metil Bromida Terhadap Komoditas Bahan makanan

    a. Mentega dan lemak.

    b. Garam beryodium yang distabilkan dengan natrium hiposulfit

    c. Tepung kedelai lemak jenuh, tepung gandum, tepung berprotein tinggi lainnya dan tepung-tepung panir.

    d. Kacang-kacangan dengan kadar minyak tinggi.

    e.  Soda kue tertentu, makanan ternak (misalnya yang berbentuk lempengan dan mengandung gizi dan mineral),                atau bahan makanan lain yang mengandung senyawa sulfur reaktif.

     f.  Makanan binatang dengan campuran tulang.

2. Barang-barang dari kulit (terutama sarung tangan atau barang dari kulit lain yang disamak dengan proses sulfur).

3. Bahan wol (kehati-hatian tingkat tinggi harus diterapkan dalam fumigasi wool Angora).  Beberapa efek yang buruk       telah terjadi pada kaus kaki, sweater, selendang, dan benang rajut berbahan wol).

4. Rayon Viscose, yaitu rayon yang diproses atau dibuat melalui proses dengan menggunakan karbon bisulfida.

5. Bahan kimia fotografi (bukan film kamera atau film rontgen)

6.  Kertas :

      a. Kertas penggosok perak.

      b. Kertas lain tertentu untuk menulis yang diawetkan dengan proses sulfida.

      c. Cetakan foto atau cetak biru yang disimpan dalam jumlah besar.

      d. Kertas NCR.

7.Barang-barang dari karet :

    a. Karet spons

    b. Karet busa, seperti pengisi permadani, bantal, bantalan kursi, kasur dan penutup lekat untuk mobil.

    c. Stempel karet dan sejenisnya atau karet daur ulang.

8. Vinyl.

9. Bulu binatang.

10. Bulu burung (terutama dalam bantal bulu burung).

11. Arang batu bara, arang berbentuk blok padat dan karbon aktif.

12. Barang-barang yang terbuat dari rambut kuda.

13. Lukisan minyak.

14. Cat berbasis-sulfur.

15. Kertas kaca tipis.

16. Kemasan polystyrene

17. Bibit dan benih tanaman.

18. Bunga potong.

READ
BIOLOGI SEMUT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!