PENCEGAHAN RABIES DARI GIGITAN ANJING

PENCEGAHAN RABIES DARI GIGITAN ANJING

Pentingnya Pencegahan Rabies

Pencegahan rabies sangat perlu dilakukan dan sangat penting karena penyakit rabies ini sangat fatal.  Rabies telah menyebabkan kematian sekitar  17.400 orang di seluruh dunia pada tahun 2015 (sumber wikipedia. Lebih dari 95% kematian manusia akibat rabies terjadi di Afrika dan Asia. Sekitar 40% kematian terjadi pada anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Rabies terjadi di lebih dari 150 negara dan di semua benua, kecuali Antartika.  Lebih dari 3 miliar orang tinggal di wilayah dunia tempat rabies terjadi.  Sejumlah negara, termasuk Australia dan Jepang, serta sebagian besar Eropa Barat, tidak memiliki rabies pada anjing-anjingnya. Banyak negara kepulauan yang kecil tidak memiliki rabies sama sekali yang masuk klasifikasi Neglected tropical diseases.

Penyakit rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh lyssaviruses, termasuk rabies virus dan Australian bat lyssaviruses yang menyebabkan inflamasi pada otak manusia dan juga mamalia dengan vektor pembawanya: anjing, kelelawar, rakun, serigala.

pencegahan rabies
pencegahan rabies (image credit:PCT Magazine)

Gejala Rabies

Gejala awal penyakit rabies dapat berupa demam dan kesemutan di tempat paparan.  Gejala-gejala ini diikuti oleh satu atau lebih dari gejala berikut: saliva yang berlebihan, takut air, ketidakmampuan untuk menggerakkan bagian tubuh, kebingungan, halusinasi, kesulitan tidur, paralysis, kehilangan kesadaran.  Begitu gejala muncul, hasilnya hampir selalu kematian.

 Periode waktu antara tertular penyakit dan dimulainya gejala biasanya satu sampai tiga bulan, tetapi dapat bervariasi dari kurang dari satu minggu hingga lebih dari satu tahun. Waktu tergantung pada jarak yang harus ditempuh virus sepanjang saraf perifer untuk mencapai sistem saraf pusat, karena itu jangan mengabaikan gigitan rabid animal.  Kematian terjadi beberapa hari setelah gejala-gejala tersebut muncul.

 

READ
PENANGANAN AWAL GIGITAN ULAR

Pencegahan Rabies dan Pengobatan

Semua mamalia (termasuk monyet) dapat membawa rabies, tetapi vektor paling umum adalah:

  • anjing
  • kelelawar
  • rakun
  • rubah
  • serigala
  • kucing
  • luwak

Hewan-hewan tersebut dapat menyebarkan infeksi jika mereka menggigit atau menggaruk Anda atau, dalam kasus yang jarang terjadi, jika mereka menjilati luka terbuka atau air liur mereka masuk ke mulut atau mata Anda.

Rabies tidak menyebar melalui kulit yang tidak luka atau antar orang.

 

Saat bepergian ke daerah dengan resiko rabies:

  • Hindari kontak dengan hewan – beberapa hewan yang terinfeksi mungkin bertingkah aneh, tetapi kadang-kadang mungkin tidak ada tanda-tanda yang jelas bahwa mereka terinfeksi
  • Hindari menyentuh hewan yang mati
  • Jika Anda bepergian dengan anak, pastikan mereka mengetahui akan bahaya rabies dan mereka harus memberi tahu Anda apakah mereka telah digigit, digaruk atau dijilat oleh binatang. Periksa apakah ada luka jika mereka bersentuhan dengan binatang.

 Apa yang harus dilakukan jika Anda digigit atau dicakar

  • Jika Anda digigit atau digaruk oleh binatang di daerah yang berisiko rabies:
  • Segera bersihkan luka dengan air mengalir dan sabun selama beberapa menit
  • Disinfeksi luka dengan desinfektan berbasis alkohol atau Iodium
  • Pergilah ke pusat medis terdekat, rumah sakit, atau IGD  sesegera mungkin dan jelaskan bahwa Anda telah digigit atau dicakar

Jika ini terjadi saat Anda di luar negeri, segera dapatkan bantuan medis setempat. Jangan menunggu sampai Anda kembali ke negara Indonesia.

Mungkin belum tentu juga Anda telah terinfeksi, tetapi hal tersebut jauh lebih aman. Perawatan pasca-paparan hampir 100% efektif jika dimulai sebelum gejala rabies muncul.

Pengobatan  setelah gigitan atau cakaran

Jika Anda digigit, dicakar, atau dijilat oleh hewan yang mungkin terkena rabies, Anda memerlukan perawatan medis khusus untuk mencegah  Anda terkena rabies. Ini disebut perawatan pasca-paparan (post-exposure treatment)

Perawatan pascapaparan meliputi:

  • Membersihkan dan mendesinfeksi luka
  • Sebuah program pemberian vaksin rabies  serta immnuglobin diberikan atau disuntikkan di sekitar luka bekas gigitan, immunoglobin ini memberikan perlindungan langsung tetapi jangka pendek jika ada kemungkinan signifikan Anda telah terinfeksi
  • Pengobatan harus dilakukan secepatnya – idealnya dalam beberapa jam setelah digigit atau dicakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!