Tikus

Tikus

I. Bioekologi Tikus Tikus (miki) tergolong ke dalam vertebrata hama dan masuk ke dalam ordo rodentia, vertebrata hama adalah hama yang memiliki tulang belakang, ciri khas vertebarta adalah memiliki perkembangan otak yang bagus sehingga hewan ini cerdik dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya, dan kata rodent memiliki arti “mengerat atau to gnaw” Ada tiga spesies  yang umum …

Lanjutkan membaca...

Identifikasi Serangga Hama Gudang

Identifikasi Serangga Hama Gudang

Identifikasi Serangga Hama Gudang & Hubungannya Dengan Pengendalian Kunci sukses pengendalian hama gudang salahsatunya adalah dengan melakukan Identifikasi Serangga yang Akurat.  Terkait identifikasi serangga hama gudang, diperlukan modal dasar seperti: Pengetahuan biologi dan morfologi serangga Identifikasi serangga yang akurat menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan pengendalian Golongan Serangga Hama Gudang yang Sering Merusak Produk Penyimpanan …

Lanjutkan membaca...

Cecurut (Sunchus murinus) House Shrew

Cecurut (Sunchus murinus) House Shrew

CECURUT     Cecurut atau dengan nama ilmiah Suncus murinus House Shrew termasuk ke dalam Ordo Insectivora Morfologi Cecurut Ukuran lebih besar dibandingkan dengan cecurut lain. Hidung/moncong lancip Mata dan telinga kecil tertutup rambut di bagian kepala Warna kelabu pucat kehitaman Tekstur rambut halus Ekor tebal di bagian pangkal dan tipis di bagian ujung Kepala & …

Lanjutkan membaca...

Status Resistensi

Status Resistensi

Apa Yang Dimaksud Status Resistensi? Status resistensi adalah suatu keadaan yang menunjukkan tingkat kemampuan populasi Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit untuk bertahan hidup terhadap suatu dosis pestisida yang dalam keadaan normal dapat membunuh spesies Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit tersebut. Definisi tersebut mengindikasikan bahwa fenomena resistensi terjadi setelah populasi Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit itu …

Lanjutkan membaca...

Manajemen Resistensi

Manajemen Resistensi

Manajemen resistensi Manajemen resistensi adalah semua tindakan yang dilakukan untuk mencegah, menghambat, dan mengatasi terjadinya resistensi pada Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit terhadap pestisida. Manajemen resistensi ditujukan agar pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit terarah dan tepat sasaran. Dalam melaksanakan Manajemen Resistensi harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Metode penggunaan pestisida merupakan pilihan terakhir Pengendalian …

Lanjutkan membaca...

error: Content is protected !!