Oryzaephilus surinamensis

Oryzaephilus surinamensis

[smartslider3 slider=8]

Kumbang Oryzaephilus surinamensis termasuk ke dalam famili Cucujidae

Di Indonesia kumbang Oryzaephilus surinamensis ini dikenal dengan nama kumbang padi-padian yang bergerigi (saw toothed grain beetle)

Kumbang Oryzaephilus surinamensis termasuk ke dalam famili Cucujidae.  Kumbang ini digolongkan sebagai hama pada tempat penyimpanan dan pabrik pangan karena menyerang bahan baku seperti tepung, kopra, dan bungkil.

Oryzaephilus surinamensis
         Oryzaephilus surinamensis

Morfologi Oryzaephilus surinamensis

Kumbang dewasa berukuran antara 2.5-3.5 mm, tubuh ramping dan pipih.  Kumbang ini berwarna coklat kemerah-merahan, antenanya terdiri dari 11 ruas dengan bentuk gada yang kompak.  Pada kedua sisi bagian toraks terdapat 6 buah gerigi yang seperti gergaji.  Elitron menutupi seluruh bagian abdomen.  Abdomen hanya mempunyai  5 ruas yang  terlihat dari bagian ventral.  Tarsi kaki depan, tengah dan belakang terdiri dari 5 ruas.

Telur oryzaephilus surinamensis diletakkan satu per satu atau dalam suatu kelompok pada biji-bijian komoditi atau pada celah atau retakan.

Larva Oryzaephilus surinamensis

Larva berukuran sampai 2.5 mm, berwarna putih sampai kuning pucat dengan bulu-bulu kasar.  Larva mempunyai bagian kepala yang jelas dan menarik perhatian.  Pada bagian toraks dan permukaan bagian dorsal abdomen terdapat garis lebar yang berwarna kekuning-kuningan dan hijau.

Pupa Oryzaephilus surinamensis

Pupa berukuran pupa hampir mendekati 1.5 mm, berwarna putih sampai putih pucat, dan bentuknya oval serta kelihatan kompak.  Pupa ini terdapat di dalam kepompong yang terbuat dari butiran-butiran komoditi.

Siklus hidup. Siklus hidup kumbang Oryzaephilus surinamensis selama 25 hari pada komoditi yang optimum.  Satu ekor kumbang betina mampu meletakkan telur sabanyak 400 telur (selama 10 minggu).  Lamanya stadia telur antara 3-17 hari.  Lamanya stadia larva antara 12-15 hari, sedangkan stadia pupa antara 10-12 hari.  Kemampuan hidup serangga dewasa 6-10 bulan tetapi ada yang mampu hidup sampai 3 tahun.

Jenis kerugian yang ditimbulkan

Hama kumbang ini merupakan hama sekunder terhadap biji-bijian yang masih utuh dan hama primer pada biji-bijian yang sudah rusak atau yang sudah digiling.  Material yang diserang akan berlubang.  Akibat serangan hama ini juga menyebabkan pemananasan pada komoditi yang diserangnya sehingga merangsang tumbuhnya cendawan, yang diantaranya menghasilkan racun alfatoksin.

Tingkat intensitas serangan dan nilai kerugian.  Belum ada data statistik yang pernah dilaporkan mengenai besarnya intensitas serangan dan nilai kerugian akibat serangan hama kumbang Oryzaephilus surinamensis ini.

Preferensi makanan

Kumbang ini menyerang padi-padian, kopra, beras, tepung, dedak, pecahan kulit biji gandum, rempah-rempah, daging dan buah-buahan yang dikeringkan.

Ekologi hama.  Kondisi optimum yang dibutuhkan oleh serangga hama ini pada temperatur lingkungan 30-350C dan kelembaban relatif 10%, kumbang ini masih dapat berkembang biak walaupun dengan lama siklus hidup yang lebih panjang.  Pada suhu di bawah 0C kumbang ini masih mampu hidup untuk waktu yang pendek.

 

READ
Identifikasi Serangga Hama Gudang

 

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!