Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti

Nyamuk Aedes aegypti mengalami 4 stadia dalam kehidupannya yaitu:telur, larva, pupa, imago (nyamuk dewasa). Nyamuk dapat hidup dan berkembangbiak baik di dalam maupun luar rumah. Keseluruhan siklus hidup dari mulai telur sampai dewasa memerlukan waktu kurang lebih 8-10 hari.

Tahapan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti

Siklus hidup nyamuk Aedes aegipty
                  Siklus hidup nyamuk Aedes aegipty

TELUR
Nyamuk Aedes aegypti betina dewasa meletakkan telur di atas permukaan air pada permukaan bagian dalam wadah berisi air, Nyamuk biasanya meletakkan kurang lebih 100 telur . Tempat peletakan telur dapat berada di dalam atau luar di sekitar rumah. Telur sangat kuat, menempel pada dinding wadah, seperti lem, dan bertahan dalam kekeringan sampai 8 bulan atau lebih.  Hanya memerlukan sejumlah kecil air untuk mengundang nyamuk betina , seperti pada mangkuk, gelas, fountains, ban, tong, vas bunga, dan wadah lainnya yang mengandung air yang dapat dijadikan tempat berkembangbiak. Di daerah dengan musim dingin (colder climate) stadia telur tidak dapat bertahan selama musim dingin.
LARVA
Telur berubah menjadi larva, setelah telur terkena air, hal ini berarti air hujan atau penambahan air pada wadah yang membasahi telur akan memicu munculnya larva.Umumnya larva memakan organisme air kecil seperti alga dan partikel tanaman dan material hewan dalam wadah berisi air, setelah molting untuk ketiga kalinya, larva akan menjadi pupa.
PUPA
Pupa akan berkembang sampai nyamuk dewasa keluar dari kulit pupa dan meninggalkan air.
IMAGO
Setelah nyamuk dewasa keluar dari pupa, nyamuk jantan dan betina mengkonsumi nektar tanaman; namun, nyamuk betina membutuhkan darah untuk menghasilkan telur, dan aktif di siang hari nyamuk dewasa memakan nectar dari bunga, nyamuk dewasa menusuk dan menghisap darah dari manusia dan hewan untuk memproduksi telur.  Setelah mendapatkan darah, nyamuk betina akan akan mencari sumber air untuk meletakkan telur.  Aedes aegypti hanya terbang beberapa blocks selama hidupnya.  Tidak seperti spesies nyamuk lainnya, nyamuk Aedes aegypti, lebih memilih untuk menusuk dan menghisap manusia.

Keseluruhan fase pradewasa atau aquatic cycle (yaitu, dari telur hingga dewasa) dapat terjadi hanya dalam 7-8 hari. Lama hidup nyamuk dewasa adalah sekitar tiga minggu.

HABITAT NYAMUK Aedes aegypti

Nyamuk betina menempatkan telur pada wadah dan tanaman yang mengandung air dekat rumah. Nyamuk ini dapat bertahan sepanjang tahun pada iklim tropis dan subtropis, Aedes sp menggunakan lokasi atau habitat alami (contoh:lubang pohon, ketiak daun),   dan dalam wadah tertentu dimana terdapat air, wadah yang mengandung material organik (misal:tumbuhan yang membusuk, alga dll) Sekitar tiga hari setelah menghisap darah, nyamuk bertelur tepat di atas permukaan air, telur diletakkan selama siang hari .  Telur diletakkan selama beberapa hari, tahan terhadap kekeringan dan dapat bertahan hidup selama enam bulan atau lebih. Ketika hujan banjir telur dengan air, menetas larva. Telur memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi kering dalam jangka waktu yang lama, sehingga telur dapat dengan mudah menyebar ke lokasi yang baru.

PENGENDALIAN

Setiap sumber air bisa menjadi area perkembangbiakan nyamuk potensial, dengan demikian tindak pencegahan difokuskan pada area-area tersebut

1.Tempat penampungan air yang terbuka bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk, yang    mungkin bertindak sebagai vektor penyakit, termasuk demam berdarah (hemorrhagic fever). Air yang terkena sinar matahari mendorong tumbuhnya alga. Direkomendasikan desinfeksi air di tempat penampungan air menggunakan sinar UV termasuk juga menggunakan klorin sesekali. Alat dapat digunakan dalam beberapa sistem, namun harus didesain, dibangun dan dipelihara dengan benar

2.  Instalasi jaring anti serangga (nyamuk) atau alat anti serangga lainnya pada jalur ventilasi (pipa air atau overflow pipe). Jika tangki penampung air secara terus menerus dikonsumsi dan diisi kembali, maka tidak ada genangan air yang terlalu lama tertinggal dalam tangki tersebut yang memungkinkan telur nyamuk menetas sehingga tidak memungkinkan ada perkembangbiakan nyamuk disitu. Berbeda dengan penampungan air hujan, nyamuk dapat dengan mudah berkembang biak dalam saluran air bersih dari penampungan tersebut. Saat air hujan berlebih masuk ke atap dan turun ke got melalui talang, sudah banyak larva terkumpul. Penggantian bahan saluran air berlebih itu dengan bahan berpermeabilitas lebih tinggi, meski membutuhkan biaya besar, namun bisa menghilangkan permasalahan nyamuk.

Alat anti nyamuk dipasang di antara saringan dan tangki penampung air hujan. Bisa juga dengan merebus air hujan yang terkumpul, didesinfeksi dengan pemutih pakaian atau diradiasi dengan cahaya matahari. Atau memelihara ikan dalam tangki untuk mencegah nyamuk berkembang biak di dalam tangki tersebut.

Terkadang air dalam penampungan bisa terkontaminasi kecebong, katak, nyamuk, kecoa dan tikus. Sebaiknya bibir penampungan tersebut ditutup rapat sepanjang waktu, atau lembar Polyethylene mungkin bisa digunakan untuk menutup bagian mulut penampung tersebut untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk atau serangga lain. Pembersihan periodik juga perlu dilakukan.

  1. Penutup yang rapat memastikan keadaan gelap penampung air tersebut hingga mencegah pertumbuhan alga dan perkembangbiakan nyamuk. Penampung terbuka atau kolam penyimpanan biasanya tidak cukup baik untuk menyimpan air minum
  2. Pengendalian harus dilakukan pada setiap stadia siklus hidup nyamuk, dengan penekanan pada ovisida (telur), larvasida (larva) dan adultisida (dewasa).                                                                                                                                                                                                          Tindakan pencegahan ini bisa terbagi menjadi tiga kelompok:
    a. Pencegahan perkembangbiakan nyamuk di area sekitar cara pengendalian fisik,                kimiawi dan biologis yang benar dapat diterapkan, tumbuhan yang bersifat reppelent bisa dipelihara di sekitar lokasi.  Gunakan BS, Bti, ikan-ikan larvivorous, tumbuhan aquatik, ekstrak tanaman, dll. Beberapa jenis bahan kimiawi yang sudah teruji dengan baik juga bisa digunakan.
    b. Pencegahan perkembangbiakan nyamuk di    sekitar penampungan air
    •Hindari setiap faktor yang mungkin menarik bagi nyamuk.
    •Penutupan bibir penampung air secara rapat agar tidak ada jalan masuk bagi nyamuk.
    •Gunakan jaring (dengan ukuran lubang kurang dari 1 mm) untuk mencegah masuknya larva nyamuk.
    •Saringan harus didesinfeksi (dengan pemutih pakaian).
    •Tidak boleh ada air tergenang.
    •Saluran yang mengacu pada penampung air harus terjaga agar tetap lancar.                                                                                                                                                  
    c. Jika sudah dilakukan semua hal diatas tetapi larva atau telur tetap ada, beragam tindak   ovisidal dan larvasidal harus dipertimbangkan, seperti:
    •Tindakan yang dilakukan untuk membunuh bakteri mungkin bisa juga mematikan telur dan larva nyamuk. Hal ini mencakup temperatur yang tinggi, perebusan dan pemakaian bahan botanikal.
    •Pertumbuhan alga bisa meningkatkan atau menghentikan pertumbuhan larva nyamuk tergantung pada kondisi tertentu.
    •Tindakan perlindungan akibat gigitan nyamuk perlu dilakukan.                                                                                                                                              
    d. Tindakan pengendalian yang ramah lingkungan untuk mencegah berkembangnya telur, larva dan imago antara lain :
    •Pencegahan perkembangbiakan di area sekitar dengan menggunakan tanaman akuatik maupun tanaman darat (terrestrial) yang bersifat sebagai reppelent.
    •Pemasangan jaring pada titik-titik jalur masuk menggunakan bahan kawat/nilon dengan lubang kassa yang benar (ukuran lubang kurang dari 1 mm).
    •Menyaring dan melakukan pencelupan saringan dengan pemutih, pada jalan masuk ke tempat penampungan air.
    •Pemakaian lembar plastik food grade dan ekstrak botanikal untuk menutup bagian atas penampung air dan untuk mencegah pertumbuhan larva.

 

READ
NYAMUK DEMAM BERDARAH

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!