Lebah dan Tawon Serta Cara Penanganannya

Lebah dan Tawon Serta Cara Penanganannya

Lebah dan Tawon, Persamaan, Perbedaan serta Cara Penanganannya

Lebah dan tawon merupakan serangga penyengat yang termasuk ordo Hymenoptera. Semut, lebah dan tawon (wasps) termasuk ke dalam ordo ini.

Serangga penyengat (mis:lebah dan tawon) menakutkan bagi pemilik rumah dan orang lain karena serangga tersebut membahayakan kesehatan manusia dan hewan peliharaan.

Tapi di dalam hutan, serangga–serangga tersebut sangat berguna, lebah membantu pembuahan dan tawon bersifat sebagai predator bagi serangga hama. Akan tetapi, jika hama tersebut hidup di sekitar bangunan, mereka harus dikendalikan.

Banyak orang alergi terhadap sengatan serangga. Beberapa diantaranya begitu peka sampai bisa meninggal akibat sengatan serangga, apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Tawon Vespula vulgaris
Tawon Vespula vulgaris

Klasifikasi tawon & lebah

Vespula vulgaris

        Kerajaan : Animalia

        Filum : Arthopoda

        Kelas : Insecta

        Ordo : Hymenoptera

        Subordo : Apocrita

Metamorfosis lebah dan tawon

Seperti Hymenoptera lainnya Tawon & Lebah mengalami metamorfosis sempurna, yaitu:

TELUR  –  LARVA –  KEPOMPONG – IMAGO

Larva  tawon tidak memiliki mata, kaki, dan rahang untuk mengunyah, sehingga agar bisa makan, ia bergantung pada induknya yang menaruhnya saat masih menjadi telur di dekat makanannya. Larva tawon yang bertumbuh akan mengalami pergantian kulit berkali-kali hingga akhirnya menjadi Kepompong Kepompong tawon biasanya berbentuk mirip dengan tawon dewasa, namun berwarna pucat. Tawon yang sudah menjalani fase kepompong kemudian akan menetas keluar dari kepompongnya, lalu menunggu sejenak agar sayapnya kering sebelum bisa dipakai untuk terbang.

Sebagai Serangga Social

Beberapa jenis tawon dan Lebah hidup dalam suatu kelompok besar yang disebut koloni.

Sistem Pengkastaan dalam koloni tawon relatif lebih sederhana dibandingkan sistem pengkastaan pada koloni semut dan rayap

koloni tawon & Lebah biasanya hanya tersusun dari :

  • puluhan-ratusan  pekerja     (mengumpulkan  makanan, merawat larva & memperbesar  sarang)
  • Satu RATU   (membuat sarang dan bertelur)
  • beberapa pejantan (saat-saat tertentu dibutuhkan untuk kawin)

Ciri Fisik Tawon:

  • Tubuh relatif ramping
  • Mempunyai Rahang (mandibula) pada mulut.
  • Berambut tipis / nyaris tidak berambut.
  • Semua kaki berukuran sama

LEBAH :

  • Bertubuh gemuk
  • Mulut tidak memiliki rahang
  • Berambut tebal

*Kaki belakang lebih besar dan pipih

Faktor Penarik Lebah/Tawon

“Suatu bahan yang terkandung dalam  kosmetik & makanan cepat saji  dapat membuat tawon

merasa terancam dan agresif”

Menyerang serta menyengat seseorang  secara tiba-tiba.  Menurut Prof. Masato Ono ; Japan –

senyawa dalam racun tawon mengandung bahan kimia : -2-pentanol,3-methyl-1-butanol &

1-methylbutyl- 3-methylbutanoate

Bahan kimia tersebut di gunakan sebagai campuran dalam bahan kosmetik & wewangian,

serta pada makanan cepat saji

Beberapa contoh produk yang mengandung bahan kimia tersebut adalah :

  • Deodoran
  • Hand & Body Lotion
  • Parfum
  • Cat
  • Permen Gula

Sengat ?!

  • Tawon memiliki sengat yang terdapat di ujung abdomennya.
  • Hanya tawon betina yang memiliki sengat, sementara pejantannya tidak memiliki sengat.
  • Tawon menggunakan sengatnya untuk melumpuhkan korbannya dan mempertahankan diri.
  • Sengat tawon tidak bergerigi sehingga tawon bisa menggunakan sengatnya untuk menyengat berulang kali tanpa khawatir sengatnya akan menancap dan tidak bisa dicabut.
Gejala dan  tanda ketika disengat tawon/ lebah

Sengatan tawon / lebah yang sedang bereaksi di tubuh ditandai dengan ketidaknormalan sejenak yang sifatnya individual.

Reaksi berbeda-beda, apakah sebelumnya pernah disengat atau tidak.

Biasanya seseorang akan mengalami reaksi lokal dan sistemik. Ciri reaksi lokal adalah pembengkakan di sekitar lokasi sengatan, gejala klinisnya gatal, nyeri, dan kaku. Reaksi sistemik berupa demam, lemas, telinga berdengung, dan pusing.

Pencegahan Bahaya Terkait Sengatan Lebah/Tawon

  • Tidak memakai wewangian di area tawon berada
  • Penggunaan asap dan wewangian sebagai pengalih perhatian
  • Tidak menimbulkan pergerakan yang membuat kaget ; dianggap sebuah perlawanan bagi tawon

Pertolongan Pertama Pada Sengatan Lebah/Tawon

”Bila seseorang tersengat lebah / tawon segera mengkonsumsi madu dan mengoleskan minyak gosok di bagian yang Tersengat (bengkak dan gatal)”

“Jangan mengambil sisa duri (stinger ) lebah yang tertancap dengan menggunakan tangan, karena akan semakin memompa racun yang ada pada bagian posterior yang tersisa semakin masuk ke dalam kulit, potong duri dengan menggunakan silet atau cutter”

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!