Home » HAMA GUDANG » Lasioderma serricorne

Pendahuluan tentang Lasioderma serricorne

Di Indonesia, Lasioderma serricorne kumbang ini dikenal dengan nama kumbang tembakau (cigarette beetle).  Kumbang ini termasuk ke dalam famili Anobiidae.  Kumbang ini merupakan hama penting pada tembakau simpanan, cerutu, kertas pembungkus rokok, disamping itu juga menyerang makanan kering dan rempah-rempah (spices).  Untuk diketahui, stadia paling merusak adalah stadia larvanya.

Morfologi Lasioderma serricorne

Lasioderma serricorne

        Lasioderma serricorne

Kumbang dewasa berbentuk lonjong, ukuran 2,5-3,5 mm, merah kecoklatan, dengan kepala menghadap ke bawah tertutup oleh pronotum.  Kumbang ini sekilas mirip Stegobium paniceum, dengan perbedaan pada antena dan permukaan sayap belakang.  Pada kumbang tembakau antena berbentuk sisir (serrate) dan permukaan elitra berambut halus dengan corak tidak beraturan, sedangkan Stegobium paniceum antena membesarke ujung dan permukaan elitra berambut membentuk corak alur sejajar.

Telur berwarna puith ukuran panjang ±0.5 mm dan lebar 0.25 mm dengan tonjolan pada bagian ujung seperti duri-duri tumpul.  Larva berwarna putih keruh dengan kepala bulat dan mempunyai bulu-bulu yang panjang.  Larva yang baru menetas bersifat fototrofik negatif.  Pupa berwarna putih dan berubah menjadi coklat dengan pertambahan umur.  Panjang pupa berkisar 2.5-4 mm.

Siklus hidup Lasioderma serricorne

Siklus hidup serangga ini bila diberikan makan tembakau ternyata mempunyai siklus hidup yang lebih lama yaitu 55-85 hari, sedangkan dengan makanan lain hanya berkisar 32-42 hari.  Seekor kumbang betina mampu menghasilkan telur sebanyak 45-115 butir pada suhu 200C dan kelembaban nisbi 70%.  Telur diletakkan satu persatu pada tempat yang terlindung.  Pada suhu 300C dan kelembaban nisbi 70%, stadia telur berkisar 5-7 hari, larva 17-21 hari dan pupa 10-14 hari.

Jenis kerugian yang ditimbulkan

Kumbang dewasa Lasioderma serricorne tidak makan, namun kumbang ini membuat kerusakan pada komoditi setelah keluar dari pupa.  Stadia larva yang merupakan stadia yang paling merusak, membuat lubang-lubang kecil pada komoditi yang diserangnya.  Bahkan pada kasus rokok kretek, cerutu dan mie instan dalam kemasan, kumbang ini mampu menembus kemasan dan masuk ke dalamnya

Tingkat intensitas serangan dan nilai kerugian.  Intensitas dan luas serangan kumbang ini sangat tinggi dan meluas dalam beberapa bulan bila tidak segera dilakukan pengendalian.  Nilai kerugian akibat serangannya sangat besar terutama bila menyerang komoditi yang mempunyai nilai ekonomi tinggi seperti tembakau, rokok kretek dan cerutu.

Preferensi makanan

Kumbang ini menyerang komoditi tembakau simpanan (kering), cerutu, rokok kretek, kopra, biji pala, krupuk udang, kulit, biji kakao, makanan ikan, makaroni, rempah-rempah (ketumbar,jinten, jahe kering), wijen, material herbarium, biskuit, mie instan, tepung ubi kayu dan dedak.

Ekologi hama

Kumbang ini dapat dijumpai secara meluas di daerah tropik dan subtropik. Penyebarannya sangat dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban.  Disamping itu kedua faktor tersebut juga mempengaruhi lama hidup dewasa,  Suhu tinggi dan kelembaban rendah, lama hidup dewasa pendek. Pada suhu 320C dan kelembaban nisbi=45%, lama hidup dewasa hanya 12 hari.  Sedangkan pada suhu yang sama dan kelembaban nisbi 70%, lama hidup dewasa antara 24-26 hari.

Pada tembakau simpanan, dewasa Lasioderma mampu bergerak dengan cepat di antara krosok dan menghilang di dalamnya.  Bila terganggu atau tersentuh, kumbang dewasa akan pura-pura mati dengan bagian kepala dan tungkai ditarik ke bagian abdomen.  Kumbang dewasa aktif pada sore-malam hari dan aktif terbang (good flyer). Takut pada cahaya matahari namun tertarik pada cahaya buatan pada cahaya ultraviolet tipe A

Pengendalian Lasioderma serricorne

Pada kebanyakan kasus serangan Lasioderma serricorne di Indonesia, hampir 90% lebih penanganan lebih mengandalkan fumigasi, teknik lain selain fumigasi pada kasus infestasi Lasioderma serricorne tidak dapat menyelesaikan secara hoslistik dikarenakan penyebaran serangan yang massif dan merata, fumigasi memiliki kelebihan punya daya infiltrasi yang cukup tinggi, namun satu hal yang harus diperhatikan pada kebanyakan kasus Lasioderma ini telah cukup resisten terhadap fumigan, selain perlu adanya dosis yang tinggi, ternyata dosis yang tinggi saja tidak cukup dapat mengatasi hama ini namun juga perlu diimbangi dengan waktu pemaparan fumigan (exposure time) yang lebih lama.

Monitoring Lasioderma serricorne

Pengendalian hama gudang secara terpadu sangat melibatkan upaya atau langkah-langkah yang sifatnya pencegahan atau preventive, diantaranya dengan melakukan salahsatu metode pengendalian nonkimia yaitu interception, interception adalah upaya mencegah hama terbawa melalui incoming material, selain itu untuk membantu monitoring, digunakan alat monitoring berupa pheromone trap.

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name
Email
Website


        
          
error: Content is protected !!