LAMA HIDUP KUTU BUSUK

LAMA HIDUP KUTU BUSUK

Variasi Lama Hidup Kutu Busuk

Lama hidup kutu busuk dapat bervariasi, dari bulan ke tahun. Perbedaan atau variabilitas tersebut sangat tergantung terutama pada suhu dan kondisi lingkungan lainnya, kualitas makanan (darah) dan ketersediaannya, serta genetika. Lama hidup kutu busuk rata-rata dari telur menetas  hingga mati di lingkungan laboratorium, dengan kondisi ideal, adalah 6 hingga 12 bulan.

kutu busuk
kutu busuk (image credit:jupiteimages |Thinkstock)

Tetapi kehidupan di dunia nyata sangat berbeda untuk kutu busuk, dan biasanya usia kutu busuk jauh lebih pendek. Kutu busuk yang hidup di sekitar tempat tidur seseorang menghadapi  berbagai penghambat dan persaingan: dari kutu busuk lainnya, bahan kimia (pembersihan dan insektisida), risiko tergencet/mati selama makan (menghisap darah), predator (laba-laba, semut, dll.), dan faktor risiko lainnya. Kutu busuk betina memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi karena risiko traumatik inseminasi (kutu busuk jantan benar-benar menusuk dinding perut betina untuk menanam sperma) selama kawin. Jika kutu busuk bertahan dari semua itu … di dunia nyata, suhu berfluktuasi dan jarang mendekati kondisi ideal seperti di lab. Makanan, dalam bentuk darah hewan, tidak selalu tersedia secara terus-menerus di dunia nyata/lapangan juga.

Apa Yang Mempengaruhi Lama Hidup Kutu Busuk?

Dalam rentang tertentu, karena suhu naik, kutu busuk berkembang lebih cepat. Waktu perkembangan rata-rata dari mulai saat telur  hingga peletakan telur pertama oleh imago adalah satu hingga dua bulan. Pada suhu  80 ° F (27 ° C), waktu perkembangan dari telur hingga ke telur lagi adalah sekitar satu bulan; pada suhu  64 ° F (18 ° C), waktu perkembangan dari telur hingga ke telur lagi adalah sekitar empat bulan.

Aktivitas dan perkembangan kutu busuk berhenti sepenuhnya pada suhu ekstrem tertentu, meskipun persisnya ekstrim itu seperti apa? diperdebatkan. Pekerjaan laboratorium sebelumnya menemukan bahwa kutu busuk menjadi tidak aktif pada suhu di bawah 57 ° F (14 °C). Penelitian lain menemukan kutu busuk masih aktif meskipun pada suhu serendah 44 °F (6.6 °C). Suhu sekitar 97 ° F (36 °C) tampaknya menjadi titik atas di mana kutu busuk berhenti beraktifitas.

Sementara suhu adalah variabel yang sangat penting yang mempengaruhi rentang kehidupan kutu busuk, kelembaban tampaknya memiliki sedikit dampak pada pertumbuhan dan perkembangan kutu busuk kecuali pada kelembaban ekstrem. Kelembaban yang sangat rendah meningkatkan pengeringan dan kelembapan yang sangat tinggi ideal bagi pertumbuhan jamur.

 Ketersediaan Makanan & Pengaruhnya Terhadap Lama Hidup Kutu Busuk

Kutu busuk biasanya makan dua hingga tiga kali seminggu, dan konsumsi darah diperlukan untuk bertelur. Namun, kebutuhan akan darah terkadang sulit dipenuhi atau ditemukan oleh kutu busuk, misalnya ketika sebuah apartemen menjadi kosong atau kabin padang gurun tidak digunakan selama musim dingin. Tidak perlu khawatir, kutu busuk tampaknya telah beradaptasi dengan kelaparan dan waktu bertelur dapat ditunda, yang menakjubkan kutu busuk dapat bertahan untuk jangka waktu yang sangat lama tanpa darah. Kutu busuk dewasa (imago) dan nimfa instar akhir bertahan lebih lama dari nimfa instar awal, lebih dari satu tahun dalam kondisi tertentu. Beberapa ahli mengatakan bahwa nimfa yang baru menetas akan mati dalam beberapa hari setelah keluar dari telur jika mereka tidak menemukan makanan yaitu darah. Yang lain mengatakan nimfa muda bisa bertahan selama berbulan-bulan.

Di sinilah suhu ikut menentukan kembali; suhu membuat perbedaan dalam waktu bertahan hidup pada saat tida ada makanan (darah). Kutu busuk yang dalam kondisi kelaparan bertahan lima hingga 10 kali lebih lama pada 50 ° F (10 ° C) dibandingkan pada 80 ° F (27 ° C). Ini berlaku pada semua stadia kutu busuk.

Studi terbaru menunjukkan bahwa waktu perkembangan kutu busuk juga dapat bervariasi pada populasi kutu busuk yang berbeda. Ketika tiga strain kutu busuk dibandingkan, waktu dari telur menjadi dewasa berkisar antara 35 hingga 40 hari. Satu populasi  kutu busuk yang sangat tahan terhadap insektisida piretroid berkembang secara signifikan lebih cepat daripada yang lain.

APA ARTINYA? Anda mungkin perlu memikirkan kembali kriteria Anda untuk menyatakan tempat Anda “terbebas kutu busuk” Populasi kutu busuk yang tersisa dapat tetap bertahan hidup di pada sarangnya yang tersembunyi/terlindung selama berbulan-bulan setelah treatment, atau ketika furnitur tersedia/ada di ruangan tersebut, atau untuk waktu yang lama ketika ruangan atau kamar tidak berpenghuni. Mengosongkan ruangan yang terinfestasi, atau bahkan seluruh apartemen sehingga kutu busuk dapat “mati,” bukanlah strategi yang tepat dalam pest management. Serangga memiliki kemampuan untuk beradaptasi tidak akan mati dengan mudahnya kapanpun serta  cenderung bermigrasi ke lokasi baru dimana mereka menemukan inang barunya.

Pada praktiknya kita perlu  menunggu tujuh sampai 10 hari setelah treatment dilakukan, daripada cepat-cepat mengevaluasi keberhasilan treatment yang telah dilakukan. Dengan tidak mempertimbangkan suhu di tempat yang ditreatment. Telur kutu busuk pada suhu dingin memerlukan waktu sampai  21 hari untuk menetas, lama setelah Anda menyatakan tempat tidur tersebut terbebas dari kutu busuk.

Mudah dimengerti mengapa masalah kutu busuk umumnya mencapai puncaknya di bulan-bulan musim panas, yang terbesar dari Juli hingga September. Bed bugs berkembang lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi, dan mereka juga lebih aktif dan lebih terlihat. Bahkan dalam ruangan yang berAC, suhu dalam ruangan rata-rata lebih hangat di musim panas daripada di musim dingin.

pencarian terkait pest management:

READ
Kutu anjing dan Kutu kucing (Flea)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!