Kutu Frengki sebutan Untuk Alphitobius diaperinus

Kutu Frengki sebutan Untuk Alphitobius diaperinus

Kutu frengki lazimnya dinamakan adalah merupakan Kumbang Alphitobius diaperinus (lesser mealworms)

kutu frengki
                                kutu frengki (image credit:alamy)

Kutu frengki Alphitobius diaperinus tergolong ordo Coleoptera.

Ciri umum morfologi kumbang ini mempunyai sepasang sayap depan yang tebal dan berfungsi sebagai pelindung sayap belakang. Pasangan sayap tebal ini disebut eliteron, dan dalam keadaan istirahat, bertemu pada satu garis lurus ke mediodorsal (bagian tengah atas).

Pasangan sayap belakang tipis dan bening, dengan posisi terlipat di bawah elitera. Bagianbagian mulut kumbang ini berfungsi untuk menggigit dan mengunyah. Serangga ini mengalami metamorfosis sempurna dari telur berubah menjadi larva, pupa dan akhirnya dewasa.

Meskipun sesungguhnya serangga ini tergolong kumbang, tetapi masyarakat lebih mengenalnya sebagai frenki atau kutu frengki. Frengki saat ini banyak menjadi hama dan masalah pada peternakan ayam. Ia banyak ditemukan secara berkelompok dalam jumlah banyak di manur (sisa pakan yang telah tercampur urin dan kotoran), gudang pakan, makanan ayam. Frengki ini memakan tepung, beras, kedelai, dan kacang-kacangan, serta makanan ayam yang lembab dan telah berjamur yang banyak terdapat di sekitar peternakan ayam.

Telur kumbang Alphitobius diaperinus (kutu frengki)

Kumbang Alphitobius diaperinus meletakkan telurnya pada alas (litter) atau kolong kandang, atau gudang pakan di sekitar kompleks peternakan ayam.Telurnya berukuran 1.5 mm berwarna krem keputihan, diletakkan pada celah dan retakan di dalam manur atau litter. Telur akan menetas dalam waktu 3 sampai 6 hari menjadi larva.

Larva kumbang Alphitobius diaperinus

Larva bentuknya beruas-ruas dan mempunyai tiga pasang kaki. Larva berwarna kekuningan sampai coklat. Larva ini akan menembus kayu-kayu kandang, panel, dinding dan selubung kabel, bahkan bisa berpindah ke bangunan yang ada di sekitarnya.

Ketika berada di dalam kerangka kayu ini, larva banyak menimbulkan kerusakankerusakan. Setelah itu larva berubah menjadi pupa.

Pupa kumbang Alphitobius diaperinus

Stadium pupa berlangsung 3-10 hari dan berubah menjadi dewasa. Frengki dewasa bisa hidup selama 3 bulan sampai satu tahun.

Secara umum daur hidup frenki sangat tergantung pada suhu. Makin tinggi suhu, waktu yang diperlukan untuk perkembangan dari telur hingga menjadi dewasa menjadi singkat. Biasanya frengki baru akan terlihat dalam jumlah banyak di area peternakan ayam ketika manur mulai menumpuk paling tidak setelah 20-24 minggu. Sebelum itu biasanya jarang dijumpai adanya frenki di sekitar peternakan ayam.

Adanya frenki di sekitar peternakan cukup mengganggu secara langsung, dapat juga secara tidak sengaja terpatuk oleh ayam ketika sedang makan. Selain itu, frenki ini diketahui sebagai vektor penyakit dan reservoar beberapa agen penyakit seperti Acute Leucosis (Marek’s disease), Escherichia coli, Fowl pox, Salmonella spp dan Inang antara Cacing pita pada unggas.

READ
PHEROMONE TRAPS SERANGGA HAMA GUDANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!