Biologi Cryptolestes ferrugineus

Biologi Cryptolestes ferrugineus

Ciri-ciri Kumbang Cryptolestes ferrugineus

Kumbang Cryptolestes ferrugineus (Stephens) / rusty grain beetle, (Stephens) (Coleoptera: Laemophloeidae) panjang tubuhnya sekitar 3 mm, berbentuk pipih dorsoventral, berwarna coklat kemerahan. Siklus hidup kumbang Cryptolestes ferrugineus (Stephens) rusty grain beetle (kumbang biji-bijian yang berkarat), mulai dari menetaskan telur hingga dewasa, dapat memakan waktu paling sedikit 19 hari dalam kondisi ideal 35 ° C dan kelembaban relatif 75% (Rilett 1949). Perkembangan akan berhenti terjadi jika kelembaban biji-bijian (grains) turun di bawah 12% dan / atau kelembaban relatif turun hingga 40% atau di bawahnya (Canadian Grain Commission 2013).

Kumbang Cryptolestes ferrugineus
Kumbang Cryptolestes ferrugineus

C.ferrugineus betina mampu bertelur 2-3 telur setiap hari, biasanya di antara biji-bijian atau di dalam celahan atau retakan di permukaan biji-bijian (Rilett 1949, Hagstrum et al. 2012). Ketika betina C. ferrugineus bertambah usia, mereka bertelur lebih sedikit dan lebih sedikit, sesuatu yang tidak umum di antara serangga hama gudang (Arbogast 1991). Fekunditas rata-rata per betina adalah 242 telur (Davies 1949). Telur agak besar, dibandingkan dengan total panjang betina dewasa. Setiap telur rata-rata panjang 0,76 mm sementara panjang kumbang dewasa rata-rata hanya 2 mm (Rilett 1949). Telur berwarna putih dan berbentuk seperti lonjong, oval.
Setelah 4 sampai 5 hari, telur menetas menjadi larva yang ukuran lebih panjang sedikit dari telur, kecil dan berwarna putih. Larva seketika itu pula langsung mencari makanan, dan lebih memilih bagian endosperm gandum, khususnya yang sudah terserang oleh jamur (Hagstrum et al. 2012). Jika kondisi tepat, satu bagian inti gandum dapat membawa seekor larva yang kemudian akan berkembang menjadi fase pupa (Rilett 1949). Jika kekurangan makanan, kumbang akan bersifar kanibal, yaitu memakan pupa dan telurnya (Sheppard 1936).

Larva terdiri dari 4 instar, dimana semua instar dapat sangat aktif (mobile) ketika mencari makanan. Larva instar keempat berkembang secara utuh, kuat, berambut, dapat mencapai panjang 4 mm (Canada). Pupa telanjang dan hanya bisa menggerakkan perut mereka bolak-balik dan akan melakukannya dengan mudah ketika terganggu. Serangga berada dalam fase pupa untuk waktu sekitar empat (4) hari, dimana pada hari ketiga pupa sudah berwarna coklat kemerahan. Serangga dewasa keluar dari pupa dengan elytra (selaput sayap) berwarna coklat dan dapat menjadi berwarna coklat kemerahan (warna serangga dewasa) dalam waktu hampir 24 jam.

Perkawinan pertama antara serangga jantan dan betina terjadi dalam waktu 24 sampai 48 jam kemudian, setelah itu tidak lama kemudian serangga betina akan melakukan peletakan telur (oviposit). Perkawinan (Copulation) pada C. ferrugineus telah didokumentasikan berlangsung selama 235 menit, dengan 20 menit istirahat selama proses tersebut.

Serangga dewasa C. ferrugineus dapat hidup untuk waktu yang lama, beberapa dapat mencapai lebih dari 1.5 tahun di laboratorium (White and Bell 1993), but most average eight months (Rilett 1949, Hagstrum et al. 2012). Hama ini telah memperlihatkan kemampuannya sebagai penerbang yang baik ketika temperature berada di atas 300 (Rilett 1949). Kombinasi serangga dewasa dimana dapat bertahan pada suhu di bawah minus -20.4 0C di dalam biji-bijian, menjadi penerbang yang bagus dan mampu bertahan pada kondisi tidak ada makanan selama delapan (8) hari membuat infestasi C.ferrugineus menyebar dan bertahan lama (persisten) (Hagstrum et al. 2012).

READ
Pengaruh Metil Bromida Terhadap Komoditas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

PMT Newsletter

Berlangganan informasi maknyus dari kami!

Powered by Kirim.Email