KECOA

KECOA

Pendahuluan

Kecoa dapat dikatakan sebagai serangga primitif, telah menghuni bumi ini sejak lama, 200 juta tahun yang lalu. Saat ini dapat dijumpai di berbagai negara. Penyebaran yang begitu luas didukung oleh kemampuan mudah  beradaptasi dengan lingkungan serta ditunjang kemampuan reproduksi yang sangat tinggi, menghasilkan keturunan yang banyak

Serangga ini menjadi hama baik di rumah maupun di fasilitas komersial, seperti hotel restoran dan fasilitas food processing lainnya, kerugian yang ditimbulkan diantaranyadapat menjadi vector penyakit, selain itu keberadaannya dapat mengganggu kenyamanan, mengurangi nilai estetika juga dapat menurunkan kredibilitas dari fasilitas bersangkutan, pada beberapa outlet fast food, temuan hama ini dapat berakibat ditutupnya outlet-outlet bersangkutan.

Pengelolaan serangga ini relatif  sulit, diantara penyebabnya adalah kemampuan berkembang biaknya yang sangat cepat dan banyak serta kemampuannya yang dapat hidup tersembunyi, sehingga jika tidak detail dan teliti, maka akan banyak tempat yang terlewat tidak diinspeksi dan tidak tertreatment, untuk memaksimalkan hasil pengendalian, pengetahuan mengenai siklus hidup, kebiasaan serta habitatnya sangat penting untuk diketahui.

Tipe Metamorfosis Kecoa

Mengalami metamorfosis tidak sempurna yang siklus hidupnya mengalami 3 fase perkembangan yaitu fase telur, nimfa dan imago.

Ciri-ciri umum:

  • Menyukai tempat gelap, lembab dan basah
  • Menghabiskan lebih banyak waktunya dalam celah, retakan dan rongga (25:75)
  • Pemakan segala (omnivora)
  • Memiliki sifat “thigmotatic” thigmotatic adalah pergerakan individu berdasarkan rangsangan fisik
  • Telur berada dalam sebuah kantung yang dinamakan “ooteca
  • Bersifat phototaksis negatif artinya menghindari cahaya
  • Bersifat kemotaksis atau memanfaatkan senyawa kimia untuk mencari pasangan atau kawin
  • Tidak menyukai udara yang bergerak

Ragam Spesies

macam-macam kecoa
                         macam-macam kecoa

Jenis yang diketahui kurang lebih 3.500 species. Beberapa jenis sering ditemukan di lingkungan pemukiman adalah jenis kecoa jerman (Blatella germanica), kecoa amerika (Periplaneta americana), kecoa oriental (oriental cockroach), kecoa brown-banded, wood cockroach.

Metode Pengendalian Secara kimia dan Nonkimia

a. Pengendalian kimia

    Pengendalian secara kimia diantaranya: 

1. Residual Treatment, adalah treatment yang dilakukan dengan menggunakan pestisida residual,baik secara spot  atau spraying.

2. Crack and Crevice Treatment, adalah treatment yang dilakukan pada celahan dan retakan.

3.  Void Treatment,adalah treatment yang dilakukan pada rongga.

4. Baiting adalah teknik pengendalian dengan menggunakan umpan.

 

READ
BIOLOGI KECOA JERMAN (Blatella germanica)

b. Pengendalian Nonkimia

1. Sanitasi adalah kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan keberadaan dan perkembangbiakan hama,seperti kebersihan lingkungan.

2. Vacuuming, pengambilan langsung kecoa dengan menghisapnya dengan vacuum cleaner.

3. Harborage removal atau penghilangan sarang.

4. Harborage denial

5. Eksklusi, penutupan sarang atau celah dimana kecoa bersarang.

6. Interception, upaya pencegahan agar hama tidak dapat masuk seperti melalui incoming                   material.

 

 

 

 

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!