KALIBRASI ALAT SEMPROT

KALIBRASI ALAT SEMPROT

URGENSI KALIBRASI ALAT SEMPROT

Pada prinsipnya kalibrasi merupakan proses untuk mendapatkan standar dan prosedur yang tepat dalam melaksanakan penyemprotan.  Tujuan kalibrasi alat semprot adalah memperoleh dosis penyemprotan (liter/hektar), seperti yang tertera pada label pestisida.  Dengan demikian, kalibrasi tidak perlu dilakukan jika label pestisida yang akan digunakan tidak merekomendasikan dosis tertentu, tetapi hanya mencantumkan konsentrasi yang harus digunakan.

Contohnya, berikut ini akan diuraikan langkah kerja dalam kalibrasi alat semprot knapsack yang menggunakan nozel polijet biru untuk menyemprotkan herbisida merek “X” dengan dosis 400 liter/ha, pada gulma yang tumbuh diantara tanaman kelapa sawit.

     a. Tahap pertama kalibrasi alat semprot

     Tahap pertama adalah penetapan spesifikasi nozel.  Langkah kerja yang dilakukan sebagai berikut:

  1. Isi tangki dengan air kira-kira setengah volume tangki, pompa beberapa kali. Gendong alat semprot dan pegang tangkai semprot, seperti posisi sewaktu akan melakukan penyemprotan.  Mintalah seorang teman untuk mengukur tinggi nozel (ujung tangkai semprot) dari permukaan tanah (misalnya 40 cm).  Ketinggian ini menjadi standar yang harus dipertahankan pada saat melakukan penyemprotan yang sesungguhnya.
  2. Letakkan selembar koran di atas permukaan tanah, tepat di bawah nozel. Lakukan penyemprotan singkat hingga kabut semprot membasahi dan membentuk pola tertentu pada kertas koran.  Ukurlah lebar semprot yang terbentuk pada kertas koran (misalnya 1.5 meter).  Angka ini berguna untuk menentukan lebarnya spasi diantara baris semprot.
  3. Mintalah seorang teman untuk memegang gelas ukur yang cukup besar (kapasitas 2 liter) tepat di bawah nozel, sehingga jika penyemprotan dilakukan seluruh kabut semprot akan masuk ke dalam gelas ukur. Siapkan stop watch.  Lakukan penyemprotan dan hidupkan stop watch.  Hentikan penyemprotan begitu stop watch menunjukkan angka 60 detik.  Tentukan volume air yang masuk ke dalam gelas ukur dengan membaca skala pada gelas ukur (misalnya 1300 ml).  Berarti debit yang dihasilkan oleh alat semprot adalah 1300 ml/menit.  Dengan demikian 400 liter larutan yang disemprotkan pada areal 1 ha, harus habis atau selesai dalam waktu 400/1,3=308 menit atau 5,08 jam (tanpa mengikutsertakan waktu istirahat dan waktu untuk pengisian tangki).                                                                                                                                                                                                                         
    Tahap pertama kalibrasi alat semprot. Pengenalan spesifikasi nozel
    Tahap pertama kalibrasi alat. Pengenalan spesifikasi nozel

                                                                                                                                                                                     

    b. Tahap Kedua Kalibrasi Alat Semprot

       Pada tahap kedua akan dicoba melakukan penyemprotan pada areal yang tidak terlalu luas dan mengetahui cara          penyemprotan yang tepat untuk mencapai dosis yang diinginkan.  Langkah kerja yang harus dilakukan sebagai              berikut:

  1. Tetapkan luas areal yang akan disemprot (misal 200 m2, panjang 25 m, dan lebar 8 m), tandai area tersebut dengan patok.
  2. Jika dosis yang ingin dicapai adalah 400 liter/hektar, untuk areal seluas 200 m2 diperlukan waktu efektif (teoritis): (200/10000m2) x 308 menit= 6 menit, sedangkan volume larutan yang dibutuhkan adalah (200 m2/10000 m2) x 400 liter = 8 liter.

        Langkah berikutnya adalah mencari cara yang tepat untuk menyemprotkan 8 liter larutan pada lahan seluas 200           m2 dengan merata selama 6 menit.

  1. Isilah tangki dengan 10 liter air. Lakukan pemompaan hingga tekanan pompa terasa berat, karena alat ini tidak dilengkapi dengan pengukur tekanan, untuk menjaga tekanan tetap konstan perlu diterapkan interval waktu untuk memompa kembali (misalnya setiap 5 langkah 3 kali memompa).
  2. Gendonglah alat semprot dan peganglah tangkai semprot sehingga nozel berada pada ketinggian 40 cm (seperti yang telah ditetapkan pada tahap pertama).
  3. Tetapkan lebar spasi antara dua baris semprot sesuai dengan lebar bidang semprot yang telah ditetapkan pada tahap pertama (1,5 m atau 2 langkah).
  4. Hidupkan stopwatch dan mulailah menyemprot sambil berjalan lurus dengan kecepatan konstan.  Jangan menggoyang tangkai semprot ke kiri dan ke kanan, serta jagalah agar ketinggian nozel tidak berubah.  Berjalanlah seperti pola pada gambar berikut:
Pola penyemprotan pada kalibrasi alat semprot
Pola penyemprotan pada kalibrasi alat semprot
  1. Jika telah sampai ke batas areal terakhir, berhentilah menyemprot dan matikan stop watch. Catat waktu yang dibutuhkan.  Catat volume cairan yang terpakai dengan cara menuangkan air yang tersisa ke dalam gelas ukur.
  2. Jika waktu dan volume semprot masih jauh berbeda dengan yang diharapkan (6 menit dan 8 liter), ulangi proses penyemprotan dengan mengubah kecepatan berjalan (diperlambat atau dipercepat) hingga hasilnya mendekati nilai yang diharapkan.
  3. Jika hasil yang diharapkan telah tercapai, buatlah standar prosedur penyemprotan herbisida “X” yang terdiri dari tinggi nozel, interval waktu untuk memompa kembali, jarak antara dua baris semprot, dan kecepatan berjalan. Gunakanlah standar ini setiap kali menyemprotkan herbisida “X”

         Kalibrasi alat semprot perlu dilakukan lagi jika terjadi hal-hal berikut:

  1. Penyemprotan dilakukan untuk tanaman yang berbeda. Prinsipnya proses menyemprot pada saat kalibrasi harus dilakukan dengan cara yang sama dengan penyemprotan yang sesungguhnya.  Seperti penyemprotan insektisida pada tanaman jagung yang ditanam dalam baris dan seluruh tajuk harus terkena pestisida, sehingga tangkai semprot harus digerakkan ke atas dan ke bawah.  Kalibrasi sebaiknya dilakukan pada areal yang akan disemprot.
  2. Mengganti tipe nozel dan komponen lain dari alat semprot.
  3. Mengganti jenis pestisida dengan rekomendasi dosis yang berbeda
  4. Kalibrasi perlu dilakukan secara periodik jika ingin selalu mendapatkan hasil yang akurat, misalnya sekali dalam enam bulan.

pencarian terkait pest management:

READ
ISPM 15 (International Standards for Phytosanitary Standards #15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!