INSPEKSI SANITASI DALAM PENGENDALIAN HAMA

INSPEKSI SANITASI DALAM PENGENDALIAN HAMA

INSPEKSI SANITASI DALAM PENGENDALIAN HAMA

Sanitasi dalam sudut pandang pest control/pengendalian hama adalah kondisi yang tidak sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan hama.  Berbeda dengan pandangan tim hygiene dimana sanitasi lebih kepada kondisi sehat, steril dari mikroorganisme, seperti bakteri, virus, protozoa dsb.

Sanitasi sangat penting dalam mendukung program pengendalian hama yang dilakukan dan termasuk ke dalam metode pengendalian hama nonkimiawi.

inspeksi sanitasi
inspeksi sanitasi

Kenapa sanitasi sangat penting dalam mengendalikan infestasi hama?

  • Karena praktik sanitasi yang baik menyebabkan minimnya bahkan tidak adanya ketersediaan makanan dan air bagi hama.

Dapatkah praktik sanitasi yang baik dengan sendirinya dapat mengeliminasi infestasi hama?

  • Tidak, tidak dalam banyak kasus.

Kenapa?

  • Karena ketersediaan makanan yang cukup selalu ada saja di sekitar fasilitas yang dapat mendukung keberadaan hama.

Apa yang terjadi jika sanitasi makin memburuk?

  • Populasi hama dapat meningkat dengan cepat
Apa peran Service Professional (Pest Control Operator) yang hubungannya dengan sanitasi?
  • Untuk menunjukkan kepada customer kondisi-kondisi terkait sanitasi yang mendukung atau dapat mendukung keberadaan hama.

Bagaimana seharusnya PCO (Pest Control Operator) memberikan rekomendasi sanitasi kepada pelanggan?

  • Dengan menjelaskannya
  • Dengan menunjukkannya/membawa langsung ke area, jika hal ini memungkinkan.
  • Dengan mendokumentasikannya pada service ticket atau form laporan sanitasi

Benar atau Salah.  Program sanitasi dalam pengendalian hama yang baik hanya melibatkan  penghilangan sumber makanan dan air.

  • Salah

Apa saja hal lainnya yang perlu dicakup di dalam program sanitasi selain hanya menghilangkan sumber makanan dan air?

  • Menghilangkan sarang hama.
  • Menutup retakan yang dapat dijadikan sarang hama.
  • Menutup celahan dan lubang yang dapat menjadi akses hama.
  • Memperbaiki ventilasi pada basement atau loteng untuk membuat area-area tersebut kurang menarik bagi hama.

Apa perbedaan antara tipe inspeksi sanitasi yang dilakukan oleh inspector sanitasi kesehatan dengan inspeksi sanitasi yang dilakukan oleh seorang  Pest Control Operator?

  • Seorang inspektur kesehatan mencari kondisi apapun yang mungkin dapat mengakibatkan makanan atau bahan menjadi terkontaminasi atau tidak dimasak dengan benar, termasuk mencari kondisi yang mendukung keberadaan hama.
  • PCO hanya melakukan inspeksi untuk mencari kondisi-kondisi yang dapat mendukung keberadaan hama.

Bagaimana seharusnya seorang Pest Control Operator melakukan inspeksi sanitasi?

  • Karena PCO harus melakukan service nya tepat waktu, karena itu ia perlu mencari dan mengidentikasi kekurangan dari sanitasi yang ada bersamaan seiring dengan inspeksi dan treatment yang dilakukan.
  • Di akhir pekerjaan, PCO harus menuliskan hal-hal yang sangat penting terkait kekurangan-kekurangan dari kondisi sanitasi tersebut pada Checklist Inspeksi atau Service Ticket atau laporan terpisah lainnya.

Apa yang harus dicari dan diidentifikasi oleh seorang Pest Control Operator/Entomologist?

  • Kondisi apapun yang ada, atau dapat mendukung keberadaan hama

Kondisi seperti yang harus diperhatikan oleh seorang pengendali hama terkait kecoa jerman?

  • Deposit makanan di lantai di bawah perlengkapan
  • Deposit makanan yang ada pada celahan atau retakan dan diantara perlengkapan.
  • Deposit lemak
  • Makanan dan sampah yang ditinggalkan sampai keesokan harinya.
  • Celahan dan retakan serta lubang pada dinding (kecoa jerman menyukai tinggal di dalam celah)
  • Keramik yang rusak, pelindung sudut (corner guards)
  • Kebocoran air
  • Alat pel yang disimpan di lantai bukannya digantung.

Bagaimana dengan lalat?

  • Siklus pembuangan sampah yang tidak rutin dan lama (lebih dari 24 jam)
  • Saluran air yang perlu diperlukan
  • Deposit makanan basah yang berada barang atau retakan/celahan
  • Tempat yang terisi sayuran yang telah lama atau membusuk atau buah yang terabaikan/tidak terkontrol
  • Potongan sayuran atau buah di bawah meja dan perlengkapan.
  • Tong sampah yang perlu dibersihkan.
  • Kotak kaleng daur ulang yang meluber.
  • Pintu yang selalu terbuka
  • Kebersihan yang kurang di sekitar tempat sampah.
  • Tempat sampah yang terlalu dekat dengan pintu belakang.

Bagaimana dengan kondisi yang ada hubungannya dengan tikus?

  • Rumput tinggi yang dekat dengan bangunan.
  • Tumpukan puing-puing di luar gedung.
  • Tumpukan palet yang dekat dengan dinding
  • Sanitasi yang buruk di area tempat sampah.
  • Lubang atau retakan/celahan pada exterior bangunan.
  • Pintu yang dibiarkan terbuka lama

READ
ISPM 15 (International Standards for Phytosanitary Standards #15)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!

PMT Newsletter

Berlangganan informasi maknyus dari kami!

Powered by Kirim.Email