IN TRANSIT FUMIGATION

IN TRANSIT FUMIGATION

IN TRANSIT FUMIGATION  (YANG DILANJUTKAN DALAM PERJALANAN)

Fumigasi kapal dengan menggunakan Fosfin dapat dilanjutkan selama dalam perjalanan (in transit fumigation) atas persetujuan Kapten kapal. Untuk itu, Kapten kapal harus memahami dan mengetahui regulasi mengenai fumigasi kapal negara tujuan yang berkaitan dengan in transit fumigation. Fumigasi yang dilanjutkan dalam perjalanan harus diketahui oleh pemilik/penyewa/agen kapal dan semua pihak terkait, serta setelah mendapat rekomendasi dari UPT Karantina Pertanian.

I. Pertimbangan In Transit Fumigation

Beberapa pertimbangan yang dilakukan dalam pemilihan in transit fumigation,

antara lain:

1. Kondisi operasional tidak memungkinkan waktu yang cukup untuk seluruh proses fumigasi                selesai dilakukan di pelabuhan sebelum kapal diberangkatkan;

2. Kapal harus berlayar lebih awal dari yang diperkirakan dan fumigasi belum selesai seluruhnya;

3. Tersedia minimal 2 orang anak buah (crew) kapal yang terlatih di bidang fumigasi dan

    ditunjuk oleh Kapten kapal untuk mengambil alih tanggungjawab dalam pelaksanaan

                                                                                                       in transit fumigation

II. Persyaratan Kapal Diijinkan Berlayar 

Kapal yang sedang difumigasi dapat diijinkan untuk melakukan tahapan kegiatan fumigasi selanjutnya selama dalam perjalanan, apabila:
a. Telah dilakukan pengecekan kebocoran gas dan dapat dipastikan tidak terjadi kebocoran                     fumigan  yang dapat membahayakan awak kapal;
b. Telah dilakukan pengukuran konsentrasi gas dalam ruang fumigasi dan konsentrasi gas sudah           mencapai 200 ppm (t0);
c. Pelaksana fumigasi telah menerbitkan Sertifikat Fumigasi yang menyatakan bahwa fumigasi              telah  mencapai konsentrasi sesuai dengan standar (200 ppm) dan fumigasi akan dilanjutkan             dalam perjalanan;
d. Apabila pelaksana fumigasi tidak ikut selama perjalanan, maka harus dibuat Berita Acara                    Penyerahan Tanggungjawab pelaksanaan tahapan fumigasi selanjutnya dari pelaksana fumigasi        ke Kapten kapal. Contoh Berita Acara Penyerahan
e. Kapten kapal harus menunjuk 2 (dua) crew kapal yang memiliki pengetahuan

III. Kegiatan Fumigasi dalam Pelayaran
Selama perjalanan, palka kapal yang telah difumigasi tidak boleh dibuka atau dimasuki. Crew kapal yang ditunjuk oleh Kapten kapal harus melakukan tahapan kegiatan fumigasi selanjutnya. Kegiatan fumigasi selama dalam perjalanan dapat terdiri dari pengecekan kebocoran gas, pelaksanaan monitoring konsentrasi gas, kegiatan aerasi, dan deaktivasi residu senyawa berbahan aktif Fosfin.

Selama dalam perjalanan harus dilakukan pengecekan kebocoran gas di ruang akomodasi, mesin dan lainnya, serta dilakukan pengukuran konsentrasi gas pada setiap palka yang difumigasi, minimal setiap interval 8 jam atau lebih. Hasil pengecekan dicatat dalam ship’s log-book.

Minimal 24 jam menjelang ketibaan kapal di pelabuhan tujuan, Kapten kapal harus memberitahukan pihak-pihak berwenang di pelabuhan tujuan, untuk meminta persetujuan proses aerasi dan deaktivasi. Pelaksanaan aerasi dan deaktivasi tergantung persyaratan negara tujuan.
Pada umumnya, pelaksanaan aerasi dan deaktivasi harus dilakukan oleh crew kapal sebelum kapal tiba di pelabuhan tujuan. Kapten kapal harus membuat pernyataan bahwa aerasi telah dilakukan dan konsentrasi gas di kapal sudah berada pada ambang batas aman (< 0.3 ppm) dan telah dilakukan deaktivasi. Akan tetapi jika negara tujuan menghendaki, aerasi dan deaktivasi dapat dilakukan di pelabuhan negara tujuan oleh perusahaan fumigasi yang ditunjuk otoritas yang berwenang di negara tujuan.
Pelaksanaan aerasi dilakukan sesuai prosedur yang dibuat oleh pelaksana fumigasif. Sebelum diberangkatkan, kapal harus dilengkapi dengan:
1) Peralatan pelindung pernapasan minimal 2 (dua) unit;
2) Peralatan pendeteksi kebocoran gas;
3) Peralatan pengukur konsentrasi gas untuk mengetahui konsentrasi gas dan ambang batas aman         (TLV);
4) Bahan dan peralatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K);
5) Prosedur pelaksanaan monitoring dan penanganan kebocoran gas atau material safety data sheet       (MSDS);
6) Prosedur/petunjuk tentang pengecekan kebocoran gas, monitoring konsentrasi gas, earasi,                 deaktivasi dan pembuangan residu, serta formulir catatan yang diperlukan.

III. PIHAK-PIHAK YANG BERTANGGUNGJAWAB
Keberhasilan kegiatan fumigasi kapal merupakan tanggung jawab beberapa pihak, baik pihak yang terlibat langsung dalam fumigasi kapal maupun pihak yang memiliki otoritas terhadap keamanan dan keselamatan kapal. Semua pihak harus memahami tanggungjawabnya masing-masing dan mematuhi semua regulasi dan standar yang berlaku secara nasional dan internasional. Pihak-pihak yang terlibat dalam fumigasi kapal antara lain:
1. Agen pelayaran (shipping agent),
2. Kapten kapal atau chief officer in-charge,
3. Perusahaan fumigasi,
4. Instansi Karantina Tumbuhan, dan
5. Otoritas Pelabuhan/Syahbandar.

1 Agen Pelayaran (Shipping Agent)
Agen pelayaran merupakan perwakilan pemilik kapal dan pada umumnya ditunjuk oleh pemilik komoditas untuk bertanggungjawab terhadap komoditas selama proses pemuatan dan pengangkutan komoditas. Agen pelayaran memiliki kewajiban untuk:
a. Menggunakan jasa perusahaan fumigasi yang telah diregistrasi oleh Badan Karantina Pertanian;
b. Memberi informasi kepada perusahaan fumigasi tentang persyaratan khusus yang berkaitan              dengan komoditas yang akan difumigasi, antara lain jenis dan dosis fumigan, tujuan penggunaan      komoditas, jumlah komoditas, jadwal kedatangan kapal dan rencana pemuatan atau persyaratan       spesifik lainnya;
c. Menjamin tersedianya waktu yang cukup untuk pelaksanaan fumigasi;
d.Memberikan akses bagi perusahaan fumigasi dan Petugas Karantina Tumbuhan untuk                          melakukan  pemeriksaan komoditas sebelum pemuatan ke palka kapal;
e. Menjamin perusahaan fumigasi mendapat akses untuk berkomunikasi langsung dengan Kapten        kapal atau chief officer untuk memastikan fumigasi dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan;
f. Melakukan pengurusan perijinan untuk pelaksanaan fumigasi kapal..

2 Kapten Kapal
Kapten kapal bertanggungjawab terhadap keamanan dan keselamatan kapal. Selama kegiatan fumigasi berlangsung, Kapten kapal memiliki kewajiban untuk:
a. Menunjuk crew kapal untuk membantu pelaksana fumigasi dalam pemeriksaan kapal sebelum          pelaksanaan fumigasi;
b. Memastikan crew kapal telah mendapatkan penjelasan mengenai proses fumigasi sebelum                   fumigasi berlangsung;
c. Memastikan tidak ada orang yang tidak berkepentingan berada di atas kapal sebelum fumigasi           berlangsung;
d. Memberikan akses bagi pelaksana fumigasi dan Petugas Karantina Tumbuhan untuk memeriksa       bagian-bagian kapal sebelum pelaksanaan fumigasi dan selama berlangsungnya fumigasi;
e. Mengambil-alih tugas, tanggungjawab, dan kewenangan untuk pelaksanaan kegiatan fumigasi          selanjutnya apabila fumigasi masih dilanjutkan selama dalam pelayaran.

3 Pelaksana Fumigasi
Pelaksana fumigasi bertanggungjawab terhadap pelaksanaan fumigasi kapal.
Perusahaan fumigasi berkewajiban untuk:
a. Memberitahukan rencana pelaksanaan fumigasi kepada pihak terkait;
b.Memberi informasi kepada agen pelayaran/pemillik komoditas dan Kapten kapal/chief officer            dalam hal:
• persiapan fumigasi yang efektif, berisi informasi mengenai jenis dan dosis fumigan, teknik dan           metode pelaksanaan fumigasi, serta waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan fumigasi;
• teknik pengamanan selama berlangsungnya fumigasi, apabila terjadi bahaya dalam pelaksanaan       fumigasi;
• risiko-risiko yang mungkin terjadi akibat kegagalan fumigasi;
• tugas dan tanggungjawab perusahaan pelayaran dan Master/Kapten kapal selama kegiatan                 fumigasi berlangsung;
• syarat-syarat tertentu yang berlaku untuk perlakuan komoditas yang bersangkutan;
c. Menyiapkan rencana pelaksanaan fumigasi secara benar sesuai dengan kondisi kapal dan                    menginformasikannya kepada pihak yang terkait dengan pelaksanaan fumigasi;
d. Membuat kesepakatan pelaksanaan fumigasi dengan Kapten kapal;
e. Menerbitkan sertifikat hasil pemeriksaan pra fumigasi;
f. Melaksanakan fumigasi sesuai dengan standar yang ditetapkan Badan Karantina Pertanian;
g. Memastikan jumlah tenaga kerja cukup, dan dalam kondisi sehat bugar (fit);
h.Mengisi dan menerbitkan Sertifikat Fumigasi (Fumigation Certificate) dan Sertifikat Bebas Gas          (Gas Clearance Certificate);
i. Mendokumentasikan, termasuk menyimpan rekaman hasil pelaksanaan kegiatan fumigasi.

4 Instansi Karantina Tumbuhan
Instansi Karantina Tumbuhan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku, harus dapat memastikan bahwa pelaksanaan fumigasi kapal sebagai tindakan karantina tumbuhan yang dilakukan oleh perusahaan fumigasi telah sesuai dengan standar dan persyaratan yang ditentukan. Untuk itu, Instansi Karantina Tumbuhan berkewajiban untuk:
a. Menetapkan aturan dan standar serta menyempurnakannya sewaktu-waktu apabila dipandang           perlu;
b. Memastikan aturan dan standar yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaikbaiknya oleh         para perusahaan fumigasi;
c. Menjamin perusahaan fumigasi memenuhi persyaratan untuk melaksanakan fumigasi sebagai            tindakan karantina tumbuhan;
d. Melakukan pengawasan pelaksanaan fumigasi yang dilakukan oleh pelaksana fumigasi.
5. Otoritas Pelabuhan/Syahbandar
    Otoritas Pelabuhan/Syahbandar memiliki kewenangan untuk memberikan ijin pelaksanaan               fumigasi kapal di pelabuhan. Otoritas pelabuhan/Syahbandar dapat menolak pelaksanaan                   fumigasi kapal apabila dinilai dapat membahayakan lingkungan sekitar pelabuhan. Kewajiban            otoritas pelabuhan/Syahbandar dalam pelaksanaan fumigasi kapal antara lain:
   a. Membantu dalam pengamanan pelaksanaan selama kegiatan fumigasi berlangsung;
   b. Memantau pelaksanaan fumigasi;                                                                                                                    c. Memberikan ijin kapal yang telah difumigasi dapat diberangkatkan atas rekomendasi pelaksana        fumigasi dan Instansi Karantina Tumbuhan.

READ
Cara alami menghilangkan kutu kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!