MENGENAL FUMIGASI

MENGENAL FUMIGASI

I. Pengertian Fumigasi

Fumigasi sebagai perlakuan karantina tumbuhan bertujuan untuk membebaskan media pembawa dari organisme pengganggu tumbuhan. Sesuai dengan maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan karantina tumbuhan yaitu mencegah masuk dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan maka fumigasi sebagai perlakuan karantina harus dapat membunuh hama keseluruhan. Pemilihan jenis fumigan dalam pelaksanaan fumigasi untuk keperluan tindakan karantina tumbuhan tergantung kepada organisme pengganggu tumbuhan sasaran, jumlah waktu yang tersedia, jenis komoditas yang akan difumigasi, biaya dan tingkat kesulitan aplikasi, kemungkinan reaksi dengan material lain, dan persyaratan negara tujuan.
Fumigasi adalah pengendalian hama dengan jalan memasukkan atau melepaskan fumigan (pestisida) ke dalam ruangan tertutup atau kedap udara (gas tight) untuk beberapa waktu (exposure time) dalam dosis dan konsentrasi yang dapat mematikan hama.

fumigasi
fumigasi (courtesy:BARANTAN)

Berdasarkan pengertian tersebut keberhasilan dari suatu fumigasi sangat ditentukan oleh :
a. Dosis dan konsentrasi fumigan
b. Jenis hama dan tingkat resistensinya
c. Waktu atau lamanya fumigasi (exposure time)
d. Kekedapan ruangan fumigasi

II. Macam-macam Fumigasi

Pada prinsipnya fumigasi hanya dikenal 2 macam yaitu :
1. Fumigasi ruangan (space fumigation) dimana seluruh ruangan difumigasi contohnya fumigasi pada silo, kapal,  container dan sebagainya.  2. Fumigasi di bawah sungkup plastik (under plastic sheet fumigation) dimana fumigasi hanya dilaksanakan pada sebagian ruangan atau terbatas pada komoditas

Jenis-jenis fumigan:
-Metyl Bromide
-Fosfin (Alumunium Fosfida, Magnesium Fosfida)
-Sulfuryl Fluoride

Sifat-sifat Fisika dan Kimia Fumigan

Fumigan adalah senyawa kimia yang pada temperatur dan tekanan tertentu dapat berbentuk gas dan dalam konsentrasi tertentu dapat mematikan hama. Dari pengertian tersebut maka fumigan termasuk juga didalam golongan pestisida sehingga pengendalian hama dengan menggunakan fumigan digolongkan ke dalam pengendalian secara kimia.
Fumigan selain sangat beracun juga mempunyai daya penetrasi yang kuat ke segala arah dan bahkan mampu menembus komoditas yang kompak sekalipun. Dengan adanya kelebihan tersebut dibandingkan dengan pestisida lainya maka fumigan banyak digunakan manusia untuk keperluan fumigasi. Fumigan tersebut antara lain adalah : Carbon isulfida (CS2), Carbon Tetra Chlorida (CC14), Ethylene Dibromida, Ethylene Dichlorida, Hridrocyanic Acid, Metil Bromida, Phospin dan Chloropicrin.  Dari ke-8 fumigan tersebut fumigan yang banyak dipakai dibanyak negara untuk memfumigasi biji–bijian adalah Metil Bromida, Phospin dan Sulfuryl fluoride.
Fumigan apabila diaplikasikan akan berubah menjadi gas. Cepat lambatnya perubahan tersebut tergantung dari tinggi rendahnya titik didih (boiling point) fumigan. Makin rendah titik didih fumigan maka akan semakin cepat berubah menjadi gas.

Berdasarkan tinggi rendahnya titik didih terhadap temperatur kamar (20–25oC) maka fumigan dibagi kedalam dua golongan yaitu:
1. Fumigan dengan titik didih rendah seperti Metil Bromida, Sulfuryl Fluoride pada temperatur kamar akan berbentuk     gas, fumigan semacam ini disebut gaseous type fumigant.
2. Fumigan dengan titik didih tinggi seperti Phospin. Senyawa kimia seperti aluminium phosphida yang apabila                  bereaksi dengan uap air di dalam udara akan menghasilkan fumigan Phospin.

Dengan adanya penggolongan tersebut maka didalam pemakaiannya menggunakan metode yang berlainan pula. Untuk gaseous type fumigant dapat langsung disalurkan melalui selang distribusi, sedangkan untuk liquid type fumigant harus ditempatkan terlebih dahulu dalam cawan yang lebar untuk formulasi tablet, digantung atau didirikan untuk formulasi plate atau strip.

Hal-hal yang harus dilakukan sebelum melakukan fumigasi

Verifikasi Waktu dan Tempat
Verifikasi waktu dilakukan untuk memastikan apakah waktu yang tersedia cukup untuk melaksanakan kegiatan fumigasi yang efektif sesuai standar. Waktu yang diperlukan mencakup waktu untuk persiapan, pelaksanaan dan pasca pelaksanaan fumigasi.
Verifikasi tempat dilakukan untuk menilai kelayakan tempat fumigasi, yang meliputi :
1). Sumber/daya listrik dan air
2). Terlindung dari angin kencang dan hujan
3). Ventilasi dan pencahayaan yang cukup
4). Kondisi keamanan lingkungan
5). Bebas genangan air atau banjir
6). Kondisi lantai
a. Lantai fumigasi harus kedap, tidak dapat ditembus gas sehingga mampu mempertahankan konsentrasi fumiga pada     tingkat minimal  selama masa perlakuan. Beton yang tidak bercelah (tertutup rapat dan dalam kondisi baik) atau           aspal baik untuk digunakan sebagai lantai  fumigasi.
b. Apabila lantai tidak kedap gas, harus dilakukan penutupan dengan menggunakan lembaran (tarpauline/sheet                 fumigation), untuk itu lantai tersebut harus :
c. Datar dan bersih dari batu atau benda tajam atau kotoran lainnya sehingga penempatan lembaran pada permukaan       lantai dapat  dilakukan dengan baik untuk mencegah kebocoran gas.
d. Bebas dari retakan-retakan dan saluran air atau celah lainnya yang dapat mengurangi sifat kedap gas ruangan                 tersebut.

Verifikasi Komoditas
Verifikasi komoditas dilakukan untuk memastikan bahwa komoditas layak untuk difumigasi dengan Fosfin.                    Verifikasi komoditas antara lain :
a. Jenis komoditas    
    Beberapa jenis komoditas akan terpengaruh oleh Fosfin atau tidak dapat difumigasi dengan Fosfin.                                 Contoh: komoditas tersebut adalah  furniture yang mengandung emas, perak, dan tembaga.
b. Jumlah/volume komoditas
     Verifikasi jumlah/volume komoditas diperlukan menyiapkan alat-alat bahan yang diperlukan untuk melaksanakan        fumigasi.
c. Kondisi komoditas
    Untuk menjamin keberhasilan fumigasi, lapisan yang kedap gas (seperti permukaan yang dicat atau diplitur,  dilapisi     lilin atau teer) harus dibersihkan sebelum fumigasi dilaksanakan. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan                   penetrasi gas berjalan dengan baik.

Komoditas yang dibungkus kemasan kedap gas seperti selofan (cellophane), plastik film, kertas berlapis lilin, kertas berlapis plastik (laminating) atau kertas yang kedap air harus dilubangi atau dibuang atau dibuka sebelum dilakukan fumigasi. Pelubangan pada kemasan memungkinkan penetrasi gas, sehingga fumigasi dapat berlangsung efektif tanpa harus membuang atau membuka atau merobek kemasan.

Pelubangan yang memenuhi persyaratan fumigasi adalah sebagai berikut :
Minimal 4 (empat) lubang dengan diameter 0,6 cm atau 5 (lima) lubang dengan diameter 0,5 cm setiap 100 cm2.
Jika komoditas telah diperiksa dan tidak terdapat lapisan kedap gas, maka pada sertifikat fumigasi dapat dicantumkan pernyataan sebagai berikut :
This consignment HAS been verified free of impervious surfaces/layers* that may adversely affect the penetration of the fumigant, prior to fumigation

(Sebelum difumigasi, barang kiriman ini TELAH dibuktikan bebas dari permukaan/lapisan kedap gas yang mungkin berpengaruh terhadap penetrasi fumigan).  Jika komoditas telah difumigasi sebelum dibungkus dengan bahan yang kedap gas atau komoditas telah dibungkus dengan pembungkus kedap gas sebelum difumigasi tetapi telah dilakukan pelubangan, maka pada sertifikat fumigasi dapat dicantumkan pernyataan sebagai berikut :
This consignment has been fumigated prior to application of plastic wrapping ** or plastic wrapping** used in the consignment conforms to the wrapping and perforation standard (Komoditas ini telah difumigasi sebelum dibungkus atau plastik pembungkus yang digunakan pada komoditas ini telah memenuhi persyaratan pelubangan sesuai dengan standar”

d. Kadar air komoditas
Kadar air komoditas yang direkomendasikan dapat difumigasi dengan Fosfin di bawah 22 % atau pada umumnya sama dengan kadar air untuk komoditas yang akan disimpan. Kadar air lebih dari 22% akan berbahaya dan dapat menimbulkan kebakaran karena sifat Fosfin yang sangat reaktif dengan air.
CATATAN :
* Lapisan kedap meliputi : lapisan plitur (lacquering), lilin, cat, pernis dan sejenisnya.
** Pembungkus kedap gas terdiri atas pembungkus plastic, selofan (cellophane), plastic film, shrink wrap, kertas yang dilapisi teer atau lilin, atau dilapisi plastic (laminating) atau kedap air, dan allumunium foil.

Verifikasi Jenis Hama dan Dosis
Verifikasi jenis hama untuk memastikan jenis hama yang akan difumigasi karena berpengaruh pada dosis yang akan digunakan dan waktu pemaparan (exposure time) fumigan. Namun penggunaan dosis juga tergantung pada jenis komoditas dan permintaan pelanggan sesuai dengan ketentuan negara tujuan.

Verifikasi Tumpukan Komoditas (Stacking)
Verifikasi tumpukan komoditas untuk memastikan kondisi tumpukan komoditas cukup baik untuk sirkulasi gas di ruang fumigasi dan untuk memudahkan penempatan selang monitor.  Komoditas harus ditumpuk sedemikian rupa dan diberi jarak dari lantai minimal 5cm sehingga memungkinkan sirkulasi gas berjalan dengan baik di dalam ruang fumigasi dan memudahkan peletakan Fosfin secara merata.

Bila volume tumpukan relatif besar, komoditas hendaknya disusun dengan menggunakan palet untuk memungkinkan penetrasi gas ke dalam tumpukan. Antara satu palet dengan lainnya harus diberi jarak minimal 5 cm.  Fumigasi dalam peti kemas atau ruang, sebaiknya juga menggunakan palet untuk menyusun/menyangga komoditas. Jarak antara tumpukan komoditas dengan dinding peti kemas atau ruang pada bagian atas dan sisi harus tidak kurang dari 10 cm. Untuk komoditas yang mudah menyerap gas (sorpsi) seperti rumput pakan ternak (baled hay), tumpukan dapat dimuat hingga memenuhi seluruh ruangan peti kemas atau ruang, tanpa ada jarak antara tumpukan dengan dinding.

CATATAN :
Verifikasi merupakan langkah awal dalam persiapan fumigasi untuk memastikan kepastian bahwa fumigasi layak untuk dilakukan. Hal-hal yang perlu diverifikasi antara lain adalah waktu dan tempat pelaksanaan fumigasi, komoditas (jenis, jumlah, kondisi, kemasan/packing), penumpukan/stacking komoditas, dan jenis hama/dosis.

Pemberitahuan Kepada Pihak Terkait

Perusahaan fumigasi harus memberitahukan rencana pelaksanaan fumigasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pemberitahuan dilakukan secara tertulis dengan menggunakan formulir seperti contoh pada Lampiran 3 dan disampaikan selambat-lambatnya 24 jam sebelum fumigasi dilaksanakan. Pemberitahuan dilakukan kepada:
a. UPT Karantina Tumbuhan setempat.
b. Aparat keamanan setempat (polisi atau satpam di lokasi fumigasi).
c.  Pemilik komoditas.
d. Pengelola/orang yang bertanggung jawab atas lokasi fumigasi (penguasa pelabuhan/bandar udara, manajer                     gudang,  manajer pabrik,  pemilik depo, dan lainnya).
e. Penghuni atau kepala kantor wajib diberitahu apabila fumigasi dilakukan dekat dengan tempat hunian atau kantor
    Persiapan Pengamanan dan Keselamatan
    Persiapan pengamanan pelaksanaan fumigasi dilakukan untuk memastikan bahwa area fumigasi aman dan tidak           mengganggu lingkungan. Pengamanan dilakukan dengan memasang garis batas area berbahaya dan pemasangan           tanda peringatan yang mudah  dibaca serta diumumkan secara lisan.Bila terjadi kecelakaan/keracunan dan untuk          keperluan bantuan medis, maka pelaksana fumigasi wajib mengetahui  alamat dokter atau  rumah sakit terdekat.

Persiapan Alat dan Bahan Fumigasi
Pelaksanaan fumigasi memerlukan peralatan dan bahan yang mencukupi. Semua peralatan yang akan dipergunakan harus dipastikan dapat berfungsi dengan baik. Jenis alat dan bahan yang digunakan dalam melakukan fumigasi dapat dilihat

 

READ
TEKNIK APLIKASI PEST CONTROL

pencarian terkait pest management:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!