Home » HAMA PERMUKIMAN » BIOLOGI TIKUS

Tikus tergolong ke dalam vertebrata hama yaitu hama yang memiliki tulang belakang, ciri khas vertebrata adalah memiliki perkembangan otak yang bagus sehingga hewan ini cerdik dibandingkan dengan hewan-hewan lainnya, sebelum membahas mengenai biologi tikus, perlu diketahui bahwa ada tiga spesies tikus yang umum dan dikenal sebagai commensal rodents dan menjadi perhatian utama dalam pest management, spesies-spesies tersebut diantaranya:
1. Tikus rumah ( Mus musculus)
2. The Norway Rat (Rattus novergicus)
3. The Roof Rat (Rattus rattus)

Jenis tikus

                       Jenis tikus

Commensal rodents dapat diartikan sebagai “sharing one’s table” (berbagi satu meja) hal ini dikarenakan tikus telah lama “berbagi” makanan dan tempat yang dimiliki manusia selama bertahun-tahun.

Sifat tikus secara umum:

1. Suka mengerat, hal ini dikarenakan gigi tikus senantiasa memanjang, sehingga untuk    mencegah gigi yang terus memanjang tikus mengerat benda-benda padat di sekitarnya. Gigi tikus terus tumbuh rata-rata 12.5 cm per cm per tahun. Tikus mampu menggigit dengan kecepatan 6 gigitan per detik dengan beban yang ditimbulkan mencapai 500 kg per cm2 sehingga cukup untuk menembus lempengan logam.
Gigi tikus mempunyai tingkat kekerasan yang tinggi, yakni 5 skala Moh’s (tembaga:3.0, besi:4.0) sedangkan benda terkeras adalah intan, dengan 10 skala Moh’s.
2. Curiga/takut terhadap hal-hal baru (neophobia), kecuali mencit yang memiliki sifat inquisitive, sifat mencit yang ingin tahu dengan benda yang baru (penasaran)
3. Memiliki indera pendengaran, penciuman, perasa yang baik, kecuali indera penglihatan yang kurang baik terutama pada jarak 3 sampai 4 kaki.
4. Sangat hati-hati terhadap apa yang akan dimakan, biasanya jika ada makanan, tikus akan memakan sedikit demi sedikit terlebih dahulu

Tabel.Karakteristik tiga jenis tikus

KARAKTERISTIKTIKUS GOTTIKUS ATAPTIKUS RUMAH
 Kebiasaan makanPemalu (reaksi
terhadap benda baru);
Pemakan stabil
 Pemalu (reaksi
terhadap benda baru);
Pemakan stabil
 Serba ingin tahu,
nibbler
 Makanan Omnivora, selalu
Memilih daging
(22-30 g/hari)
 Omnivora,
Terutama buah,
Kacang, biji-bijian,
Sayuran (15-30
g/hari)
 Omnivora, memilih
Sereal, biji-bijian
( 3 g/hari)
Minum15-30 ml/hari15-30 ml/hari3-9 ml/hari, dapat bertahan hidup tanpa air bebas (maksudnya air dapat diperoleh dari makanan yang dimakan, seperti buah, dsb)
SarangBiasanya menggaliDinding, para, pohon, tanaman merambat, kadang menggali Dinding, para, pohon, tanaman merambat, kadang menggaliPada struktur, produk tersimpan,
menggali
Radius mengembara30-50 meter30-50 meter3-10 meter
Usia ketika kawin (bln)2-32-3 1.5-21.5-2
Lama kehamilan (hari)
222219
Jumlah anak/
kelahiran
8-124-84-7
Frek melahirkan
4-74-68
 Jumlah yg disapih
/induk/thn
 202020
Lama hidup dewasa1 tahun1 tahun1 tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Struktur Sarang tikus
Tikus membangun sarang untuk membuat lingkungan yang nyaman, untuk membesarkan anaknya, beristirahat dan menghindari pemangsa, di dalam bangunan, tikus membuat lubang di celah dinding, peralatan rumah tangga atau furniture. Tikus cenderung mendekatkan diri ke sumber panas sehingga tubuhnya dapat menyimpan panas yang cukup. Tikus juga biasa menyimpan makanan di sarangnya untuk kebutuhan beberapa minggu.

Kerugian yang disebabkan oleh tikus:
1. Kerugian ekonomis
Tikus menyerang bahan makanan di ladang, anggrek, fasilitas peternakan, selama pemprosesan makanan, penyimpanan dan transportasi, dan ketika produk-produk berada di supermarket, restoran dan rumah. Kerugian lainnya selain makanan dimakan oleh tikus adalah mereka merusak dengan mengkontaminasi makanan yang ada dengan urine, feses, rambutnya dan kulit.
Di dalam bangunan, tikus merusak pintu, lantai, langit-langit dan dinding sebagai akibat aktivitas mengerat dan melubangi. Tikus juga sering merusak fasilitas dengan mengerat pipa dan kabel elektrik, yang mengakibatkan ledakan, kebakaran, kerusakan peralatan serta konsleting. Kerugian akibat Tikus di era high-tech seperti ini sangatlah tinggi, dimana menyebabkan sistem komputer terhenti akibat gigitan atau keratannya pada kabel, bersarang atau mengeluarkan kotoran di dalam komputer dan peralatan yang sangat sensitif lainnya.
2. Tikus merugikan kesehatan
Tikus bertanggung jawab terhadap atau mengakibatkan penyebaran berbagai macam penyakit kepada manusia serta hewan, terutama di masa lampau dimana sanitasi tidak sebagus sekarang. Sekarang ini karena pengaruh dari faktor sanitasi yang bagus, efektifitas obat-obatan, dan program pengendalian serangga dan tikus, pest control. Tantangan penyakit yang dibawa oleh tikus tidak sebanyak dulu, dan pada faktanya keberadaan beberapa penyakit yang dibawa tikus seringkali tidak menjadi faktor utama yang mendorong orang untuk melakukan program pengendalian. Namun karena kebiasaan dan perilaku tikus (mengembara dan tinggal dalam drainase, tempat sampah dsb), tetap ada kasus dimana ditemukan penyakit pada manusia atau hewan dimana tikus berperan sebagai vektornya, dan selalu akan ada potensi yang konstan, timbulnya penyakit yang dibawa oleh tikus di kota, dimana tikus tinggal atau berada, tidak peduli seberapa kecil peluang penyebaran penyakit-penyakit tersebut, potensi ini harus selalu diwaspadai.
Berikut ini beberapa penyakit yang ditransmisi oleh tikus:
Plague adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri (bacillus) jenis Yersinia pestis dimana menular dari tikus ke manusia melalui kutu tikus oriental rat flea (baca fli) (Xenopsylla cheopi). Plague disebut juga black death. Orang yang menyentuh tikus mati ada dalam resiko dimana sylvatic plague berada, sampai saat ini, masalah kesehatan serius terjadi ketika insfeksi plague terjadi pada paru-paru dimana terjadi pneumonic plaque. Penyakit ini sangat menular, dapat menular dari orang ke orang melalui sputum atau droplet yang berasal dari batuk penderita.
Murine typhus adalah penyakit yang disebabkan organisme ricketsial (tipe bakteri) yang ditransmisi dari tikus yang terinsfeksi oleh oriental rat flea. Organisme rickettsial masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan fleas atau ketika feces tikus yang terinsfeksi flea mengenai kulit.
Rickettsial pox, disebabkan oleh rickettsial, yang ditransmisikan oleh tungau (mite) yang berasal dari tikus yang terinsfeksi kepada manusia, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini sama dengan gejala karena penyakit cacar ayam (bintil merah pada kulit, demam, dan sakit kepala).
Salmonellosis (acute food poisoning) disebabkan oleh bakteri yang dapat berkembang dalam selokan, fasilitas peternakan, septic tanks, cesspools, tumpukan sampah, dan keadaan lingkungan yang tidak bersih lainnya, karena tikus sering berada di area-area ini kemudian mendatangi rumah atau fasilitas-fasilitas komersial, mereka membawa potensi penyebaran bakteri, dikarenakan bakteri berkembang di saluran usus tikus, dan kemudian menyebar melalui makanan yang terkontaminasi oleh feses tikus.
Rat-bite fever adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptobacillis moniliformis dimana bakteri ini dapat hidup pada saliva tikus (rats and mice). Demam ini memiliki gejala seperti flu namun dalam beberapa hari dapat menjadi fatal, dalam banyak kasus, tikus menggigit bayi yang tidur, anak-anak, lansia yang lemah terbaring.
Penyakit weils atau leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh spirochete bacterium dari genus Leptospira. Bakteri ini biasanya ditransmisikan oleh tikus ke anjing, babi atau ternak. Binatang-binatang ini, dapat juga mentransmisi langsung bakteri tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name
Email
Website


        
          
error: Content is protected !!