BIOLOGI SEMUT

BIOLOGI SEMUT

siklus hidup semut
 siklus hidup semut (courtesy:tpwd.texas.gov)

Pendahuluan: Biologi semut

Biologi semut sangat penting diketahui, karena menjadi landasan pengendalian yang akan dilakukan.  Semut digolongkan ke dalam famili formicidae, ordo Hymenoptera, yaitu kelompok serangga yang anggotanya selain semut adalah tawon dan lebah. Keberadaannya di muka bumi ini diperkirakan sebanyak 9.500 jenis telah dideskripsikan oleh para ahli, dan diperkirakan dua kali lipatnya masih belum dapat diungkap. Di beberapa negara maju, semut merupakan pengganggu utama rumah tangga. Laporan dari Penang, Malaysia, menunjukkan bahwa masyarakatnya juga melihat semut sebagai pengganggu setelah nyamuk dan kecoa.

Semut merupakan contoh sempurna dari kelompok serangga sosial yang unik. Hidup semut dalam sarang lebih yang lebih kurang bersifat permanen, mereka melakukan kegiatan sehari-hari seperti mengumpulkan makanan, melakukan kegiatan pindah, berkembang biak dan bahkan mempertahankan diri dari predator (pemangsa) dilakukan dalam satu kelompok (koloni) yang jumlahnya ribuan individu semut. Besarnya ukuran koloni sangat bervariasi dan kebanyakan lokasinya di dalam tanah, kayu, dan diantara batu-batuan. Perilaku makan semut berbeda-beda, ada yang predator, bangkai, cairan tanaman, atau secara umum yang mengandung gula, atau pemakan segala (omnivora).

Semut adalah serangga yang sangat umum terdapat di sekitar lingkungan kita tinggal. Semut bisa dilihat di dinding bangunan, dapur, rumput lapangan, atau di kebun, kayu yang membusuk atau batu-batuan. Sebagai kelompok, maka semut tergolong serangga yang paling sukses. Keberhasilan suatu upaya pengendalian sangat tergantung kepada pemahaman terhadap sifat biologi dan perilaku dari masing-masing jenis semut. Meskipun keberadaan atau prevalensi semut sebagai hama disebabkan oleh cara hidupnya sebagai serangga sosial, perilaku semut dapat juga dimanipulasi oleh manusia untuk upaya pengendalian yang lebih baik. Semut berpotensi sebagai pengganggu (nuisance) di dalam dan di sekitar gedung.

Biologi dan Perilaku Semut

Struktur Tubuh Semut
Secara khas, semut mempunyai tiga bagian tubuh yang jelas, yaitu kepala, toraks, dan abdomen. Umumnya, ruas abdomen pertama atau dua ruas abdomen depan (yang berhubungan dengan toraks) lebih kecil dari pada yang lainnya sehingga tampak seperti pinggang. Ruas abdomen basal yang kecil ini disebut petiol, biasanya mempunyai satu atau dua tonjolan yang disebut node, sedang ruas bagian belakangnya disebut gaster. Bentuk node dan petiol sangat penting dalam identifikasi semut. Pada kepalanya terdapat sepasang mata majemuk, sepasang antena yang membentuk siku dan kadang-kadang mempunyai sepasang sayap yang bening (membran) dan sayap depan lebih luas dan panjang daripada sayap belakang. Semut mempunyai tiga pasang kaki yang menempel pada bagian toraks.

Tubuh semut dilapisi oleh khitin (kutikula) yang tebal dan warnanya berbeda dari satu spesies dengan spesies lainnya. Bentuk kepala semut bervariasi, bisa bulat, lonjong, segi empat atau segi tiga, dan semua bagian-bagiannya memperlihatkan keragaman yang luar biasa. Mandibula adalah bagian mulut yang paling banyak berinteraksi dengan lingkungan, bentuknya pun sangat beragam. Selain mata majemuk yang terletak di bagian sisi kepala, juga terdapat tiga buah mata tunggal yang letaknya di tengah. Antena dilengkapi dengan sel-sel sensoris yang memenuhi fungsinya untuk membaui dan menyentuh.

Daur Hidup Semut
Individu semut mengalami metamorfosis sempurna dalam perkembangbiakannya, terdiri atas tahapan telur, larva, pupa, imago (serangga dewasa). Telurnya sangat kecil (mikroskopis) dan berwarna putih seperti susu. Larva yang baru menetas berwarna putih, sangat halus seperti ulat tanpa tungkai dengan kepala menyempit ke arah depan. Larva generasi pertama ini diberi makan pertama kali oleh induknya pada pertama kali, tetapi larva generasi berikutnya diberi makan oleh pekerja. Setelah cukup makan dan beberapa kali molting (menyilih) akan berubah menjadi pupa.
Pengamatan selama ini menunjukkan bahwa pekerja pada semua jenis semut menunjukkan perhatian sepenuhnya merawat semua stadium pradewasa mulai dari telur ke larva sampai pupa. Dibandingkan dengan tawon dan lebah, semut mempunyai perhatian yang lebih akrab dengan keturunannya. Tawon dan lebah juga membangun sel-sel sarang dan menyediakan makanan untuk keturunannya tetapi tidak dapat memindahkan sarangnya ketika diganggu atau dimusnahkan. Sebaliknya, ketika bahaya mengancam suatu koloni semut, insting pekerja semut yang pertama adalah memindahkan anak-anak semut ke tempat yang aman, pekerja juga merelakan hidupnya dalam menjalankan tugas penyelamatan.

Pupa bentuknya seperti dewasa tetapi lebih lunak, berwarna putih krem, dan tidak aktif. Beberapa spesies, pupanya terselubung oleh kokon sutera. Ketika seluruh organ pupa mencapai perkembangan sempurna, pekerja akan membuka dinding pupa, menarik keluar semut muda, melepas selongsong kutikula yang menutupi tubuh dan kaki-kakinya. Semut dewasa yang baru belum menunjukkan warna semut yang sempurna ini disebut callow. Semut dewasa muncul dalam beberapa jam atau hari dan akan mengalami proses pengerasan dan penggelapan kutikula. Perkembangan dan stadium telur sampai menjadi dewasa berkisar 6 minggu lebih tergantung spesies, tersedianya makanan, suhu, musim, dan faktor lain.

Sebagai serangga sosial, semut hidup di dalam koloni yang terdiri atas banyak individu atas banyak individu, dari jumlah ratusan hingga ribuan. Biasanya setiap koloni terdiri atas kelompok pekerja, pradewasa (larva dan pupa), ratu dan semut jantan.
Tugas dan fungsi setiap individu semut ditentukan oleh sistem kasta yang ada. Pembagian tugas ini penting untuk kelangsungan hidup koloni semut. Koloni semut secara umum terdiri atas dua kasta utama yaitu individu reproduktif seperti ratu dan jantan, dan individu nonreproduktif yang terdiri atas para pekerja.

Kasta semut, tugas dan fungsinya:

Jantan. Kasta ini merupakan semut dewasa bersayap. Tugas utamanya adalah untuk kawin dengan yang betina (ratu). Proses kawin terjadi di dalam sarang atau di luar sarang di atas tanah, atau bahkan di udara. Perkawinan di luar sarang dikenal dengan istilah swarming.
Betina (ratu). Kasta ini mempunyai tubuh yang paling besar di dalam koloni. Betina ini memulai hidupnya sebagai serangga bersayap, tetapi sayap segera dijatuhkan setelah kawin. Secara normal betina kawin hanya sekali, dan dia akan memulai merawat keturunannya, terutama pada generasi pertama. Tugas utamanya adalah bertelur membangun koloni baru. Setelah merawat anak pertamanya, tugas ratu adalah hanya bertelur dan tidak berpartisipasi dalam tugas membangun sarang, oleh karena itu ratu dibersihkan dan diberi makan oleh pekerja keturunannya. Beberapa spesies hanya mempunyai satu betina reproduktif (ratu), sedangkan lainnya bisa memiliki banyak ratu dalam satu sarang. Biasanya betina bisa hidup lebih dari 15 tahun, ratu baru dapat dibentuk melalui proses pemberian makan khusus pekerja dewasa atau larva.

Kasta pekerja. Tugas kasta pekerja pada semut adalah:
• Merawat dan membuat sarang
• Memberi makan larva dan kasta lain
• Merawat telur
• Mempertahankan koloni dari musuh dan lain-lain

Pada biologi semut, kasta pekerja merupakan kasta terbanyak yang dapat dilihat oleh manusia. Kasta ini sebenarnya betina steril atau anak ratu tanpa sayap. Umur berperan dalam pembagian tugas dalam pekerja. Pekerja yang lebih muda akan diberi tugas lebih dekat dengan sarang sebagai perawat, sedang yang lebih tua akan berkelana lebih jauh untuk mencari makanan. Hal ini biasanya terjadi pada kelompok spesies yang monomorfik, yaitu yang memiliki ukuran seragam. Beberapa spesies mempunyai bentuk pekerja yang berbeda atau dimorfik dalam dua kelompok yaitu yang lebih kecil (minor) jumlahnya lebih banyak dan yang besar (mayor) ukurannya lebih besar. Pekerja minor mempunyai tugas lebih ringan daripada mayor. Pekerja minor biasanya menjaga ratu dan anak-anaknya, sedangkan yang mayor bertugas mencari makan, memindahkan partikel yang lebih besar dari tanah atau kerikil. Kelompok minor lebih fleksibel, bisa bekerja di sekitar sarang, dan mencari makan bila diperlukan. Pekerja besar dengan kepala yang berkembang baik seringkali disebut prajurit. Pekerja kebanyakan hidup tidak lebih dari setahun.

Dalam biologi semut, semut betina (ratu) dapat mengatur perkembangan koloni, setelah sekali kawin dengan jantan, betina akan menghasilkan telur, jantan biasanya mati setelah kawin. Telur yang dibuahi akan menjadi betina (kebanyakan pekerja), dan telur yang tidak dibuahi akan menjadi jantan. Pada waktu tertentu dalam satu tahun, akan dihasilkan sejumlah banyak jantan bersayap dan betina reproduktif. Mereka akan terbang berkerumun (swarming) ke arah cahaya dan biasanya terjadi perkawinan, setelah itu jantan akan mati segera. Betina bila sukses, akan melepaskan sayapnya dan mencari sarang yang sesuai untuk membentuk koloni baru.

Beberapa jenis semut tidak atau jarang swarming. Tetapi, mereka akan kawin di dalam sarang, setelah itu jantan akan diusir keluar, betina akan menghasilkan betina reproduktif. Dalam biologi semut beberapa betina, yang telah dibuahi di dalam sarang asal, bisa bersama pekerjanya akan keluar meninggalkannya dan membentuk koloni baru. Cara pembentukan koloni baru ini disebut dengan budding off, biasanya terjadi pada semut pharaoh dan semut argentine.

Habitat dan Perilaku Semut

Kebanyakan koloni semut hidup di dalam suatu sarang yang cukup permanen. Tetapi apabila terjadi perubahan kondisi yang tidak menguntungkan, perubahan lokasi sarang merupakan hal biasa. Karakter pekerja adalah melakukan perjalanan keluar sarang untuk mencari makanan. Kebanyakan perjalanannya mengikuti alur yang jelas ketika makanan telah ditemukan. Metode penandaan alur jalan ini dengan pengeluaran feromon, secara umum orientasi dan komunikasi pada semut bisa menyandarkan pada bau (seperti pada kasus penandaan alur jalan atau feromon tanda bahaya), rasa (seperti pada saat pertukaran makanan dengan proses regurgitasi atau pemuntahan). Pendengaran (seperti pada saat stapping dan stridulasi), sentuhan (seperti pada sentuhan antena antar semut), atau penglihatan (seperi pada semut yang matanya berkembang baik).

Perilaku makan pada semut cenderung bersifat predator atau pemakan bangkai. Beberapa jenis semut predator bersifat sangat spesifik misalnya hanya pemangsa rayap, sedang semut lainnya predator segala macam. Adapula semut yang biasanya mendatangi tanaman yang terserang kutu penghisap tanaman. Semut ini menghisap honeydew, dan kadang-kadang sebagai imbalannya semut melindungi kutu tanaman dari serangan predator lainnya. Beberapa semut juga bersifat pemakan segala macam mulai dari asal hewan maupun produk tanaman. Semut demikianlah yang biasanya mendatangi wilayah pemukiman.

pencarian terkait pest management:

READ
VIRUS ZIKA DAN PENGENDALIAN Aedes sp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!