Home » RAYAP » Sistem Kasta Pada Rayap

Sistem kasta pada rayap, membuat serangga sosial yang satu ini bekerja sangat efisien, dikarenakan adanya pembagian tugas dan fungsi, masing-masing kasta mempunyai bentuk tubuh dan peran yang berbeda. Sebelum membahas sistem kasta pada rayap, terlebih dahulu kita bedakan jenis rayap berdasarkan lokasi sarang utama atau tempat tinggalnya, rayap dapat digolongkan dalam jenis-jenis berikut :

1. Rayap pohon, yaitu jenis-jenis rayap yang menyerang pohon yang masih hidup, bersarang dalam pohon dan tak berhubungan dengan tanah. Contoh yang khas dari rayap ini adalah Neotermes tectonae (famili Kalotermitidae),
hama pohon jati.

2. Rayap kayu lembab, menyerang kayu mati dan lembab, bersarang dalam kayu, tak berhubungan dengan tanah.
Contoh : Jenis-jenis rayap dari genus Glyptotermes (Glyptotermes spp., famili Kalotermitidae).

3. Rayap kayu kering, seperti Cryptotermes spp. (famili Kalo­termitidae), hidup dalam kayu mati yang telah kering.  Hama ini umum terdapat di rumah-rumah dan perabot-perabot seperti meja, kursi dsb. Tanda serangannya adalah terdapatnya butir-butir ekskremen kecil berwarna kecoklatan yang sering berjatuhan di lantai atau di sekitar kayu yang diserang. Rayap ini juga tidak berhubungan dengan tanah, karena habitatnya kering.

4. Rayap subterranean, yang umumnya hidup di dalam tanah yang mengandung banyak bahan kayu yang telah mati atau membusuk, tunggak pohon baik yang telah mati maupun masih hidup. Di Indonesia rayap subterranean yang paling banyak merusak adalah jenis-jenis dari famili Rhinotermitidae. Terutama dari genus
Coptotermes sp (Coptotermes spp.) dan Schedorhinotermes. Perilaku rayap ini mirip rayap tanah seperti Macr­otermes namun perbedaan utama adalah kemampuan Coptotermes untuk bersarang di dalam kayu yang diserangnya, walaupun tidak ada hubungan dengan tanah, asal saja sarang tersebut sekali-sekali memperoleh lembab, misalnya tetesan air hujan dari atap bangunan yang bocor. Coptotermes pernah diamati menyerang
bagian-bagian kayu dari kapal minyak yang melayani pelayaran Palembang-Jakarta. Coptotermes curvignathus Holmgren sering kali diamati menyerang pohon Pinus merkusii dan banyak meyebabkan kerugian pada bangunan.

5. Rayap tanah. Jenis-jenis rayap tanah di Indonesia adalah dari famili Termitidae. Mereka bersarang dalam tanah terutama dekat pada bahan organik yang mengandung selulosa seperti kayu, serasah dan humus. Contoh-contoh Termitidae yang paling umum menyerang bangunan adalah Macrotermes spp. (terutama M. gilvus) Odontotermes spp. dan Microtermes spp. Jenis-jenis rayap ini sangat ganas, dapat menyerang obyek-obyek berjarak sampai 200 meter dari sarangnya. Untuk mencapai kayu sasarannya mereka bahkan dapat menembus tembok yang tebalnya beberapa cm, dengan bantuan enzim yang dikeluarkan dari mulutnya. Macrotermes dan Odontotermes sp merupakan rayap subteran yang sangat umum menyerang bangunan di Jakarta dan sekitarnya.

KARAKTERISTIK DAN PERILAKU KASTA-KASTA PADA RAYAP:

kasta pada rayap

                            kasta pada rayap

 

1. RAYAP KASTA PEKERJA
    a).  Rayap jantan dan betina yang tidak dewasa secara seksual   dan buta, tidak  bersayap,  paling banyak jumlahnya, biasanya yang pertama kali terlihat di liang  kembara/tunnel dan kayu yang rusak
  b) Tugas utamanya adalah mencari makanan, menyimpan makanan, mengerami, merawat sarang, menggali, memperbaiki dan membangun galeri dan menaungi/menutup liang kembara/tunnel.
    c)   Satu-satunya kasta yang memiliki kemampuan mencerna zat selulosa di dalam kayu.

2. RAYAP KASTA PRAJURIT
     a) Rayap jantan dan betina yang tidak dewasa secara seksual dan biasanya buta. Pada beberapa spesies, mereka dikembangbiakan dari garis reproduksi dan memiliki mata yang separuh berfungsi.
    b) Tugas utamanya adalah melakukan pertahanan terhadap koloni.
     c) Memiliki rahang yang membesar/memanjang sehingga tidak dapat makan sendiri. Mereka bergantung kepada rayap pekerja untuk memberikan makanan yang dimuntahkan, melalui proses trapholaxis (transfer makanan)
    d) Setiap spesies memiliki karakteristik kepala, rahang dan nasus yang berbeda-ideal untuk kegiatan identifikasi
dan taksonomi.

3. RAYAP KASTA REPRODUKSI
a) Laron atau reproduktif bersayap
b) Dewasa dan memiliki mata yang berfungsi penuh
c) Tiga jenis reproduktif rayap
i. Reproduktif utama adalah swarmers (laron) yang turun untuk bertelur dan merawat telur/pengeraman pertama.
ii. Reproduktif sekunder akan dikembangkan ketika koloni menjadi terlalu besar. Dikembangkan dari nimfa dan memiliki tunas sayap. Bertelur lebih sedikit dari ratu. Dapat mengambil alih tugas ratu, jika ratu telah mati.
iii. Reproduktif tersier dikembangkan dari pekerja (tidak memiliki tunas sayap) jika bagian dari koloni telah terisolasi dari koloni utama. Terlihat seperti pekerja yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name
Email
Website


        
          
error: Content is protected !!