BIOEKOLOGI BEDBUGS

BIOEKOLOGI BEDBUGS

Pendahuluan

Bedbugs atau kutu kasur (Tumila (Sunda), Tinggi (Jawa), Bangsat (Betawi)), di Indonesia keberadaan kutu busuk/kutu kasur sampai akhir tahun 1970 banyak ditemukan di rumah tinggal, asrama, gedung bioskop, hotel, losmen, dan lainnya yaitu tempat manusia tidur dan duduk.  Tingkat kegawatan bedbugs di Indonesia dan di luar negeri (misal Amerika) memang masih berbeda, jika di Indonesia ada istilah “kalau tidak bobo digigit nyamuk” namun di Amerika adalah “good night, sleep tight, don’t let the bedbugs bite” namun walaupun demikian pada area atau tempat tertentu bedbugs atau kutu kasur ini menimbulkan gangguan ketidaknyaman yang cukup berarti.

Gangguan yang ditimbulkan?

  • Reaksi kulit:gatal, bentol, kemerahan
  • Infeksi sekunder oleh bacteri infections
  • Anemia
  • Asthma
  • Efek psikologis
  • Sulit tidur
  • Agitasi
  • Kecemasan

Darimana datangnya Bedbugs?

  • Melalui pakaian, tas, furniture (baru atau second) yang terinfestasi bedbugs
  • Rentan terbawa oleh para travelers

Siklus hidup Bedbugs

Hanya makan darah, inang alternatif lainnya adalah:anjing, kucing, kelelawar, burung

Telur:5-7 hari

Nimfa:35-66 hari

Dewasa:47-71 hari

Longevity:6-12 bulan

Tahan hidup tanpa makan: 4 bulan

Biologi:siklus hidup Bedbugs

5 tahap perkembangan, Penghisap darah, Perlu darah untuk perkembangan setiap stadium, ganti kulit atau molting, nimfa perlu darah untuk molting ke tahapan berikutnya, dewasa jantan dan betina perlu darah untuk reproduksi.

Blood feeding (5-10 menit)

Siklus hidup bedbugs
                 Siklus hidup bedbugs
Biologi:produksi telur Bedbugs

Betina bertelur 3-4 butir per hari, dapat menghasilkan 5-20 butir dari sekali makan darah, Rasio jantan:betina=1:1, betina menghasilkan 150-200 telur selama hidupnya,

Biologi: Telur Bedbugs

Ukuran 1 mm, operculum, menetas menjadi instar 1

Biologi: Perilaku makan Bedbugs

Aktif malam hari pada pukul 12:00-05:00, dapat berjalan cepat untuk makan, tertarik CO2 dan panas tubuh, senang berkumpul di tempat orang tidur (box spring, headboards, bedframes, nightstand), menghisap darah selama 5-10 menit, kembali berkumpul dan bersembunyi di celah dan retakan, mulai mencerna darah dan mengeluarkan feces (excrete fecal matter), makan setiap 3-7 hari.

Perilaku: Dimana Bedbugs bersembunyi?

  • Pada alur/lipatan, dan bawah kasur
  • Di dalam dan di bawah boxspring
  • Rangka tempat tidur dan bedcover
  • Sofa dan kursi
  • Kusen jendela dan pintu
  • Pada bagian belakang wall paper dan gambar.
  • Pada celahan lantai
  • Di bawah karpet sepanjang dinding
  • Rongga dinding dimana terdapat lubang pipa
  • Tas, koper, pakaian

Introduction vs. Infestation

a. Bedbugs traveling sebagai pionir & hitch-hike:

– Satu individu, biasaya betina, mungkin sdh kawin

Introduction

b.Harus membangun sendiri & membangun koloni:

Menemukan harborage

– Menemukan host & berhasil makan (10 min)

– Bertelur; menetas

– 1st Instars menemukan host, feed & survive

– Nimfa bertahan sampai menjadi dewasa (5 instars)

– Jantan kawin dengan betina

c.Colony is breeding = Infestation

Titik-titik Hitam (spotting)

  • Bekas feses diameter 0,5-2 mm
  • Berkelompok/koloni
  • Jejak lain: telur, eksuviae

pencarian terkait pest management:

READ
BIOLOGI PINJAL (FLEA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!